Perkembangan Kawasan Industri Jadi Harapan Industri Pengolahan

  • Monday, 19 November 2018
  • 27
Upaya pemerintah dalam mendorong pengembangan industri pengolahan nasional semakin membuahkan titik terang. Salah satu rujukannya adalah pertumbuhan kawasan industri secara nasional yang menunjukkan peningkatan.

Menurut Sanny Iskandar, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi, peran pemerintah antara lain terlihat dari posisi sebagai regulator. Sejumlah produk peraturan perundangundangan yang dikeluarkan telah memicu pertumbuhan kawasan industri.

"Setelah Keppres No. 53/1989 tentang Kawasan Industri, hadir kemudian PP No.24/2009 tentang Kawasan Industri. Kemudian lahir UU No 3/2014 tentang Perindustrian dan turunannya, yaitu PP No.142/2015 tentang Kawasan Industri," Jelas Sanny Iskandar sebagaimana dilansir Media Indonesia, Senin (13/11/2018).

Dua peraturan terakhir mewajibkan industri manufaktur baru untuk berlokasi di dalam kawasan industri. Tujuannya untuk memberikan kepastian investasi serta memudahkan dari sisi penyediaan pasokan energi dan kelancaran logistik bahan baku maupun infrastruktur lainnya.

Pada 2015, Kemenperin telah menetapkan pembukaan dan/atau pengembangan 18 kawasan industri baru. Rinciannya, ada delapan kawasan industri di Sumatera, dua di Kalimantan, lima di Sulawesi, dan tiga di Jawa. Dari jumlah tersebut, yang telah beroperasi atau dalam tahap konstruksi adalah KI JIIPE, KI Morowali, KI Sei Mangkei, KI Dumai, KI Kendal, KI Palu dan KI Bantaeng, KI Wilmar, dan KI Tanjung Buton.

Pengembangan kawasan industri semakin berkembang di masa pemerintahan Jokowi-JK. Salah satu konsep yang dikembangkan adalah integrated industrial city. 

"Artinya kawasan industri terpadu yang terhubung dengan infrastruktur dan utilitas industri (seperti pelabuhan, pembangkit listrik), sarana komersial dan pemukiman," urai Sanny.

Selain konsep di atas, dikembangkan pula konsep eco industrial park atau yang dikenal sebagai kawasan industri ramah lingkungan berbasis energi baru/terbarukan. Di beberapa kawasan dengan potensi industri yang lebih terbatas, pengembangan kawasan berorientasi pada potensi andalan atau unggulan daerah. Contohnya, di Dumai dikembangkan kawasan industri berbasis kelapa sawit.

"Semua gagasan tersebut sangat prospektif dari sisi masa depan industri pengolahan yang berkelanjutan," ujar pria yang juga menjabat Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI).

Walau demikian terdapat sejumlah catatan persoalan yang patut menjadi perhatian pemerintah. Untuk pengembangan kawasan di luar Jawa, misalnya, tantangan infrastruktur dasar tetap menyisakan pekerjaan rumah. Dari pelabuhan, akses jalan ke lokasi, ketersediaan listrik dan air menjadi kebutuhan utama industri yang patut diperhitungkan. Selain itu, biaya-biaya pengembangan fasilitas industri di wilayah luar Jawa terhitung tinggi. 

Menurut Sanny, satu kebijakan dan saling paham antar pemerintah pusat dan daerah diharapkan bisa menjadi salah satu solusi bagi tantangan di atas.