{"id":46575,"date":"2026-10-15T18:32:00","date_gmt":"2026-10-15T11:32:00","guid":{"rendered":"https:\/\/kadin.id\/?post_type=kabar&#038;p=46575"},"modified":"2026-10-15T18:32:00","modified_gmt":"2026-10-15T11:32:00","slug":"james-t-riady-cepa-jangan-hanya-di-atas-kertas-uni-eropa-harus-bangun-industri-di-indonesia","status":"publish","type":"kabar","link":"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/james-t-riady-cepa-jangan-hanya-di-atas-kertas-uni-eropa-harus-bangun-industri-di-indonesia\/","title":{"rendered":"James T. Riady: CEPA Jangan Hanya di Atas Kertas, Uni Eropa Harus Bangun Industri di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>Tangerang, Banten<\/strong> &#8211; Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Indonesia James T. Riady mengajak pelaku usaha dan pemerintah mengubah Indonesia\u2013European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) menjadi kerja sama nyata yang menghasilkan investasi, membangun industri, memperbesar ekspor, dan menciptakan lapangan kerja. Hubungan Indonesia dan Uni Eropa, menurut dia, harus melampaui perdagangan komoditas dan mesin menuju kemitraan untuk membangun kapasitas produksi bersama.<\/p>\n<p>\u201cKesepakatan ini penting. Namun, sebuah kesepakatan dengan sendirinya tidak menghasilkan ekspor, membangun pabrik, menciptakan lapangan kerja, ataupun mendatangkan investasi. Dunia usahalah yang melakukannya,\u201d ujar James dalam pidato utama bertajuk \u201cUnlocking the EU Market: From Agreement to Strategic Partnership\u201d di Indonesia Convention Exhibition, Kamis (15\/10\/2026).<\/p>\n<p>Karena itu, ia mengingatkan agar Indonesia dan Uni Eropa tidak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk merayakan kesepakatan. Pertanyaan yang lebih penting adalah perubahan konkret apa yang akan dilakukan pemerintah dan dunia usaha untuk memanfaatkan peluang tersebut.<\/p>\n<p>James menilai momentum penguatan hubungan Indonesia\u2013Uni Eropa hadir ketika perdagangan internasional menghadapi ketidakpastian besar. Fragmentasi geopolitik membuat kebijakan perdagangan semakin dipengaruhi kepentingan strategis, mulai dari tarif, pengembangan industri, mineral kritis, dan ketahanan energi hingga kedaulatan teknologi serta keamanan rantai pasok.<\/p>\n<p>Namun, ketidakpastian tersebut tidak menghentikan perdagangan, teknologi, dan investasi. Rantai pasok terus menyesuaikan diri, pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan membuka kebutuhan baru, sementara Asia tetap menjadi sumber pertumbuhan.<\/p>\n<p>\u201cDunia tidak sedang mengalami deglobalisasi. Dunia sedang menata ulang dirinya,\u201d kata James. Dalam proses penataan itu, Indonesia dan Eropa memiliki kesempatan untuk memilih satu sama lain sebagai mitra strategis.<\/p>\n<p>Bagi Eropa, diversifikasi hubungan ekonomi semakin penting untuk memperoleh pasar baru, sumber pertumbuhan, mitra manufaktur, energi, dan sumber daya kritis. Indonesia memiliki modal untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa, pasar domestik yang berkembang, sumber daya, serta posisi strategis di ASEAN.<\/p>\n<p>James juga menyoroti sikap Indonesia yang menjaga hubungan dengan berbagai negara. Kemitraan ekonomi, menurut dia, tidak harus mensyaratkan keberpihakan politik yang eksklusif. Pendekatan tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi penghubung ekonomi di tengah dunia yang semakin terfragmentasi.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Eropa membawa modal, teknologi, kemampuan industri, keahlian rekayasa, farmasi, layanan kesehatan, teknologi hijau, lembaga riset, serta pasar konsumen dengan standar tinggi. Kekuatan yang saling melengkapi ini seharusnya menjadi fondasi hubungan yang lebih produktif.<\/p>\n<p>\u201cHubungan ini jangan sekadar Indonesia menjual komoditas ke Eropa, lalu Eropa menjual mesin ke Indonesia. Itu hubungan lama. Hubungan berikutnya haruslah Eropa dan Indonesia membangun bersama,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Dalam paparannya, James menyebut perdagangan barang kedua pihak telah mencapai hampir 29 miliar euro per tahun, dengan Uni Eropa menjadi mitra dagang terbesar keempat Indonesia. Sementara itu, posisi investasi langsung Uni Eropa di Indonesia mencapai sekitar 24,7 miliar euro pada 2024. Meski berarti, angka tersebut dinilainya masih dapat ditingkatkan mengingat besarnya kapasitas ekonomi kedua pihak.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, setelah diimplementasikan, IEU-CEPA akan menghapus tarif pada lebih dari 98% pos tarif. Cakupan kesepakatan juga menyentuh jasa, investasi, prosedur kepabeanan, perdagangan digital, standar, dan berbagai aspek yang menentukan kemudahan perusahaan menjalankan usaha.<\/p>\n<p>Namun, James mengingatkan bahwa penghapusan tarif baru membuka pintu. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan perusahaan Indonesia mampu masuk dan bersaing di pasar Eropa.<\/p>\n<p>Konsumen dan pelaku usaha Eropa menuntut mutu, sertifikasi, ketertelusuran, keberlanjutan, serta akuntabilitas emisi karbon. Eksportir juga harus menghadapi ketentuan seperti regulasi antideforestasi Uni Eropa atau EUDR, mekanisme penyesuaian karbon lintas batas atau CBAM, standar pangan, persyaratan teknis, aturan kemasan, dan tanggung jawab produk.<\/p>\n<p>\u201cPenghapusan tarif tidak otomatis membuat perusahaan Indonesia kompetitif. Karena itu, tahap berikutnya harus berfokus pada kesiapan dunia usaha, bukan hanya akses pasar,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Untuk mewujudkan kesiapan tersebut, James mengusulkan tiga langkah. Pertama, menjadikan IEU-CEPA sebagai program pengembangan eksportir. Kadin, pemerintah, komunitas bisnis Eropa, dan perwakilan diplomatik perlu mengidentifikasi sekitar 100 perusahaan beserta produk Indonesia yang benar-benar berpeluang memperbesar penjualan ke Eropa.<\/p>\n<p>Pendampingannya harus spesifik, mulai dari menentukan pasar dan calon pembeli hingga memenuhi sertifikasi, memperoleh pembiayaan, menyiapkan logistik, serta mengatasi hambatan regulasi. Sektor potensial mencakup tekstil, alas kaki, furnitur, pangan, perikanan, hasil pertanian olahan, barang konsumsi, produk kreatif, komponen, dan jasa digital.<\/p>\n<p>Keberhasilan program, katanya, harus diukur dari bertambahnya perusahaan yang mampu mengekspor secara berarti ke Eropa dalam tiga tahun mendatang. Jumlah seminar tidak boleh menjadi ukuran utama.<\/p>\n<p>Kedua, Indonesia perlu membalik arah percakapan: bukan hanya bagaimana menjual lebih banyak ke Eropa, tetapi juga apa yang dapat dibangun perusahaan Eropa di Indonesia.<\/p>\n<p>James mengusulkan penjajakan kemitraan pada manufaktur maju, kesehatan dan farmasi, transisi energi, pengolahan pangan, infrastruktur digital dan kecerdasan buatan, transportasi, teknologi industri, pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia. Melalui langkah itu, hubungan perdagangan dapat berkembang menjadi investasi dan kegiatan produksi.<\/p>\n<p>Perusahaan Eropa, menurut dia, perlu melihat Indonesia sebagai basis produksi untuk melayani ASEAN dan pasar Asia yang lebih luas, sekaligus sebagai pasar domestik yang besar.<\/p>\n<p>Ketiga, pemerintah dan dunia usaha perlu menyusun indikator evaluasi implementasi yang ditinjau setiap tahun. Evaluasi tersebut harus mencatat pertumbuhan perdagangan dan investasi, jumlah eksportir baru, perusahaan Eropa yang menambah produksi di Indonesia, penciptaan lapangan kerja, serta hambatan regulasi yang telah dihapus maupun masih tersisa.<\/p>\n<p>James menegaskan, pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi menuju Indo-Pasifik justru memperbesar kebutuhan Eropa untuk membangun kemitraan dengan Indonesia. Hubungan itu tidak harus mengorbankan kerja sama dengan Tiongkok, India, Jepang, Korea, atau negara lain.<\/p>\n<p>\u201cDatanglah bukan hanya untuk menjual kepada kami. Datanglah untuk membangun bersama kami,\u201d ujarnya. Ajakan itu mencakup pembangunan pabrik, sistem energi, kapasitas farmasi, dan infrastruktur digital, disertai pelatihan tenaga kerja, pengembangan pemasok, serta penelitian.<\/p>\n<p>Pada saat yang sama, perusahaan Indonesia harus menunjukkan kesungguhan untuk meningkatkan kemampuan. \u201cEropa tidak akan menurunkan standarnya karena kita menandatangani CEPA. Kitalah yang harus meningkatkan standar kita,\u201d tegas James.<\/p>\n<p>Baginya, keberhasilan IEU-CEPA pada akhirnya akan terlihat dari perusahaan yang siap, pasar yang jelas, standar yang terpenuhi, investasi yang terealisasi, pabrik yang dibangun, ekspor yang dikirim, dan lapangan kerja yang tercipta. Hasil-hasil konkret itulah yang akan mengubah kesepakatan dagang menjadi kemitraan strategis bagi masa depan Indonesia dan Eropa.<\/p>\n<p><em><strong>Sumber: <a href=\"https:\/\/investortrust.id\/macro\/119373\/james-riady-cepa-jangan-hanya-di-atas-kertas-uni-eropa-harus-bangun-industri-di-indonesia\">Investortrust.id<\/a><\/strong><\/em><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tangerang, Banten &#8211; Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Indonesia James T. Riady mengajak pelaku usaha dan pemerintah mengubah Indonesia\u2013European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) menjadi kerja sama nyata yang menghasilkan investasi, membangun industri, memperbesar ekspor, dan menciptakan lapangan kerja. Hubungan Indonesia dan Uni Eropa, menurut dia, harus melampaui perdagangan komoditas dan mesin menuju kemitraan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":46576,"template":"","-kabar":[146,172],"class_list":["post-46575","kabar","type-kabar","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","-kabar-kadin-indonesia","-kabar-pusat"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>James T. Riady: CEPA Jangan Hanya di Atas Kertas, Uni Eropa Harus Bangun Industri di Indonesia - Kadin Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/james-t-riady-cepa-jangan-hanya-di-atas-kertas-uni-eropa-harus-bangun-industri-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"James T. Riady: CEPA Jangan Hanya di Atas Kertas, Uni Eropa Harus Bangun Industri di Indonesia - Kadin Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tangerang, Banten &#8211; Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Indonesia James T. Riady mengajak pelaku usaha dan pemerintah mengubah Indonesia\u2013European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) menjadi kerja sama nyata yang menghasilkan investasi, membangun industri, memperbesar ekspor, dan menciptakan lapangan kerja. Hubungan Indonesia dan Uni Eropa, menurut dia, harus melampaui perdagangan komoditas dan mesin menuju kemitraan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/james-t-riady-cepa-jangan-hanya-di-atas-kertas-uni-eropa-harus-bangun-industri-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kadin Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-10-15-at-18.18.39.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/james-t-riady-cepa-jangan-hanya-di-atas-kertas-uni-eropa-harus-bangun-industri-di-indonesia\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/james-t-riady-cepa-jangan-hanya-di-atas-kertas-uni-eropa-harus-bangun-industri-di-indonesia\\\/\",\"name\":\"James T. Riady: CEPA Jangan Hanya di Atas Kertas, Uni Eropa Harus Bangun Industri di Indonesia - Kadin Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/james-t-riady-cepa-jangan-hanya-di-atas-kertas-uni-eropa-harus-bangun-industri-di-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/james-t-riady-cepa-jangan-hanya-di-atas-kertas-uni-eropa-harus-bangun-industri-di-indonesia\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/WhatsApp-Image-2026-10-15-at-18.18.39.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-10-15T11:32:00+00:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/james-t-riady-cepa-jangan-hanya-di-atas-kertas-uni-eropa-harus-bangun-industri-di-indonesia\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/kabar\\\/james-t-riady-cepa-jangan-hanya-di-atas-kertas-uni-eropa-harus-bangun-industri-di-indonesia\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/WhatsApp-Image-2026-10-15-at-18.18.39.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/WhatsApp-Image-2026-10-15-at-18.18.39.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":960},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/\",\"name\":\"KADIN Indonesia\",\"description\":\"Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Indonesian Chamber of Commerce and Industry)\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#organization\",\"name\":\"KADIN Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/kadin-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/kadin-logo.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"KADIN Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kadin.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"James T. Riady: CEPA Jangan Hanya di Atas Kertas, Uni Eropa Harus Bangun Industri di Indonesia - Kadin Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/james-t-riady-cepa-jangan-hanya-di-atas-kertas-uni-eropa-harus-bangun-industri-di-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"James T. Riady: CEPA Jangan Hanya di Atas Kertas, Uni Eropa Harus Bangun Industri di Indonesia - Kadin Indonesia","og_description":"Tangerang, Banten &#8211; Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Indonesia James T. Riady mengajak pelaku usaha dan pemerintah mengubah Indonesia\u2013European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) menjadi kerja sama nyata yang menghasilkan investasi, membangun industri, memperbesar ekspor, dan menciptakan lapangan kerja. Hubungan Indonesia dan Uni Eropa, menurut dia, harus melampaui perdagangan komoditas dan mesin menuju kemitraan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/kadin.id\/en\/kabar\/james-t-riady-cepa-jangan-hanya-di-atas-kertas-uni-eropa-harus-bangun-industri-di-indonesia\/","og_site_name":"Kadin Indonesia","og_image":[{"width":1280,"height":960,"url":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-10-15-at-18.18.39.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/james-t-riady-cepa-jangan-hanya-di-atas-kertas-uni-eropa-harus-bangun-industri-di-indonesia\/","url":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/james-t-riady-cepa-jangan-hanya-di-atas-kertas-uni-eropa-harus-bangun-industri-di-indonesia\/","name":"James T. Riady: CEPA Jangan Hanya di Atas Kertas, Uni Eropa Harus Bangun Industri di Indonesia - Kadin Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/james-t-riady-cepa-jangan-hanya-di-atas-kertas-uni-eropa-harus-bangun-industri-di-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/james-t-riady-cepa-jangan-hanya-di-atas-kertas-uni-eropa-harus-bangun-industri-di-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-10-15-at-18.18.39.jpeg","datePublished":"2026-10-15T11:32:00+00:00","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kadin.id\/kabar\/james-t-riady-cepa-jangan-hanya-di-atas-kertas-uni-eropa-harus-bangun-industri-di-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kadin.id\/kabar\/james-t-riady-cepa-jangan-hanya-di-atas-kertas-uni-eropa-harus-bangun-industri-di-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-10-15-at-18.18.39.jpeg","contentUrl":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-10-15-at-18.18.39.jpeg","width":1280,"height":960},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kadin.id\/#website","url":"https:\/\/kadin.id\/","name":"KADIN Indonesia","description":"Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Indonesian Chamber of Commerce and Industry)","publisher":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kadin.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kadin.id\/#organization","name":"KADIN Indonesia","url":"https:\/\/kadin.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kadin.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/kadin-logo.png","contentUrl":"https:\/\/kadin.id\/wp-content\/uploads\/kadin-logo.png","width":512,"height":512,"caption":"KADIN Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/kadin.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/kabar\/46575","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/kabar"}],"about":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/kabar"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46576"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"-kabar","embeddable":true,"href":"https:\/\/kadin.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/-kabar?post=46575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}