{"id":45286,"date":"2026-04-14T10:27:19","date_gmt":"2026-04-14T03:27:19","guid":{"rendered":"https:\/\/kadin.id\/?post_type=kabar&#038;p=45286"},"modified":"2026-04-15T13:14:13","modified_gmt":"2026-04-15T06:14:13","slug":"riset-yang-diadopsi-industri-masih-minim-kadin-jatim-dibutuhkan-pendekatan-demand-driven-research","status":"publish","type":"kabar","link":"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/riset-yang-diadopsi-industri-masih-minim-kadin-jatim-dibutuhkan-pendekatan-demand-driven-research\/","title":{"rendered":"Industrial Adoption of Research Remains Low, Kadin East Java: A Demand-Driven Research Approach Is Needed"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Surabaya<\/strong> &#8211; Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa adopsi riset oleh industri dinilai sangat minim, padahal untuk mendorong transformasi ekonomi di Jatim membutuhkan sinergi yang kuat antara dunia riset dan industri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini disampaikan Adik dalam acara Dialog Strategis Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Week<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Universitas Airlangga bertajuk &#8220;Dari Riset ke Dampak: Sinergi Inovasi dan Industri untuk Transformasi Jawa Timur&#8221; di Kampus Universitas Airlangga Surabaya pada Selasa (14\/04\/2026).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adik mengungkapkan bahwa secara makro, posisi Jatim dalam perekonomian nasional tergolong sangat strategis. Pada 2025, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi Jatim mencapai sekitar Rp3.403 triliun dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,33 persen. Jatim juga menjadi salah satu kontributor utama terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sisi struktur ekonomi, lanjut Adik, sektor industri pengolahan menyumbang sekitar 31 persen, sementara konsumsi rumah tangga mendominasi hingga 60 persen. Selain itu, sektor transportasi dan logistik menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi, yakni di atas 9 persen, menandakan semakin kuatnya peran Jatim sebagai pusat distribusi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Peran strategis Jawa Timur semakin terlihat sebagai hub manufaktur dan logistik di kawasan Indonesia Timur, sekaligus menjadi basis utama ekspor nasional. Dengan fondasi tersebut, Jawa Timur dinilai telah memiliki kekuatan skala ekonomi yang solid,&#8221; kata Adik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun Adik mengungkapkan bahwa ada tantangan yang belum terselesaikan, yaitu meningkatkan kelas ekonomi melalui inovasi yang berdampak pada terciptanya efisiensi di berbagai sektor. Padahal peningkatan efisiensi sebesar 1 persen saja diperkirakan mampu memberikan dampak ekonomi hingga puluhan triliun rupiah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMasih terdapat persoalan mendasar yang menghambat optimalisasi potensi tersebut, yakni kesenjangan antara riset dan industri. Meskipun kapasitas riset terus meningkat, banyak hasil riset yang berhenti pada tahap publikasi dan belum diimplementasikan secara luas. Keterlibatan riset dalam proses industri juga masih minim, sehingga adopsi hasil penelitian menjadi rendah,\u201d ujar Adik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu kata Adik, belum adanya mekanisme hilirisasi yang kuat membuat hasil riset sulit diterjemahkan menjadi produk atau solusi yang bernilai ekonomi. Kondisi ini menyebabkan ketimpangan, di mana Indonesia, termasuk Jatim, kuat dalam menghasilkan output riset, namun lemah dalam menciptakan dampak ekonomi nyata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang lebih erat antara akademisi, peneliti, pelaku industri, dan pemerintah agar inovasi yang dihasilkan benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,\u201d ujar Adik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adik menegaskan, transformasi riset di Jatim harus mulai diarahkan pada perubahan paradigma yang lebih relevan dengan kebutuhan industri. Pendekatan lama yang bersifat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supply-driven<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, di mana akademisi menentukan topik riset, dinilai sudah tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan ekonomi saat ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Diperlukan pergeseran menuju pendekatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">demand-driven research<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yakni riset yang berbasis pada kebutuhan nyata industri,&#8221; kata Adik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam paradigma baru ini, lanjut Adik, pelaku industri memiliki peran lebih besar dalam menentukan arah dan kebutuhan riset. Sementara itu, Kadin mengambil posisi strategis sebagai agregator kebutuhan industri sekaligus jembatan penghubung antara dunia kampus dan sektor industri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKadin juga berperan sebagai fasilitator dalam proses implementasi hasil riset agar dapat diadopsi secara nyata,&#8221; terang Adik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejalan dengan perubahan tersebut kata Adik, disusun agenda riset strategis yang berfokus pada tujuh prioritas utama. Pertama, inovasi produk untuk meningkatkan nilai tambah industri pengolahan. Kedua, inovasi proses produksi guna mendorong efisiensi dan produktivitas. Ketiga, inovasi pemasaran yang menekankan pada penguatan digitalisasi dan penetrasi pasar global.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keempat, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) lanjut Adik, menjadi pilar penting dalam pengambilan keputusan berbasis data. Kelima, aspek keberlanjutan dan prinsip <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Environmental, Social, and Governance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (ESG) juga menjadi perhatian utama sebagai syarat untuk mengakses pasar global. Keenam, penguatan tata kelola dan regulasi diharapkan mampu menjadi enabler pertumbuhan ekonomi. Terakhir, pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan kompetensi difokuskan pada upaya link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adik menambahkan, untuk memastikan agenda tersebut berjalan efektif, disusun kerangka implementasi yang konkret. Langkah pertama adalah pembentukan Industrial Problem Bank, yaitu basis data yang memuat kebutuhan dan permasalahan industri secara terstruktur. Kedua, pembentukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Joint Research Task Force<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang melibatkan kolaborasi antara Kadin, perguruan tinggi seperti Universitas Airlangga (Unair), serta lembaga riset seperti Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah ketiga lanjut Adik adalah pelaksanaan proyek percontohan hilirisasi riset, yang mencakup komersialisasi hasil penelitian, program inkubasi, serta adopsi oleh industri. Proses ini juga didukung oleh pendanaan hibah riset terapan dari pemerintah, sehingga hasil riset tidak berhenti pada tataran akademis, melainkan mampu memberikan dampak ekonomi nyata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDengan pendekatan ini, Kadin berharap tercipta ekosistem inovasi yang lebih terintegrasi, di mana riset tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga solusi konkret yang mampu mendorong pertumbuhan industri dan daya saing ekonomi Jawa Timur,\u201d pungkas Adik.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya &#8211; Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa adopsi riset oleh industri dinilai sangat minim, padahal untuk mendorong transformasi ekonomi di Jatim membutuhkan sinergi yang kuat antara dunia riset dan industri. Hal ini disampaikan Adik dalam acara Dialog Strategis Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Week [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":45287,"template":"","-kabar":[147],"class_list":["post-45286","kabar","type-kabar","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","-kabar-kadin-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Riset yang Diadopsi Industri Masih Minim, Kadin Jatim: Dibutuhkan<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/riset-yang-diadopsi-industri-masih-minim-kadin-jatim-dibutuhkan-pendekatan-demand-driven-research\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Riset yang Diadopsi Industri Masih Minim, Kadin Jatim: Dibutuhkan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Surabaya &#8211; Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa adopsi riset oleh industri dinilai sangat minim, padahal untuk mendorong transformasi ekonomi di Jatim membutuhkan sinergi yang kuat antara dunia riset dan industri. Hal ini disampaikan Adik dalam acara Dialog Strategis Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Week [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/riset-yang-diadopsi-industri-masih-minim-kadin-jatim-dibutuhkan-pendekatan-demand-driven-research\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kadin Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-15T06:14:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-04-14-at-19.39.08.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"854\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kadin.id\/kabar\/riset-yang-diadopsi-industri-masih-minim-kadin-jatim-dibutuhkan-pendekatan-demand-driven-research\/\",\"url\":\"https:\/\/kadin.id\/kabar\/riset-yang-diadopsi-industri-masih-minim-kadin-jatim-dibutuhkan-pendekatan-demand-driven-research\/\",\"name\":\"Riset yang Diadopsi Industri Masih Minim, Kadin Jatim: Dibutuhkan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kadin.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kadin.id\/kabar\/riset-yang-diadopsi-industri-masih-minim-kadin-jatim-dibutuhkan-pendekatan-demand-driven-research\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kadin.id\/kabar\/riset-yang-diadopsi-industri-masih-minim-kadin-jatim-dibutuhkan-pendekatan-demand-driven-research\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-04-14-at-19.39.08.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-04-14T03:27:19+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-15T06:14:13+00:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kadin.id\/kabar\/riset-yang-diadopsi-industri-masih-minim-kadin-jatim-dibutuhkan-pendekatan-demand-driven-research\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kadin.id\/kabar\/riset-yang-diadopsi-industri-masih-minim-kadin-jatim-dibutuhkan-pendekatan-demand-driven-research\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-04-14-at-19.39.08.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-04-14-at-19.39.08.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":854},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kadin.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kadin.id\/\",\"name\":\"KADIN Indonesia\",\"description\":\"Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Indonesian Chamber of Commerce and Industry)\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kadin.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kadin.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kadin.id\/#organization\",\"name\":\"KADIN Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/kadin.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kadin.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/kadin-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/kadin-logo.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"KADIN Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kadin.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Riset yang Diadopsi Industri Masih Minim, Kadin Jatim: Dibutuhkan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/riset-yang-diadopsi-industri-masih-minim-kadin-jatim-dibutuhkan-pendekatan-demand-driven-research\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Riset yang Diadopsi Industri Masih Minim, Kadin Jatim: Dibutuhkan","og_description":"Surabaya &#8211; Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa adopsi riset oleh industri dinilai sangat minim, padahal untuk mendorong transformasi ekonomi di Jatim membutuhkan sinergi yang kuat antara dunia riset dan industri. Hal ini disampaikan Adik dalam acara Dialog Strategis Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Week [&hellip;]","og_url":"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/riset-yang-diadopsi-industri-masih-minim-kadin-jatim-dibutuhkan-pendekatan-demand-driven-research\/","og_site_name":"Kadin Indonesia","article_modified_time":"2026-04-15T06:14:13+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":854,"url":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-04-14-at-19.39.08.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/riset-yang-diadopsi-industri-masih-minim-kadin-jatim-dibutuhkan-pendekatan-demand-driven-research\/","url":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/riset-yang-diadopsi-industri-masih-minim-kadin-jatim-dibutuhkan-pendekatan-demand-driven-research\/","name":"Riset yang Diadopsi Industri Masih Minim, Kadin Jatim: Dibutuhkan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/riset-yang-diadopsi-industri-masih-minim-kadin-jatim-dibutuhkan-pendekatan-demand-driven-research\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/riset-yang-diadopsi-industri-masih-minim-kadin-jatim-dibutuhkan-pendekatan-demand-driven-research\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-04-14-at-19.39.08.jpeg","datePublished":"2026-04-14T03:27:19+00:00","dateModified":"2026-04-15T06:14:13+00:00","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kadin.id\/kabar\/riset-yang-diadopsi-industri-masih-minim-kadin-jatim-dibutuhkan-pendekatan-demand-driven-research\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/riset-yang-diadopsi-industri-masih-minim-kadin-jatim-dibutuhkan-pendekatan-demand-driven-research\/#primaryimage","url":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-04-14-at-19.39.08.jpeg","contentUrl":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-04-14-at-19.39.08.jpeg","width":1280,"height":854},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kadin.id\/#website","url":"https:\/\/kadin.id\/","name":"KADIN Indonesia","description":"Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Indonesian Chamber of Commerce and Industry)","publisher":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kadin.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kadin.id\/#organization","name":"KADIN Indonesia","url":"https:\/\/kadin.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kadin.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/kadin-logo.png","contentUrl":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/kadin-logo.png","width":512,"height":512,"caption":"KADIN Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/kabar\/45286","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/kabar"}],"about":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/kabar"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45287"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45286"}],"wp:term":[{"taxonomy":"-kabar","embeddable":true,"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/-kabar?post=45286"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}