Kadin Ajak Swasta Optimalkan Penerapan SDGs di Indonesia

  • Tuesday, 12 March 2019
  • 6


Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong peran aktif swasta untuk menyukseskan tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Global (Sustainable Development Goals/SDGs) di dalam negeri. Peran swasta diharapkan dapat menyelaraskan kegiatan operasional mereka untuk mendorong implementasi SDGs.

“Praktik bisnis yang berkelanjutan dalam dunia usaha di era sekarang sudah menjadi tuntutan sebagai tanggung jawab swasta bukan hanya terhadap stakeholdernya (pemangku kepentingan) saja, namun juga terhadap lingkungannya,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani saat ditemui di acara Kadin CEO Breakfast Meeting bertema Kontribusi Strategis Swasta untuk SDGs di Kadin Lounge, Menara Kadin Indonesia, Senin (11/3/2019). 

Dia mengatakan, Kadin telah menyusun buku panduan praktis bagi swasta untuk menerapkan SDGs. Pihaknya berharap, swasta selain bisa menerapkan praktik  untuk keberlanjutan usahanya, juga dapat menyelaraskannya dengan pembangunan yang berkelanjutan sehingga swasta dapat berkontribusi aktif dalam mencapai SDGs di tahun 2030. 

Seperti diketahui pada tahun 2015, 193 negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan dan bersepakat untuk mengadopsi 17 agenda  SDGs; diantaranya  menghapus kemiskinan, meningkatkan pendidikan dan kesehatan, memerangi perubahan iklim serta mempererat kemitraan global.

Mendukung tujuan tersebut, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No.59/2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sebagai tonggak utama  dalam mengimplementasikan SDG di dalam negeri. 

“Pemerintah sudah menyediakan platformnya. Kini saatnya swasta proaktif dalam penerapan SDG. Saya yakin sejumlah sektor potensial bisa dikerjasamakan untuk mencapai agenda global ini,” ujar Bayu Krisnamurthi, Ketua IPB SDG Network yang juga Anggota Pokja Nasional SDG dan Anggota Dewan Pakar Pakar Kadin Indonesia.

Penerapan SDGs

Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) – bagian dari APRIL Group-Sihol P. Aritonang mengaku dalam mendukung agenda SDGs, perusahaan telah menerapkan sejumlah komitmen yang selaras dengan agenda pemerintah dan global secara menyeluruh.

Dia mengatakan, agar penerapan SDGs tepat sasaran serta terukur dampak kontribusinya, APRIL Group melibatkan PwC (Pricewater House Cooper) dalam menetapkan fokus SDG. Hasilnya dituangkan dalam APRIL’s SDG Prioritization and Alignment Report yang pada kesempatan itu diserahkan secara simbolis kepada Ketua Umum Kadin Indonesia. Laporan itu menjabarkan prioritas SDGs, analisa komparasi serta identifikasi prioritas SDGs perusahaan yang berbasis di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau.

“Dari 14 kegiatan yang masuk dalam kategori aktivitas tinggi perusahaan, kami fokus pada tiga aspek core dan empat aspek catalytic implementasi SDGs,” ungkap Sihol.

Tiga aspek core April tersebut adalah nomor 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, nomor 13 Aksi Terhadap Iklim dan nomor 15 Ekosistem Daratan.

Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (target SDGs nomor 12) adalah mengenai bagaimana pola produksi dan konsumsi dilakukan dengan berkelanjutan. Sihol mengatakan, pihaknya telah melakukan daur ulang material dalam kegiatan operasional. Ia mencontohkan, sejak tahun 2010, pabrik pulp dan kertas APRIL melakukan proses evaporasi dan distilasi terhadap black liquor, dimana proses tersebut menghasilkan biofuel dan methanol untuk digunakan sebagai sumber energi terbarukan dalam kegiatan operasional pabrik. Kegiatan daur ulang ini telah memenuhi hampir 80% total kebutuhan energi nasional pabrik.

Dia melanjutkan, korporasi ikut pula menerapkan aksi penanganan terhadap perubahan iklim (target SDGs nomor 13), yakni mengambil tindakan cepat untuk mengatasi perubahan iklim dan dampaknya. Sihol mengaku, saat ini APRIL mengimplementasikan Peta Jalan Lahan Gambut yang disusun bersama Kelompok Kerja Pakar Gambut Independen (IPEWG). Sebagai bagian hal tersebut, pihaknya telah membangun menara flux dengan teknologi terdepan di daerah konsesi perkebunan, restorasi dan mixed use concession area. Menara ini akan memberikan data tentang emisi gas rumah kaca dan tingkat penyerapan yang menjadi input dalam menginformasikan target dan aksi mitigasi emisi APRIL di seluruh lanskap.

Selain itu, pihaknya juga turut melindungi ekosistem daratan (target SDGs nomor 15) dengan komitmen untuk ikut serta mengkonservasi dan merestorasi lahan gambut melalui program Restorasi Ekosistem Riau (RER) di kawasan ekosistem gambut seluas 150 ribu hektar di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang, Riau. Berdasarkan survei yang dilakukan RER bersama dengan Flora & Fauna International, terdapat 574 spesies flora dan fauna yang hidup di lanskap tersebut, dimana 44 spesies diantaranya termasuk kedalam kategori spesies yang dilindungi secara global.

Adapun empat target katalistik yang ditetapkan APRIL dalam implementasi SDGs yaitu nomor 3 mengenai Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, nomor 4 Pendidikan Berkualitas, nomor 6 Ketersediaan Air Bersih dan Sanitasi serta nomor 17 Kemitraan untuk mencapai Tujuan.

“Kami bekerja dengan banyak pihak demi memberikan kontribusi terbaik bagi negeri. SDGs memberikan kami framework, goal alignment, sekaligus akan memperkuat apa yang telah kami lakukan selama ini,” kata Sihol. 

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengatakan sektor swasta memiliki peran penting dalam rangka mendukung SDGs di Indonesia.

“Sebuah perencanaan hanya bisa terealisasi dengan keterlibatan pemerintah, sektor swasta, akademia, serta lembaga swadaya masyarakat secara aktif. Inisiatif dan langkah konkret yang diambil korporasi adalah bukti bahwa SDGs dan bisnis bisa sejalan dan bahkan mendorong laju perusahaan," tandasnya.

Selain dihadiri jajaran pengurus Kadin, Tim Nasional SDGs dan Pimpinan APRIL, acara tersebut turut dihadiri pimpinan perusahaan anggota Kadin serta Managing Director Trading & Downstream Triputra Agro Persada Group Sutedjo Halim yang sekaligus menjadi  panelis.