Termahal di Asia, Biaya Logistik RI Perlu Ditekan
KadinThursday, 17 October 2019


Termahal di Asia, Biaya Logistik RI Perlu Ditekan


Kamar Dagang dan Industri Indonesia menilai pemerintah dengan pelaku usaha terkait perlu berdiskusi untuk menemukan titik pemberat biaya logistik di Indonesia. Sejauh ini, biaya logistik Indonesia dinilai paling mahal di Asia yaitu mencapai 24 persen dari produk domestik bruto. 


Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto mengatakan, penurunan biaya logistik masih menjadi pekerjaan rumah bersama untuk meningkatkan daya saing nasional. Namun, dalam mencari solusi diperlukan kajian untuk menemukan titik permasalahan.


Baca juga: Pelayaran Terbebani Biaya Mahal, Ini Usulan INSA ke Pemerintah

"Kalau pemerintah mau adil, kita didudukan saja sama-sama. Di buka saja, kita lihat biaya yang terbesar itu ada di mana," katanya, Rabu (16/10/2019).


Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Indonesian Nasional Shipowners' Associations (INSA) ini menambahkan Indonesia memiliki tantangan tersendiri. Penerintah tidak bisa menduplikasi kesuksesan negara lain, terkait dengan penurunan biaya logistik, untuk diterapkan di Tanah Air.


Baca juga: Ternyata, Ini Penyebab Inefisiensi Sektor Logistik di Indonesia

Menurutnya, pemerintah perlu bersama dengan pelaku usaha untuk merumuskan solusinya sendiri. Di sisi lain, untuk meningkatkan kinerja logistik harus bisa mengikuti perkembangan teknologi yang saat ini memasuki revolusi 4.0.


"Kalau untuk kami di pelayaran sebenarnya dari freight menanggung 19 persen, sisanya biaya di darat, pelabuhan, warehouse, trucking, dan lain-lain," ujarnya.




Dilansir dari Bisnis.com 

Recent News
Kadin dan JAPINDA Tindaklanjuti Kerjasama Perdagangan, Investasi dan SDM
Kadin dan JAPINDA Tindaklanjuti Kerjasama Perdagangan, Investasi dan SDM
MoreKadin