{"id":43850,"date":"2025-11-13T14:15:37","date_gmt":"2025-11-13T07:15:37","guid":{"rendered":"https:\/\/kadin.id\/?post_type=kabar&#038;p=43850"},"modified":"2025-11-17T08:57:27","modified_gmt":"2025-11-17T01:57:27","slug":"ekonomi-triwulan-iii-2025-resilien-penciptaan-lapangan-kerja-berlanjut-2","status":"publish","type":"kabar","link":"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/ekonomi-triwulan-iii-2025-resilien-penciptaan-lapangan-kerja-berlanjut-2\/","title":{"rendered":"Q3 2025 Economy Remains Resilient, Job Creation Continues"},"content":{"rendered":"<div><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-43852\" src=\"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2025-11-13-141020.jpg\" alt=\"\" width=\"1247\" height=\"260\" srcset=\"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2025-11-13-141020.jpg 1247w, https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2025-11-13-141020-720x150.jpg 720w, https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2025-11-13-141020-18x4.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 1247px) 100vw, 1247px\" \/><\/div>\n<div><\/div>\n<div>\n<p><span lang=\"EN-US\">Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dipertahankan pada triwulan III 2025 di level 5,04% (yoy) dengan permintaan domestik dan kinerja ekspor yang kuat, investasi yang resilien, serta optimalisasi belanja Pemerintah. Lebih lanjut, perkembangan aktivitas ekonomi di awal triwulan IV yang masih ekspansif ditambah strategi kebijakan di triwulan terakhir tahun ini, diyakini dapat menjaga pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sesuai target. \u201cRealisasi triwulan III menunjukkan bahwa APBN dikelola secara efektif, diperkuat koordinasi erat dengan otoritas moneter dan sektor keuangan. APBN berperan menjaga daya beli masyarakat dan mendukung kinerja dunia usaha agar lebih berdaya saing terutama di tingkat global. Dukungan fiskal juga diberikan melalui penempatan Rp200 triliun kas negara secara\u00a0<i>prudent\u00a0<\/i>untuk memastikan likuiditas ekonomi memadai, termasuk dukungan nonfiskal untuk\u00a0<i>debottlenecking<\/i>\u00a0demi realisasi investasi lebih tinggi secara berkelanjutan,\u201d ujar Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.<\/span><\/p>\n<p><b><span lang=\"EN-US\">Konsumsi rumah tangga\u00a0<\/span><\/b><span lang=\"EN-US\">tumbuh 4,89% (yoy), seiring meningkatnya mobilitas penduduk, pertumbuhan transaksi digital, serta dukungan kebijakan Pemerintah. Pengeluaran untuk transportasi dan komunikasi meningkat 6,41%, tercermin dari peningkatan mobilitas masyarakat, kenaikan penjualan bahan bakar kendaraan, serta bertambahnya jumlah penumpang angkutan rel dan laut. Konsumsi restoran dan hotel juga tumbuh kuat 6,3%, sejalan dengan peningkatan jumlah perjalanan wisatawan nusantara yang meningkat signifikan 21,8%. Kuatnya konsumsi masyarakat juga tercermin dari<i>\u00a0<\/i>kenaikan indeks penjualan eceran riil, nilai transaksi uang elektronik, dan kartu debit\/kredit. Sementara itu,\u00a0<b>Konsumsi Pemerintah<\/b>\u00a0tumbuh 5,49%<\/span><span lang=\"IN\">,\u00a0<\/span><span lang=\"EN-US\">dengan\u00a0<\/span><b><span lang=\"IN\">Belanja Barang\u00a0<\/span><\/b><span lang=\"IN\">and Business Law :\u00a0<b>Belanja Pegawai\u00a0<\/b>masing-masing tumbuh 19,3% dan 9,0%, merupakan wujud komitmen Pemerintah untuk menjaga\u00a0<\/span><span lang=\"EN-US\">momentum pertumbuhan ekonomi dan menopang daya beli melalui percepatan dan\u00a0<\/span><span lang=\"IN\">optimalisasi belanja.<\/span><\/p>\n<p><b><span lang=\"EN-US\">Investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto)<\/span><\/b><span lang=\"EN-US\">\u00a0tumbuh 5,04% (yoy) didukung keyakinan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional serta komitmen Pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang stabil dan mendukung ekspansi usaha. Belanja modal Pemerintah dan BUMN menjadi pengungkit investasi swasta, terutama dengan beroperasinya Danantara.\u00a0<b>Investasi Bangunan\u00a0<\/b>meningkat 3,02% (yoy) dengan percepatan pembangunan infrastruktur dalam Proyek Strategis Nasional serta program prioritas seperti dapur untuk Makan Bergizi Gratis, sekolah rakyat, dan program perumahan.\u00a0<b>Investasi Mesin\u00a0<\/b>tumbuh 17,00% dengan meningkatnya kapasitas produksi dan upaya modernisasi mesin oleh dunia usaha.<\/span><\/p>\n<p><b><span lang=\"EN-US\">E<\/span><span lang=\"IN\">kspor barang dan jasa<\/span><\/b><span lang=\"IN\">\u00a0<b>riil<\/b>\u00a0tumbuh\u00a0<\/span><span lang=\"EN-US\">signifikan\u00a0<\/span><span lang=\"IN\">9,91% (yoy),<\/span><span lang=\"EN-US\">\u00a0menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan<\/span><span lang=\"IN\">. Penguatan aktivitas industri domestik, peningkatan permintaan negara mitra dagang utama,\u00a0<\/span><span lang=\"EN-US\">dan kuatnya daya saing<\/span><span lang=\"IN\">\u00a0produk ekspor Indonesia menjadi faktor pendorong. Ekspor barang rill tumbuh 10,16%, terutama ditopang oleh peningkatan ekspor lemak dan minyak hewan\/nabati, komoditas besi dan baja, serta mesin dan peralatan listrik.\u00a0<\/span><span lang=\"EN-US\">Sementara itu,\u00a0<\/span><span lang=\"IN\">ekspor jasa riil juga tumbuh 7,62% dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara hingga 21,8% (yoy).<\/span>\u00a0<span lang=\"EN-US\">Pada<\/span><span lang=\"EN-US\">\u00a0periode yang sama, impor barang dan jasa riil tumbuh 1,18%. Impor barang riil tumbuh 0,92% (yoy) masih mendukung kebutuhan produksi dalam negeri, sementara impor jasa riil tumbuh 2,82% (yoy).<\/span><\/p>\n<p><b><span lang=\"IN\">Dari sisi produksi, sektor Industri Pengolahan<\/span><\/b><span lang=\"IN\">\u00a0tumbuh solid di topang permintaan yang kuat. Impresifnya kinerja ini khusu<\/span><span lang=\"EN-US\">s<\/span><span lang=\"IN\">nya didorong oleh subsektor strategis berbasis hilirsasi. Industri Makanan dan Minuman tumbuh 6,49%, didorong peningkatan produksi CPO dan produk turunannya. Industri Logam Dasar tumbuh 18,62%, sejalan dengan permintaan ekspor yang tinggi terhadap produk besi dan baja. Industri Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional tumbuh 11,65%, didorong kenaikan permintaan domestik dan luar negeri atas bahan serta produk kimia.\u00a0<\/span><span lang=\"EN-US\">Dari Realisasi ini sejalan dengan\u00a0<\/span><span lang=\"IN\">Purchasing Managers\u2019 Index (PMI) Manufaktur\u00a0<\/span><span lang=\"EN-US\">pada September yang ekspansi di\u00a0<\/span><span lang=\"IN\">50,4 (Juni: kontraksi 46,9) dan berlanjut ke 51,2 pada Oktober 2025<\/span><span lang=\"EN-US\">.\u00a0<b>S<\/b><\/span><b><span lang=\"IN\">ektor Konstruksi<\/span><\/b><span lang=\"IN\">\u00a0mencatat pertumbuhan 4,21%, didukung oleh percepatan pembangunan infrastruktur dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), yang tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga memperkuat fondasi\u00a0<\/span><span lang=\"EN-US\">untuk\u00a0<\/span><span lang=\"IN\">pertumbuhan ekonomi\u00a0<\/span><span lang=\"EN-US\">tinggi dalam\u00a0<\/span><span lang=\"IN\">jangka panjang.<\/span><\/p>\n<p><b><span lang=\"IN\">Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan<\/span><\/b><span lang=\"IN\">\u00a0mencatat pertumbuhan positif 4,93% (yoy) pada triwulan III 2025, didorong oleh\u00a0<\/span><span lang=\"EN-US\">Subsektor Perkebunan sebagai kontributor utama yang tumbuh 4,56%, terutama ditopang oleh peningkatan produksi kelapa sawit dan kopi.\u00a0<\/span><span lang=\"IN\">Sementara itu, sektor Pertambangan mengalami kontraksi sebesar 1,98% terutama disebabkan oleh penurunan permintaan ekspor batu<\/span>\u00a0<span lang=\"IN\">bara.<\/span><br \/>\n<span lang=\"IN\">Kinerja\u00a0<b>Sektor Jasa\u00a0<\/b>pada triwulan III-2025 ekspansif dengan dukungan kebijakan Pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong daya beli masyarakat.\u00a0<b>Sektor Perdagangan\u00a0<\/b>sebagai kontributor terbesar\u00a0<\/span><span lang=\"EN-US\">kedua<\/span><span lang=\"IN\">\u00a0tumbuh 5,49% (yoy) dengan meningkatnya distribusi barang domestik, khususnya produk pertanian dan industri pengolahan.\u00a0<b>Sektor Akomodasi dan Makan Minum\u00a0<\/b>tumbuh kuat 8,41%, seiring meningkatnya mobilitas dan perjalanan wisatawan nusantara yang naik 21,8%, mengindikasikan kuatnya konsumsi rumah tangga.\u00a0<b>Sektor Informasi dan Komunikasi<\/b>\u00a0tumbuh signifikan 9,65% (yoy), didorong pendapatan jasa telekomunikasi, pertumbuhan trafik data, dan naiknya transaksi perdagangan melalui sistem elektronik, mendukung arah kebijakan menuju ekonomi digital dalam jangka panjang.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Upaya menjaga daya beli dan mendukung kinerja dunia usaha dilakukan dengan optimalisasi belanja melalui\u00a0<b>program stimulus Rp34,2 triliun\u00a0<\/b>and Business Law :\u00a0<b>8 program akselerasi senilai Rp15,7 triliun\u00a0<\/b>di triwulan IV<\/span><span lang=\"EN-US\">\u00a02025<\/span><span lang=\"IN\">. Investasi dan ekspor bernilai tambah tinggi diperkuat melalui peran Danantara dalam mengungkit kontribusi swasta, serta\u00a0<i>debottlenecking<\/i>\u00a0dengan dibentuknya Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP). Dengan perkembangan data terkini, ditambah upaya optimalisasi peran fiskal sebagai\u00a0<i>enabler\u00a0<\/i>aktivitas ekonomi dan kebijakan nonfiskal untuk iklim usaha lebih baik,\u00a0<b>Pemerintah optimis ekonomi untuk keseluruhan tahun 2025 akan mencapai target 5,2%.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Secara spasial,\u00a0<b>aktivitas ekonomi di seluruh wilayah Indonesia tumbuh positif<\/b>. Wilayah Sulawesi mencatatkan pertumbuhan tertinggi di 5,84% (yoy) didorong aktivitas hilirisasi mineral yang terus ekspansif. Wilayah Sumatera dan Kalimantan tumbuh kuat, masing-masing 4,90% dan 4,70%. Jawa sebagai pusat aktivitas ekonomi nasional mencatat pertumbuhan tinggi hingga 5,17%, ditopang kuatnya kinerja sektor manufaktur dan jasa. Di sisi lain, Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 4,71%, sejalan dengan pulihnya sektor pariwisata dan meningkatnya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Wilayah Maluku dan Papua mengalami pertumbuhan moderat 2,68%.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"IN\">Secara keseluruhan, momentum pertumbuhan ekonomi berdampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja sebesar 1,9 juta orang. Jumlah pengangguran turun 4 ribu orang menjadi 7,46 juta dibandingkan Agustus 2024 sehingga tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun dari 4,91% di Agustus 2024 menjadi 4,85% pada\u00a0Agustus\u00a02025. Di sisi lain, TPT\u00a0 Agustus 2025 sedikit lebih tinggi dibandingkan TPT Februari 2025 yang sebesar 4,76%. Hal ini terutama disebabkan oleh faktor musim panen di Februari serta peningkatan jumlah angkatan kerja baru yang lebih besar di Agustus karena kelulusan sekolah. Sektor utama yang menyerap tenaga kerja terbesar adalah sektor pertanian, sektor manufaktur, dan sektor perdagangan. Adapun penyerapan masing-masing sektor sebesar 0,49 juta orang, 0,30 juta orang, dan 0,12 juta orang.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"DE\">\u201cKe depan, Pemerintah terus mendorong agar mesin pertumbuhan ekonomi berjalan lebih cepat. Kebijakan fiskal, sektor keuangan, dan iklim investasi yang sehat akan terus disinergikan untuk menciptakan pertumbuhan tinggi. Tidak hanya tinggi, namun juga stabil dan dapat menciptakan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan,\u201c tutup Menkeu.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div><span lang=\"IN\">***<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div>\n<table class=\"Table\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><span lang=\"ES\">Deni Surjantoro<\/span><br \/>\n<strong><span lang=\"DE\">Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi<\/span><\/strong><br \/>\n<span lang=\"DE\">Kementerian Keuangan<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dipertahankan pada triwulan III 2025 di level 5,04% (yoy) dengan permintaan domestik dan kinerja ekspor yang kuat, investasi yang resilien, serta optimalisasi belanja Pemerintah. Lebih lanjut, perkembangan aktivitas ekonomi di awal triwulan IV yang masih ekspansif ditambah strategi kebijakan di triwulan terakhir tahun ini, diyakini dapat menjaga pertumbuhan ekonomi tahun [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":43851,"template":"","-kabar":[146,148],"class_list":["post-43850","kabar","type-kabar","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","-kabar-kadin-indonesia","-kabar-solusi-bisnis"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ekonomi Triwulan III 2025 Resilien<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dipertahankan pada triwulan III 2025 di level 5,04% (yoy) dengan permintaan domestik dan kinerja ekspor yang kuat, investasi yang resilien, serta optimalisasi belanja Pemerintah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/ekonomi-triwulan-iii-2025-resilien-penciptaan-lapangan-kerja-berlanjut-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ekonomi Triwulan III 2025 Resilien\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dipertahankan pada triwulan III 2025 di level 5,04% (yoy) dengan permintaan domestik dan kinerja ekspor yang kuat, investasi yang resilien, serta optimalisasi belanja Pemerintah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/ekonomi-triwulan-iii-2025-resilien-penciptaan-lapangan-kerja-berlanjut-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kadin Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-17T01:57:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/foto-kemenkeu-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/ekonomi-triwulan-iii-2025-resilien-penciptaan-lapangan-kerja-berlanjut-2\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/ekonomi-triwulan-iii-2025-resilien-penciptaan-lapangan-kerja-berlanjut-2\\\/\",\"name\":\"Ekonomi Triwulan III 2025 Resilien\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/ekonomi-triwulan-iii-2025-resilien-penciptaan-lapangan-kerja-berlanjut-2\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/ekonomi-triwulan-iii-2025-resilien-penciptaan-lapangan-kerja-berlanjut-2\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/foto-kemenkeu-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-11-13T07:15:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-17T01:57:27+00:00\",\"description\":\"Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dipertahankan pada triwulan III 2025 di level 5,04% (yoy) dengan permintaan domestik dan kinerja ekspor yang kuat, investasi yang resilien, serta optimalisasi belanja Pemerintah.\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/ekonomi-triwulan-iii-2025-resilien-penciptaan-lapangan-kerja-berlanjut-2\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/ekonomi-triwulan-iii-2025-resilien-penciptaan-lapangan-kerja-berlanjut-2\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/foto-kemenkeu-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/foto-kemenkeu-1.jpg\",\"width\":900,\"height\":600},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/\",\"name\":\"KADIN Indonesia\",\"description\":\"Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Indonesian Chamber of Commerce and Industry)\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#organization\",\"name\":\"KADIN Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/kadin-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/kadin-logo.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"KADIN Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ekonomi Triwulan III 2025 Resilien","description":"Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dipertahankan pada triwulan III 2025 di level 5,04% (yoy) dengan permintaan domestik dan kinerja ekspor yang kuat, investasi yang resilien, serta optimalisasi belanja Pemerintah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/ekonomi-triwulan-iii-2025-resilien-penciptaan-lapangan-kerja-berlanjut-2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ekonomi Triwulan III 2025 Resilien","og_description":"Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dipertahankan pada triwulan III 2025 di level 5,04% (yoy) dengan permintaan domestik dan kinerja ekspor yang kuat, investasi yang resilien, serta optimalisasi belanja Pemerintah.","og_url":"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/ekonomi-triwulan-iii-2025-resilien-penciptaan-lapangan-kerja-berlanjut-2\/","og_site_name":"Kadin Indonesia","article_modified_time":"2025-11-17T01:57:27+00:00","og_image":[{"width":900,"height":600,"url":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/foto-kemenkeu-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/ekonomi-triwulan-iii-2025-resilien-penciptaan-lapangan-kerja-berlanjut-2\/","url":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/ekonomi-triwulan-iii-2025-resilien-penciptaan-lapangan-kerja-berlanjut-2\/","name":"Ekonomi Triwulan III 2025 Resilien","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/ekonomi-triwulan-iii-2025-resilien-penciptaan-lapangan-kerja-berlanjut-2\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/ekonomi-triwulan-iii-2025-resilien-penciptaan-lapangan-kerja-berlanjut-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/foto-kemenkeu-1.jpg","datePublished":"2025-11-13T07:15:37+00:00","dateModified":"2025-11-17T01:57:27+00:00","description":"Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dipertahankan pada triwulan III 2025 di level 5,04% (yoy) dengan permintaan domestik dan kinerja ekspor yang kuat, investasi yang resilien, serta optimalisasi belanja Pemerintah.","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kadin.id\/kabar\/ekonomi-triwulan-iii-2025-resilien-penciptaan-lapangan-kerja-berlanjut-2\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/ekonomi-triwulan-iii-2025-resilien-penciptaan-lapangan-kerja-berlanjut-2\/#primaryimage","url":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/foto-kemenkeu-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/foto-kemenkeu-1.jpg","width":900,"height":600},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kadin.id\/#website","url":"https:\/\/kadin.id\/","name":"KADIN Indonesia","description":"Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Indonesian Chamber of Commerce and Industry)","publisher":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kadin.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kadin.id\/#organization","name":"KADIN Indonesia","url":"https:\/\/kadin.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kadin.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/kadin-logo.png","contentUrl":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/kadin-logo.png","width":512,"height":512,"caption":"KADIN Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/kabar\/43850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/kabar"}],"about":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/kabar"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43851"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"-kabar","embeddable":true,"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/-kabar?post=43850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}