KadinSelasa, 19 Mei 2020


Kadin dan KKP Berikan Bantuan untuk Nelayan Muara Baru


Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan 2.000 paket sembako dan olah ikan untuk nelayan di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta.

 

Kegiatan itu merupakan instruksi Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, sebagai salah satu upaya membantu nelayan di tengah pandemi Covid-19 yang didukung para pelaku usaha di Kadin. Saat ini, dirinya gencar mengajak pelaku usaha perikanan untuk terus aktif memberi bantuan ke masyarakat. Terutama nelayan di sekitar pelabuhan perikanan yang terdampak pandemi Covid-19.


"Terima kasih kepada pelaku usaha yang sudah turut membantu. Saya harap, kita terus melakukan aksi serupa untuk menolong saudara-saudara kita," kata Menteri Edhy. 


Menteri Edhy berpesan kepada nelayan, anak buah kapal, dan masyarakat untuk tetap waspada saat beraktivitas dan menjaga daya tahan tubuh dengan makan ikan yang kaya gizi dan protein. 


Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto mengungkapkan, pihaknya menyambut baik dan ikut aktif berpartisipasi mendukung program pemerintah dalam penyerahan bantuan untuk nelayan. "Kami ingin berkontribusi dalam program ini. Sebagian dari bantuan adalah hasil penggalangan dari teman-teman Kadin,” tutur dia, Senin (18/5).


Bantuan paket sembako itu terdiri dari beras, gula, mi instan, minyak goreng, produk-produk perikanan dan juga masker. Tidak hanya nelayan, sembako juga diberikan kepada para Anak Buah Kapal (ABK) dan tim kebersihan pelabuhan.


Yugi mengatakan, bantuan itu diharapkan bisa menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah, pengusaha dan nelayan. Meskipun pandemi Covid-19 cukup berimbas pada perekonomian dan juga sektor usaha kelautan dan perikanan, pihaknya berharap agar nelayan tetap produktif dan bekerja dengan giat.


“Memang sekarang ini kondisinya sedang tidak kondusif ya, semuanya terimbas. Pengusaha hingga nelayan juga. Saya dapat laporan, banyak dari mereka kesulitan menjual hasil tangkapan, demikian juga pengusaha agak kesulitan karena tujuan market-nya berkurang. Kami juga sudah menyampaikan ke pemerintah untuk dapat menyerap hasil produksi nelayan,” kata Yugi. 


Dia mengatakan, selain susahnya mencari pembeli, saat ini nelayan dihadapkan pada permasalahan gejolak harga yang tidak stabil terhadap hasil tangkapan. Sehingga, hal ini menyebabkan pendapatan nelayan yang ikut menurun. 


“Upaya yang diperlukan saat ini adalah bagaimana membuat iklim usaha kelautan dan perikanan tetap terjaga. Kami, dari pengusaha optimistis bisa melalui tantangan ini. Kita harapkan nelayan pun demikian. Kami harapkan pemerintah bisa memperhatikan semua aspek dari hulu sampai  hilir, agar dampak Covid-19 bisa diminimalisir,” tandasnya.


Yugi mengungkapkan, volume produksi nelayan cukup baik dan industri masih bisa bertahan dengan kapasitas yang ada untuk 2-3 bulan ke depan masa pengolahan. “Tuna, cakalang, dan tongkol harga dan permintaan pasarnya masih cukup bagus,” kata dia. 


Kepala Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman, Irawan menambahkan, bahwa hasil tangkapan nelayan di daerahnya mengalami kenaikan daripada tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 volume produksi ikan total mencapai 153.991 Ton, naik pada tahun 2019 menjadi 163.851 Ton.


Volume produksi pada bulan April 2020 mencapai 15.367 Ton, mengalami kenaikan jika dibandingnkan dari April 2019 yang mencapai 13.346 Ton dan April 2018 yang hanya mencapai 12.227 ton.


“Trend-nya memang meningkat. Produktivitas nelayan di sini sudah cukup baik. Kami juga berharap pandemi ini tidak akan berdampak lebih dalam bagi nelayan,” pungkasnya.



##  



Berita Terbaru
Peduli Nelayan, KADIN Gandeng JNM Salurkan Bantuan Paket Sembako
Belum pulihnya kondisi pasar perikanan dalam dua bulan terakhir mengakibatkan banyak nelayan kecil mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok keluarganya.
SelengkapnyaKadin