Kadin Dorong Perekonomian Lokal dan Canangkan Desa Wisata
KadinMonday, 15 April 2019


Kadin Dorong Perekonomian Lokal dan Canangkan Desa Wisata

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Properti bersama Ikatan Alumni (IA) ITB melakukan serah terima bantuan pembangunan tahap II pembangunan fasilitas umum dan sosial dalam rangka program Kadin Peduli Bencana Lombok. Selain itu, Kadin juga meresmikan program pencanangan “Desa Tangguh Wisata Kadin” Tanak Song Lauk (TSL).

“Sebelumnya, pada 12 Desember 2018 kami telah melakukan serah terima bantuan pembangunan tahap I dan bersyukur pembangunannya berjalan lancar tersebar di beberapa dusun di Lombok,” ungkap Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani di TSL, Lombok, Minggu (14/4/2019).

Dia memaparkan, pembangunan Tahap I meliputi  mushola/ruang serba guna di 3 Desa, yakni Desa Jenggala, Desa Medana dan Desa Dara Kunci, Pondok Bersalin Desa (Polindes) di Desa Teniga, ruang serba guna di Desa Selengen dan pembangunan Balai Desa Obel Obel.

Tahap II kali ini, kata dia, yang diserahterimakan adalah bangunan mushola di Dusun Menangrea (Lombok Timur), Balai Desa Obel-Obel (Lombok Timur), Mushola dan Balai Pertemuan di Desa Medana (Lombok Utara).

Program bantuan ini, menurut Rosan merupakan wujud kepedulian nyata dan rasa keprihatinan dari Kadin kepada masyarakat Lombok. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan semangat bagi masyarakat untuk bangkit dan kembali menjalankan aktivitas seperti sebelumnya. 

Sementara itu, bersama-sama dengan Kementerian PUPR, BNPB, Pemerintah Daerah, para pengusaha, Kadin Indonesia dan Kadin Daerah terus membantu upaya  percepatan program rehabilitasi rumah rakyat yang rusak sebagai akibat bencana alam atau gempa yang menimpa wilayah ini pada tahun yang lalu. Kadin akan melaksanakan rehabilitasi rumah atas dasar konsep RISBA atau Rumah Instan Baja. 

Pembangunan ini dilakukan oleh aplikator pusat dan daerah dengan bahan-bahan yang telah distandarisasi oleh Kementerian PUPR. Dalam pembangunan RISBA ini, Kadin bekerjasama dengan kelompok masyarakat (Pokmas) yang berada di wilayah Lombok dengan “system turnkey project”. 

“Pada saat ini, Kadin Indonesia sedang mengerjakan 300 unit RISBA tahan gempa untuk rehabilitasi rumah rakyat di Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat dan Lombok Utara,” kata Rosan lebih lanjut.

Desa Wisata

Selain memberikan bantuan fasilitas sosial dan fasilitas publik, Kadin Indonesia juga berkomitmen secara pro-aktif turut membangkitkan perekonomian lokal masyarakat Lombok. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan dengan memberdayakan potensi daerah maupun masyarakatnya.

“Kami juga mencanangkan pembangunan “Desa Tangguh Wisata Kadin” Tanak Song Lauk, karena kami menilai kawasan ini  memiliki potensi  pariwisata untuk dapat dikembangkan,” kata Rosan.

Menurutnya, TSL memiliki keunikan tersendiri karena lokasi dusun berada di bibir pantai yang indah dengan penghasilan utama masyarakat sebagai nelayan serta keramahan penduduk dan terbuka dengan pembangunan yang sudah tertanam dengan baik. TSL memiliki harmoni yang sempurna yaitu keserasian antara alam, orang dan budaya. 

“Melihat potensi TSL, Kadin tergerak untuk membantu memulihkan dan membangkitkan perekonomian masyarakat dengan menjadikan TSL sebagai percontohan desa wisata.  Langkah ini tidak hanya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan perekonomian masyarakat, tapi diharapkan juga dapat memberikan kontribusi untuk Pemerintah Daerah,” kata Rosan.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Properti, Hendro S. Gondokusumo mengatakan rencana pengembangan sebagai desa wisata didukung pula dengan adanya lahan yang dapat dikembangkan, rencana jalan lingkar yang akan melewati TSL dan juga posisinya yang strategis serta dekat dengan ibukota Kabupaten Lombok Utara. 

Luas keseluruhan TSL adalah 72 hektar  dan wilayah yang akan direhabilitasi sebagai desa wisata adalah wilayah RT 08 seluas 1,2 hektar. Pada area tersebut akan dibangun sebanyak 33 unit rumah, ditambah fasilitas umum dan fasilitas sosial berupa unit pengolahan ikan, pabrik es, restoran, area pertunjukan, serta kandang sapi yang akan dikembangkan di tanah milik desa.

Menurut hasil studi kelayakan Kadin Indonesia, Desa Tangguh Wisata TSL akan mampu menampung sekitar 2000 pengunjung setiap hari secara layak. Hendro mengatakan, TSL layak dikembangkan sebagai kawasan wisata dengan syarat perlu dilakukan beberapa usaha perbaikan sarana dan prasarana penunjang lainnya, utamanya infrastruktur jalan.

“Konsep yang kami gunakan dalam merancang kawasan Desa Tangguh Wisata TSL adalah pembangunan berkelanjutan yang terintegrasi dan tangguh terhadap bencana. Kami proyeksikan periode pembangunan rumah penduduk memerlukan waktu sekitar 6 bulan. Kami sangat mengapresiasi dukungan seluruh pemangku kepentingan termasuk unsur pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” kata dia.

Hendro memaparkan, Desa Tangguh Wisata Kadin TSL akan terdiri dari 2 bagian wilayah utama, yakni pertama adalah permukiman penduduk yang sekaligus berfungsi sebagai tempat menginap para wisatawan. Kedua, Fasilitas umum dan fasilitas sosial yang berada di lahan milik desa. 

“Keseluruhan integrasi dari fasilitas-fasilitas ini akan menjadikan perekonomian masyarakat TSL berputar secara berkesinambungan dengan memaksimalkan potensi dan kearifan lokal,” pungkasnya.

Komitmen dan aksi Kadin peduli bencana ini merupakan wujud kerjasama dan kolaborasi dari banyak pihak. Dukungan ini selain berasal dari para anggota Kadin bidang properti, juga mendapat bantuan dari banyak donatur yang berasal dari berbagai perusahaan dan perorangan.

##

Recent News
Kadin dan Pemerintah Gelar Rakor Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja
Kadin dan Pemerintah Gelar Rakor Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja
MoreKadin