{"id":45560,"date":"2026-05-21T00:21:47","date_gmt":"2026-05-20T17:21:47","guid":{"rendered":"https:\/\/kadin.id\/?post_type=kabar&#038;p=45560"},"modified":"2026-05-22T17:24:38","modified_gmt":"2026-05-22T10:24:38","slug":"kenaikan-dolar-as-mulai-memakan-korban-kadin-jatim-minta-pemerintah-realokasi-anggaran-kdmp","status":"publish","type":"kabar","link":"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/kenaikan-dolar-as-mulai-memakan-korban-kadin-jatim-minta-pemerintah-realokasi-anggaran-kdmp\/","title":{"rendered":"Kenaikan Dolar AS Mulai Memakan Korban, Kadin Jatim Minta Pemerintah Realokasi Anggaran KDMP"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Surabaya<\/strong> &#8211; Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Adik Dwi Putranto menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp17.646 per dolar AS mulai memberikan tekanan besar terhadap dunia usaha dan daya beli masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Pelemahan nilai tukar rupiah memberikan dampak berlapis terhadap dunia usaha dan industri nasional. Setidaknya terdapat dampak utama yang kini mulai dirasakan pelaku usaha, mulai dari kenaikan biaya produksi hingga melemahnya daya saing industri,&#8221; kata Adik di Surabaya, Kamis (21\/05\/2026).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenaikan biaya produksi kata Adik menjadi dampak paling langsung akibat melemahnya rupiah. Hal ini disebabkan tingginya ketergantungan industri nasional terhadap bahan baku impor yang dibeli menggunakan dolar AS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Bahan baku seperti besi, baja, plastik, bahan kimia, hingga komponen elektronik masih didominasi impor. Ketergantungan impor bahan baku industri manufaktur Indonesia bahkan disebut masih berada di atas 70 persen,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi tersebut lanjut Adik, membuat sejumlah sektor industri paling terdampak, terutama industri manufaktur, farmasi, otomotif, dan tekstil. Di sisi lain, margin keuntungan pelaku usaha ikut tergerus karena biaya produksi meningkat, sementara harga jual produk tidak bisa langsung dinaikkan ke pasar. Selain menekan biaya produksi, pelemahan rupiah juga berdampak pada melemahnya daya saing industri nasional. Produk domestik menjadi lebih mahal di pasar ekspor sehingga kompetitivitas menurun dibanding produk dari negara lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Para pelaku usaha kini mulai menahan stok bahan baku dan melakukan efisiensi produksi karena khawatir daya beli masyarakat terus menurun,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Adik, kondisi tersebut dapat memicu ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) jika berlangsung terlalu lama dan daya beli masyarakat juga ikut melemah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPendapatan masyarakat tetap, sementara harga barang naik. Ini jadi problem daya beli. Akhirnya pengusaha membatasi impor bahan baku dan mengurangi produksi. Kalau lama-kelamaan begini, ancaman PHK akan terus mengintai,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai langkah bertahan, lanjut Adik, banyak pengusaha memilih mengurangi margin keuntungan dibanding langsung menaikkan harga produk ke konsumen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMungkin selain efisiensi, yang dilakukan pengusaha adalah mengurangi keuntungan. Jadi tidak menaikkan harga dulu sementara, tapi mengurangi keuntungan. Tapi itu juga tidak bisa terlalu lama,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah tekanan tersebut, Adik melihat produk lokal justru memiliki peluang untuk lebih kompetitif dibanding barang impor, terutama produk pertanian yang menggunakan bahan baku dalam negeri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cProduk-produk yang betul-betul lokal ini bisa lebih kompetitif dari produk impor yang sama. Contohnya petani jeruk atau durian, mereka bisa lebih menang dibanding produk impor langsung dari luar negeri,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia menambahkan, Jatim masih memiliki kekuatan pada sektor pertanian dan peternakan. \u201cProduk pertanian, peternakan juga surplus. Itu salah satu kekuatan Jawa Timur,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun demikian, Adik memperkirakan gejolak ekonomi global akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah apabila berlangsung terlalu lama. \u201cPasti terkoreksi. Sekarang memang sudah bagus, tapi kalau kondisi ini terlalu lama, pertumbuhan ekonomi pasti terkoreksi,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, ia mendorong pemerintah melakukan realokasi anggaran, dari anggaran yang belum berdampak signifikan seperti pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk program-program yang mampu menggerakkan ekonomi dan menyerap tenaga kerja lebih besar, misalnya proyek pembangunan infrastruktur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPemerintah harus berani merealokasi anggaran. Infrastruktur itu menyerap tenaga kerja dan memicu perputaran ekonomi,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Adik juga meminta pemerintah memperkuat bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi. \u201cYang paling diperlukan sekarang bansos, bantuan tunai. Jadi daya beli masyarakat bisa naik lagi dan pengusaha juga terbantu,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski kondisi ekonomi global dinilai cukup berat, Adik mengaku tetap optimistis pemerintah memiliki langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. \u201cKita sebagai pengusaha nggak boleh berpikir negatif atau pesimistis. Kita percayakan pada pemerintah, tapi tetap harus memakai strategi-strategi untuk menjaga usaha tetap berjalan,\u201d pungkasnya.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya &#8211; Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Adik Dwi Putranto menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp17.646 per dolar AS mulai memberikan tekanan besar terhadap dunia usaha dan daya beli masyarakat. &#8220;Pelemahan nilai tukar rupiah memberikan dampak berlapis terhadap dunia usaha dan industri nasional. Setidaknya terdapat dampak utama [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":45561,"template":"","-kabar":[147,171],"class_list":["post-45560","kabar","type-kabar","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","-kabar-kadin-daerah","-kabar-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kenaikan Dolar AS Mulai Memakan Korban, Kadin Jatim Minta<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/kenaikan-dolar-as-mulai-memakan-korban-kadin-jatim-minta-pemerintah-realokasi-anggaran-kdmp\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenaikan Dolar AS Mulai Memakan Korban, Kadin Jatim Minta\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Surabaya &#8211; Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Adik Dwi Putranto menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp17.646 per dolar AS mulai memberikan tekanan besar terhadap dunia usaha dan daya beli masyarakat. &#8220;Pelemahan nilai tukar rupiah memberikan dampak berlapis terhadap dunia usaha dan industri nasional. Setidaknya terdapat dampak utama [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/kenaikan-dolar-as-mulai-memakan-korban-kadin-jatim-minta-pemerintah-realokasi-anggaran-kdmp\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kadin Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-22T10:24:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-05-21-at-20.00.47.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/kenaikan-dolar-as-mulai-memakan-korban-kadin-jatim-minta-pemerintah-realokasi-anggaran-kdmp\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/kenaikan-dolar-as-mulai-memakan-korban-kadin-jatim-minta-pemerintah-realokasi-anggaran-kdmp\\\/\",\"name\":\"Kenaikan Dolar AS Mulai Memakan Korban, Kadin Jatim Minta\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/kenaikan-dolar-as-mulai-memakan-korban-kadin-jatim-minta-pemerintah-realokasi-anggaran-kdmp\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/kenaikan-dolar-as-mulai-memakan-korban-kadin-jatim-minta-pemerintah-realokasi-anggaran-kdmp\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/WhatsApp-Image-2026-05-21-at-20.00.47.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-05-20T17:21:47+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-22T10:24:38+00:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/kenaikan-dolar-as-mulai-memakan-korban-kadin-jatim-minta-pemerintah-realokasi-anggaran-kdmp\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/kenaikan-dolar-as-mulai-memakan-korban-kadin-jatim-minta-pemerintah-realokasi-anggaran-kdmp\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/WhatsApp-Image-2026-05-21-at-20.00.47.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/WhatsApp-Image-2026-05-21-at-20.00.47.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":960},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/\",\"name\":\"KADIN Indonesia\",\"description\":\"Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Indonesian Chamber of Commerce and Industry)\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#organization\",\"name\":\"KADIN Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/kadin-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/kadin-logo.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"KADIN Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenaikan Dolar AS Mulai Memakan Korban, Kadin Jatim Minta","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/kenaikan-dolar-as-mulai-memakan-korban-kadin-jatim-minta-pemerintah-realokasi-anggaran-kdmp\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kenaikan Dolar AS Mulai Memakan Korban, Kadin Jatim Minta","og_description":"Surabaya &#8211; Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Adik Dwi Putranto menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp17.646 per dolar AS mulai memberikan tekanan besar terhadap dunia usaha dan daya beli masyarakat. &#8220;Pelemahan nilai tukar rupiah memberikan dampak berlapis terhadap dunia usaha dan industri nasional. Setidaknya terdapat dampak utama [&hellip;]","og_url":"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/kenaikan-dolar-as-mulai-memakan-korban-kadin-jatim-minta-pemerintah-realokasi-anggaran-kdmp\/","og_site_name":"Kadin Indonesia","article_modified_time":"2026-05-22T10:24:38+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":960,"url":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-05-21-at-20.00.47.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/kenaikan-dolar-as-mulai-memakan-korban-kadin-jatim-minta-pemerintah-realokasi-anggaran-kdmp\/","url":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/kenaikan-dolar-as-mulai-memakan-korban-kadin-jatim-minta-pemerintah-realokasi-anggaran-kdmp\/","name":"Kenaikan Dolar AS Mulai Memakan Korban, Kadin Jatim Minta","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/kenaikan-dolar-as-mulai-memakan-korban-kadin-jatim-minta-pemerintah-realokasi-anggaran-kdmp\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/kenaikan-dolar-as-mulai-memakan-korban-kadin-jatim-minta-pemerintah-realokasi-anggaran-kdmp\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-05-21-at-20.00.47.jpeg","datePublished":"2026-05-20T17:21:47+00:00","dateModified":"2026-05-22T10:24:38+00:00","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kadin.id\/kabar\/kenaikan-dolar-as-mulai-memakan-korban-kadin-jatim-minta-pemerintah-realokasi-anggaran-kdmp\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/kenaikan-dolar-as-mulai-memakan-korban-kadin-jatim-minta-pemerintah-realokasi-anggaran-kdmp\/#primaryimage","url":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-05-21-at-20.00.47.jpeg","contentUrl":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-05-21-at-20.00.47.jpeg","width":1280,"height":960},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kadin.id\/#website","url":"https:\/\/kadin.id\/","name":"KADIN Indonesia","description":"Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Indonesian Chamber of Commerce and Industry)","publisher":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kadin.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kadin.id\/#organization","name":"KADIN Indonesia","url":"https:\/\/kadin.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kadin.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/kadin-logo.png","contentUrl":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/kadin-logo.png","width":512,"height":512,"caption":"KADIN Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/kabar\/45560","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/kabar"}],"about":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/kabar"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45561"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45560"}],"wp:term":[{"taxonomy":"-kabar","embeddable":true,"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/-kabar?post=45560"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}