Pemerintah Ajak Eksportir Bawa Pulang Devisa, Ini Tanggapan Kadin

  • Friday, 27 July 2018
  • 24
Pemerintah Indonesia mengajak para eksportir membawa kembali devisa ke Indonesia untuk menguatkan ketahanan ekonomi tanah air. Pasalnya, berdasarkan data pemerintah, masih ada 15% devisa dari perusahaan yang masih tertahan di luar negeri.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan, bukan tanpa alasan pengusaha menyimpan devisa hasil ekspornya pada bank di negara lain, masalah kewajiban kepada bank memang menjadi salah satu alasan. Sebab, bank yang memberikan pinjaman kepada pengusaha merupakan milik asing.

"Ada pinjamannya nah bank yang meminjamkan ini mau uangnya ditaruh di bank nya. Walaupun tadi ada usulan, ya kita cari bank nya walaupun bank asing tapi ada cabang di Indonesia," tutur Rosan saat ditemui usai pertemuan Jokowi dengan 40 pengusaha nasional di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (26/7/2018).

Kendati begitu, dari dunia usaha pada prinsipnya menyambut baik ajakan pemerintah. Sebab sejatinya, ini adalah kepentingan dan kebaikkan bersama.

Ia mengatakan, masih ada beberapa pengusaha yang perlu mempelajari lebih lanjut. Tapi ada juga yang langsung mengiyakan ajakan pemerintah. "Jadi kami akan ada assessment (kajian lanjutan)," tambah Rosan. Salah satunya, apakah ada insentif yang akan disediakan untuk hal ini.

Menanggapi hal tersebut, lanjut Rosan, para pengusaha tidak berkeberatan jika harus menyimpan hasil ekspornya di dalam negeri. Namun masih ada juga yang harus berpikir ulang karena tidak bisa begitu saja devisa tersebut dipindahkan ke dalam negeri.

Selain Rosan P. Roeslani, pertemuan yang berlangsung selama hampir dua setengah jam itu dihadiri pengusaha lainnya yang diundang Presiden Jokowi antara lain, Arifin Panigoro, Anthony Salim, Sudhamek Agung WS, Budi Hartono, Peter Sondakh, dan Setyono Djuandi Darmono, Putri K. Wardhani, dll. (Ri)