Karawang – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan apresiasi atas keputusan LiuGong menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur sekaligus pusat ekspor (export hub) untuk melayani pasar global.
Hal tersebut disampaikan Anin sapaan akrabnya saat memberikan sambutan dalam acara LiuGong’s Groundbreaking Ceremony pembangunan fasilitas manufaktur alat berat terpadu di Karawang Artha Industrial Hill, Karawang, Jawa Barat, Rabu (22/07/2026).
“Saya, atas nama Kamar Dagang dan Industri Indonesia, mengucapkan selamat kepada keluarga besar LiuGong atas dimulainya pembangunan fasilitas manufaktur alat berat terpadu di Karawang ini. Kami juga mengucapkan selamat karena telah memilih Indonesia sebagai hub untuk melakukan ekspor ke seluruh dunia,” ujar Anin.
Anin mengapresiasi komitmen investasi LiuGong yang mencapai sekitar Rp5,2 triliun di atas lahan seluas 27 hektare dengan kapasitas produksi hingga 3.000 unit alat berat per tahun. Menurut Anin, investasi tersebut sangat strategis dalam mendukung kebutuhan alat berat di tengah percepatan hilirisasi dan industrialisasi nasional, khususnya di sektor mineral.
“Kami bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI berjuang menghadirkan investasi seperti ini. Nilai investasinya sangat berarti dan akan membantu memenuhi kebutuhan alat berat seiring percepatan hilirisasi dan industrialisasi di Indonesia,” kata Anin.
Anin juga mengapresiasi kolaborasi LiuGong dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam pengembangan sumber daya manusia.
“Investasi bukan hanya soal modal, tetapi juga investasi pada sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan yang sangat dibutuhkan Indonesia,” ujar Anin.
Lebih lanjut, Anin menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Itulah kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan menuju 8 persen, sekaligus memastikan pembangunan yang inklusif dengan melibatkan pelaku usaha lokal,” ujar Anin.
Di akhir sambutannya, Anin menilai investasi LiuGong akan memberikan sedikitnya tiga manfaat utama bagi Indonesia. Pertama, mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi. Kedua, membuka lapangan kerja.
“Ketiga, memperkuat pembangunan infrastruktur yang akan memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional. Apalagi Indonesia dipilih sebagai export hub, ini tentu sangat membanggakan,” kata Anin.
Anin berharap investasi LiuGong dapat menjadi inspirasi bagi semakin banyak perusahaan Tiongkok untuk menanamkan modal di Indonesia.
“Mudah-mudahan kerja sama ini bukan hanya sukses, tetapi juga menjadi inspirasi bagi lebih banyak perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia. Investasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Anin.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Umum Bidang Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Kukrit Suryo Wicaksono