{"id":46164,"date":"2026-08-31T10:09:45","date_gmt":"2026-08-31T03:09:45","guid":{"rendered":"https:\/\/kadin.id\/?post_type=kabar&#038;p=46164"},"modified":"2026-08-31T10:30:52","modified_gmt":"2026-08-31T03:30:52","slug":"brics-oecd-jadi-dua-pintu-baru-ekonomi-indonesia-jatim-berpeluang-perkuat-pasar-dan-investasi","status":"publish","type":"kabar","link":"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/brics-oecd-jadi-dua-pintu-baru-ekonomi-indonesia-jatim-berpeluang-perkuat-pasar-dan-investasi\/","title":{"rendered":"BRICS and OECD Open New Economic Opportunities for Indonesia, East Java Poised to Expand Markets and Investment"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Surabaya<\/strong> &#8211; Keterlibatan Indonesia dalam BRICS dan proses aksesi menuju Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) membuka dua ruang strategis bagi perekonomian nasional. OECD dapat menjadi momentum memperkuat tata kelola, regulasi, standar dan iklim investasi, sementara BRICS membuka peluang perluasan pasar, investasi, pembiayaan, teknologi hingga rantai pasok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dampaknya dinilai akan terasa langsung di Jawa Timur (Jatim) yang memiliki basis industri, perdagangan, ekspor-impor, logistik, pangan dan manufaktur. Karena itu, kesiapan dunia usaha menjadi kunci agar peluang tersebut memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Jaring Masukan Teknis Bersama Para Pelaku Usaha dan Industri bertema \u201cMemahami Kepentingan Strategis Indonesia di OECD dan BRICS\u201d yang digelar Kementerian Luar Negeri RI bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI di Graha Kadin Jawa Timur, Surabaya, Kamis (27\/08\/2026).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketua Umum Kadin Provinsi Jatim Adik Dwi Putranto menegaskan, dunia usaha tidak perlu melihat OECD dan BRICS sebagai pilihan yang harus dipertentangkan. Keduanya justru dapat dimanfaatkan secara bersamaan untuk memperkuat posisi ekonomi Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJadi bagi Indonesia, persoalannya bukan OECD atau BRICS. Yang lebih penting adalah bagaimana kita dapat memanfaatkan OECD dan BRICS sekaligus untuk memperkuat posisi ekonomi nasional,\u201d kata Adik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Adik, keberhasilan kerja sama internasional harus diukur dari manfaat konkret, mulai peningkatan ekspor, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi hingga peningkatan kelas UMKM.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSemakin banyak pilihan yang kita miliki, semakin kuat posisi tawar kita. Karena itu, semangat \u2018mendayung di antara dua karang\u2019 tidak berarti kita takut berada di antara dua kekuatan. Justru kita harus memastikan bahwa Indonesia sendiri yang memegang kemudi, kepentingan nasional menjadi kompasnya, dan kesejahteraan rakyat menjadi tujuan akhirnya. OECD bukan tujuan akhir. BRICS juga bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah Indonesia,\u201d terang Adik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, Ketua Komite Tetap Business at OECD Kadin Indonesia Rina Zoet menilai Jatim memiliki posisi penting dalam melihat dampak nyata reformasi yang didorong OECD. Pertumbuhan ekonomi Jatim pada 2026 sebesar 5,33 persen, dengan kisaran proyeksi 4,9-5,7 persen, ditopang industri pengolahan, perdagangan, pertanian dan ekspor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKeberhasilan reformasi OECD akan sangat ditentukan oleh dampaknya terhadap pabrik, eksportir, pemasok, pekerja, dan UMKM Jawa Timur,\u201d kata Rina.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurutnya, peluang terbesar muncul ketika standar menjadi akses. Peningkatan kualitas, traceability dan efisiensi dapat membuka rantai pasok bernilai tambah bagi manufaktur. Kepastian aturan juga dapat menarik investasi, teknologi dan kemitraan jangka panjang, sementara digitalisasi dan dukungan kepatuhan membuka peluang UMKM masuk ke ekosistem industri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTransisi hijau juga menjadi peluang bisnis melalui efisiensi energi, circularity dan pembiayaan hijau. Di sisi lain, standar keterampilan dan keselamatan dapat meningkatkan kualitas pekerjaan dan produktivitas talenta,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Multilateral, Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri RI Masni Eriza mengatakan, forum tersebut menjadi ruang bagi pemerintah untuk mendengar langsung perspektif dunia usaha mengenai proses aksesi OECD dan keterlibatan Indonesia dalam BRICS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKehadiran kami di Surabaya adalah untuk berdialog dan mendengar secara langsung aspirasi serta perspektif kalangan pelaku usaha dan dunia kerja, terutama dalam hal-hal yang bersinggungan dengan OECD dan G20,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Masni, masukan dunia usaha penting karena kebijakan ekonomi internasional akan bersentuhan langsung dengan investasi, perdagangan dan industri. Sektor yang hadir juga menunjukkan luasnya kepentingan Jawa Timur terhadap perubahan tersebut, mulai eksportir kelapa, pengolahan hasil laut, peternakan, perkayuan, retail, makanan dan minuman hingga logistik dan pelayaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia menjelaskan, kompleksitas ekonomi global membuat Indonesia perlu memperkuat ketahanan melalui kerja sama yang luas dan adaptif. Indonesia, kata dia, selama ini menempatkan diri sebagai bridge builder yang dapat mempertemukan berbagai kekuatan ekonomi dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSemakin beragam pilihan yang kita miliki, semakin besar pula ruang gerak kita untuk menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masni menjelaskan, OECD merupakan forum kebijakan dan knowledge hub yang membantu negara menyusun kebijakan, mengembangkan standar dan berbagi best practices. Saat ini OECD memiliki 38 negara anggota dan delapan negara dalam proses aksesi, termasuk Indonesia bersama Tailan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari 240 instrumen OECD yang menjadi bagian proses aksesi Indonesia, sebanyak 45 instrumen telah sepenuhnya selaras, 181 selaras sebagian dan masih membutuhkan penyesuaian, sedangkan 13 instrumen belum sepenuhnya selaras.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Masni, proses aksesi bukan sekadar menyelaraskan aturan, tetapi memastikan penyesuaian tersebut tidak mengorbankan kepentingan nasional dan justru meningkatkan daya saing industri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJangan sampai upaya penyelarasan justru mengurangi daya saing kita dan industri. Sebaliknya, penyesuaian harus mampu memperkuat daya saing dunia usaha dan industri nasional,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, keanggotaan Indonesia di BRICS sejak Januari 2025 memperluas ruang kerja sama dengan negara berkembang dan emerging economies, terutama dalam perdagangan, keuangan, mata uang lokal, industri, energi dan sumber daya strategis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masni mengatakan perubahan peta perdagangan global harus dimanfaatkan untuk melakukan diversifikasi pasar, menarik investasi dan memperkuat produksi dalam negeri. Indonesia memiliki posisi strategis di sektor energi, mineral kritis, pangan, pupuk dan manufaktur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIndonesia harus mampu memanfaatkan perubahan dalam peta perdagangan global ini untuk memperkuat industri nasional. Perdagangan bukan hanya mengenai aktivitas jual beli, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat produksi, investasi, dan ketahanan ekonomi nasional,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih jauh, Pelaksana Tugas Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Cahyadi Yudodahono menambahkan, 38 negara anggota OECD merepresentasikan sekitar 80 persen perdagangan dunia dan 41,1 persen PDB dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIndonesia sendiri saat ini berada di peringkat ke-16 dunia berdasarkan PDB. Apabila Indonesia telah menjadi anggota OECD, posisi tersebut secara hipotetis akan menempatkan Indonesia sekitar peringkat ke-12 di antara negara-negara anggota OECD,\u201d pungkasnya.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya &#8211; Keterlibatan Indonesia dalam BRICS dan proses aksesi menuju Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) membuka dua ruang strategis bagi perekonomian nasional. OECD dapat menjadi momentum memperkuat tata kelola, regulasi, standar dan iklim investasi, sementara BRICS membuka peluang perluasan pasar, investasi, pembiayaan, teknologi hingga rantai pasok. Dampaknya dinilai akan terasa langsung di Jawa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":46166,"template":"","-kabar":[147,171],"class_list":["post-46164","kabar","type-kabar","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","-kabar-kadin-daerah","-kabar-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>BRICS-OECD Jadi Dua Pintu Baru Ekonomi Indonesia, Jatim Berpeluang Perkuat Pasar dan Investasi - Kadin Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/brics-oecd-jadi-dua-pintu-baru-ekonomi-indonesia-jatim-berpeluang-perkuat-pasar-dan-investasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"BRICS-OECD Jadi Dua Pintu Baru Ekonomi Indonesia, Jatim Berpeluang Perkuat Pasar dan Investasi - Kadin Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Surabaya &#8211; Keterlibatan Indonesia dalam BRICS dan proses aksesi menuju Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) membuka dua ruang strategis bagi perekonomian nasional. OECD dapat menjadi momentum memperkuat tata kelola, regulasi, standar dan iklim investasi, sementara BRICS membuka peluang perluasan pasar, investasi, pembiayaan, teknologi hingga rantai pasok. Dampaknya dinilai akan terasa langsung di Jawa [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/brics-oecd-jadi-dua-pintu-baru-ekonomi-indonesia-jatim-berpeluang-perkuat-pasar-dan-investasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kadin Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-31T03:30:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/kadinjatim1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"766\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"426\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/brics-oecd-jadi-dua-pintu-baru-ekonomi-indonesia-jatim-berpeluang-perkuat-pasar-dan-investasi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/brics-oecd-jadi-dua-pintu-baru-ekonomi-indonesia-jatim-berpeluang-perkuat-pasar-dan-investasi\\\/\",\"name\":\"BRICS-OECD Jadi Dua Pintu Baru Ekonomi Indonesia, Jatim Berpeluang Perkuat Pasar dan Investasi - Kadin Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/brics-oecd-jadi-dua-pintu-baru-ekonomi-indonesia-jatim-berpeluang-perkuat-pasar-dan-investasi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/brics-oecd-jadi-dua-pintu-baru-ekonomi-indonesia-jatim-berpeluang-perkuat-pasar-dan-investasi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/kadinjatim1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-08-31T03:09:45+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-31T03:30:52+00:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/brics-oecd-jadi-dua-pintu-baru-ekonomi-indonesia-jatim-berpeluang-perkuat-pasar-dan-investasi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/brics-oecd-jadi-dua-pintu-baru-ekonomi-indonesia-jatim-berpeluang-perkuat-pasar-dan-investasi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/kadinjatim1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/kadinjatim1.jpg\",\"width\":766,\"height\":426},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/\",\"name\":\"KADIN Indonesia\",\"description\":\"Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Indonesian Chamber of Commerce and Industry)\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#organization\",\"name\":\"KADIN Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/kadin-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/kadin-logo.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"KADIN Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"BRICS-OECD Jadi Dua Pintu Baru Ekonomi Indonesia, Jatim Berpeluang Perkuat Pasar dan Investasi - Kadin Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/brics-oecd-jadi-dua-pintu-baru-ekonomi-indonesia-jatim-berpeluang-perkuat-pasar-dan-investasi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"BRICS-OECD Jadi Dua Pintu Baru Ekonomi Indonesia, Jatim Berpeluang Perkuat Pasar dan Investasi - Kadin Indonesia","og_description":"Surabaya &#8211; Keterlibatan Indonesia dalam BRICS dan proses aksesi menuju Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) membuka dua ruang strategis bagi perekonomian nasional. OECD dapat menjadi momentum memperkuat tata kelola, regulasi, standar dan iklim investasi, sementara BRICS membuka peluang perluasan pasar, investasi, pembiayaan, teknologi hingga rantai pasok. Dampaknya dinilai akan terasa langsung di Jawa [&hellip;]","og_url":"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/brics-oecd-jadi-dua-pintu-baru-ekonomi-indonesia-jatim-berpeluang-perkuat-pasar-dan-investasi\/","og_site_name":"Kadin Indonesia","article_modified_time":"2026-08-31T03:30:52+00:00","og_image":[{"width":766,"height":426,"url":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/kadinjatim1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/brics-oecd-jadi-dua-pintu-baru-ekonomi-indonesia-jatim-berpeluang-perkuat-pasar-dan-investasi\/","url":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/brics-oecd-jadi-dua-pintu-baru-ekonomi-indonesia-jatim-berpeluang-perkuat-pasar-dan-investasi\/","name":"BRICS-OECD Jadi Dua Pintu Baru Ekonomi Indonesia, Jatim Berpeluang Perkuat Pasar dan Investasi - Kadin Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/brics-oecd-jadi-dua-pintu-baru-ekonomi-indonesia-jatim-berpeluang-perkuat-pasar-dan-investasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/brics-oecd-jadi-dua-pintu-baru-ekonomi-indonesia-jatim-berpeluang-perkuat-pasar-dan-investasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/kadinjatim1.jpg","datePublished":"2026-08-31T03:09:45+00:00","dateModified":"2026-08-31T03:30:52+00:00","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kadin.id\/kabar\/brics-oecd-jadi-dua-pintu-baru-ekonomi-indonesia-jatim-berpeluang-perkuat-pasar-dan-investasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/brics-oecd-jadi-dua-pintu-baru-ekonomi-indonesia-jatim-berpeluang-perkuat-pasar-dan-investasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/kadinjatim1.jpg","contentUrl":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/kadinjatim1.jpg","width":766,"height":426},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kadin.id\/#website","url":"https:\/\/kadin.id\/","name":"KADIN Indonesia","description":"Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Indonesian Chamber of Commerce and Industry)","publisher":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kadin.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kadin.id\/#organization","name":"KADIN Indonesia","url":"https:\/\/kadin.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kadin.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/kadin-logo.png","contentUrl":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/kadin-logo.png","width":512,"height":512,"caption":"KADIN Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/kabar\/46164","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/kabar"}],"about":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/kabar"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46166"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46164"}],"wp:term":[{"taxonomy":"-kabar","embeddable":true,"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/-kabar?post=46164"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}