KadinSenin, 29 Juni 2020


Terancam Resesi, Pelaku Usaha Masih Optimistis


Di tengah prediksi bahwa resesi bakal menghantam Indonesia, pelaku usaha menyatakan bahwa kondisi ekonomi kuartal III/2020, dapat diselamatkan dari pertumbuhan negatif dengan pelaksanaan sejumlah langkah strategis.


Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, perekonomian RI pada kuartal III/2020 masih berpeluang tetap tumbuh positif meski tak setinggi tahun lalu. Menurutnya, kinerja periode itu bakal amat ditentukan pada performa sektor jasa perbankan, jasa komunikasi, dan kesehatan.


"Sektor primer seperti pangan, transportasi, energi dan manufaktur tertentu seperti makanan minuman, kertas dan logam dasar masih bisa diharapkan punya kinerja yang positif meskipun tidak sebaik prapandemi," kata Shinta.


Sektor ritel pun diharapkannya dapat tumbuh lebih baik pada kuartal III/2020 apabila daya beli masyarakat terus pulih dan didukung dengan perbaikan iklim usaha. Dengan demikian, potensi peningkatan investasi, lapangan pekerjaan, dan perdagangan pun dapat tumbuh lebih tinggi.


"Secara khusus kita bisa memanfaatkan kerja sama IA-CEPA yang mulai aktif pada kuartal III/2020," ujarnya.


Meski menaruh proyeksi yang cukup optimis, Shinta menyoroti bahwa kondisi tersebut hanya akan tercapai jika pandemi tidak semakin parah dan memicu kebijakan pengendalian wabah yang ketat.


Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2020 pun bisa dicapai bila distribusi stimulus kepada masyarakat dan pelaku usaha yang kehabisan modal semakin lancar.


"Distribusi stimulus ini yang utama pada sektor padat karya dan UMKM sehingga PHK dan gulung tikar tidak bertambah dari yang ada saat ini. Tanpa stimulus yang lancar, pelaku usaha perlu waktu lebih lama untuk bangkit," jelas Shinta.






Dilansir dari Bisnis.com

Berita Terbaru
Kadin Jatim Dorong Pengusaha Manfaatkan Stimulus Pajak
Utamanya bagi wajib pajak yang terdampak Covid-19.
SelengkapnyaKadin