Kadin Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2019 di Kisaran 5,2-5,3 Persen

  • Tuesday, 08 January 2019
  • 39
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini berada di kisaran 5,2 persen sampai 5,3 persen. Dia mengatakan secara umum perekonomian Indonesia akan lebih baik di tahun ini.

"Kalau kita sih melihatnya Indonesia akan jauh lebih baik, dibandingkan 2018 yang kurang lebih 5,1 persen. Kita melihatnya Insya Allah di tahun 2019 ini kita bisa mencapai 5,2 persen sampai 5,3 persen," ungkapnya saat ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (7/1/2019).

Dia menyebutkan, kinerja ekspor Indonesia kemungkinan akan mengalami perlambatan di 2019. Hal tersebut dipengaruhi oleh perang dagang AS-China.

"Memang kalau dilihat, ekspor kita ini kan masih paling besar bergantung pada China dan diperkirakan China ini pertumbuhan ekonominya akan melambat di tahun 2019 ini. Mungkin disekitar 6,2 persen. Kita ini lebih sensitif perlambatan pertumbuhan ke China dibandingkan ke US. Karena ekspor kita ini banyak melibatkan kepada China," kata dia.

Selain itu, kata Rosan, patut diakui bahwa kinerja ekspor Indonesia masih dipengaruhi oleh harga komoditas. Jika di 2019 harga komoditas tak tinggi, maka kinerja ekspor berpotensi turun.

"Kalau kita urutkan lagi, ekspor kita akan lebih baik kalau harga komoditas tinggi. Nah pertama harga komoditas tidak terlalu tinggi, kedua dikhawatirkan apabila China perekonomian melemah ekspor kita ke China akan menurun. Oleh sebab itu, itu bisa berdampak kepada pertumbuhan perekonomian kita terutama ekspor kita," jelas Rosan.

Menurutnya, upaya peningkatan investasi akan sangat membantu naiknya pertumbuhan ekonomi domestik. Perang dagang juga membuka peluang bagi peningkatan investasi.

"Adanya perang dagang ini kan yang tadinya investasi banyak yang masuk ke negara-negara lain seperti Thailand, Malaysia, Vietnam sekarang juga mulai masuk ke Indonesia karena kebijakan-kebijakan kita baik itu tax allowance, tax holiday kemudian OSS," ungkap dia.

Menurut Rosan, perbaikan dari segi perpajakan, perbaikan dari segi tenaga kerja dinilai cukup membantu walaupun tentunya harus didukung  dengan melakukan perbaikan-perbaikan seperti yang dilakukan negara-negara tetangga kita yang terus melakukan reformasi di segala bidang.

Selain itu, pertumbuhan konsumsi domestik serta pertumbuhan dari sektor industri juga diharapkan memberi efek positif untuk mengerek pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2019.

"Domestic consumtion kita kelihatannya cukup baik dan dari segi industri juga diharapkan kalau kita lihat pertumbuhan industri sampai 5,3-5,4 persen yang mana melebih pertumbuhan GDP kita. Karena biasanya pertumbuhan industri kita kan selalu di bawah GDP kita. Dengan itu diharapkan pertumbuhan ekonomi kita akan jauh lebih baik pada tahun 2019 ini," pungkas Rosan.