KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Indonesia-Thailand Business Forum: Kadin Optimistis Nilai Perdagangan Tembus 30 Miliar Dolar AS pada 2030

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Thai Chamber of Commerce Indonesia (TCCI) menyelenggarakan Indonesia-Thailand Business Forum bertajuk “Advancing the Indonesia-Thailand Strategic Partnership: Building Integrated Value Chains in Industry, Services, and the Halal Economy” bertepatan dengan kunjungan resmi Perdana Menteri Kerajaan Tailan H.E. Anutin Charnvirakul ke Indonesia. Forum tersebut berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Selasa (04/08/2026).

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan forum bisnis tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat dialog dan kolaborasi antara pelaku usaha Indonesia dan Tailan. Menurut Anin sapaan akrabnya, penyelenggaraan forum ini merupakan bagian dari mandat Kadin Indonesia sebagai representasi resmi dunia usaha nasional.

Dituturkan Anin, hubungan Indonesia dan Tailan telah terjalin jauh sebelum lahirnya ASEAN maupun terbentuknya negara modern saat ini. Selama berabad-abad, kedua bangsa telah terhubung melalui jalur perdagangan maritim, pertukaran budaya, serta hubungan antar-kerajaan di kawasan Asia Tenggara.

“Sejarah menunjukkan bahwa persahabatan Indonesia dan Tailan telah berlangsung selama berabad-abad. Kita saling bertukar barang, gagasan, dan tradisi. Bahkan hingga kini berbagai peninggalan sejarah menjadi pengingat bahwa perjalanan kedua bangsa selalu saling berkaitan,” kata Anin.

Anin juga menyoroti kunjungan Perdana Menteri Kerajaan Tailan ke Indonesia yang merupakan kunjungan pertama dalam 15 tahun terakhir. Menurut Anin, momentum tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemitraan strategis kedua negara.

Sebagai dua ekonomi terbesar di ASEAN, Indonesia dan Tailan, Lanjut Anin, memiliki potensi yang sangat besar. Dengan populasi gabungan sekitar 357 juta jiwa dan nilai ekonomi mendekati 2 triliun dolar AS, kedua negara dinilai memiliki peluang untuk memperluas kerja sama perdagangan maupun investasi.

“Saat ini nilai perdagangan bilateral telah mencapai sekitar 17,5 miliar dolar AS. Kami optimistis target peningkatan menjadi 30 miliar dolar AS pada 2030 dapat diwujudkan, seiring dengan semakin eratnya hubungan investasi dan hubungan antar-masyarakat kedua negara,” ujar Anin.

Anin menegaskan Indonesia dan Tailan juga memiliki komitmen yang sama dalam memperkuat multilateralisme serta menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan. Sebagai negara pendiri ASEAN, kedua negara memiliki peran strategis dalam mendorong integrasi ekonomi regional.

Anin menyampaikan dukungan Kadin Indonesia terhadap kepemimpinan Tailan sebagai Ketua ASEAN pada 2028 melalui kolaborasi dengan ASEAN Business Advisory Council maupun APEC Business Advisory Council.

Lebih lanjut, Anin turut mengapresiasi peluncuran Strategic Partnership Plan 2026-2030 oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kerajaan Tailan H.E. Anutin Charnvirakul sebagai arah baru hubungan bilateral kedua negara.

Anin menambahkan forum bisnis kali ini memfokuskan kerja sama pada sektor ekonomi halal, jasa, hilirisasi, serta manufaktur yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya saing kedua negara. Anin meyakini Indonesia dan Tailan memiliki peluang menjadi pemimpin dunia di sejumlah sektor strategis apabila mampu menggabungkan inovasi dengan skala ekonomi yang dimiliki kedua negara.

“Pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia dan Tailan mampu bersaing, tetapi apakah kita bisa menjadi yang terbaik di dunia pada bidang tertentu. Saya percaya jawabannya adalah bisa, jika kita mengedepankan inovasi dalam skala besar,” kata Anin.

Anin juga menyebut sektor pangan sebagai bidang yang paling potensial untuk dikembangkan bersama. Tailan, menurut Anin, telah dikenal dunia sebagai negara dengan keunggulan pertanian melalui produk seperti beras melati dan buah-buahan tropis, sementara Indonesia memiliki sumber daya alam, keanekaragaman hayati, serta kapasitas produksi dalam skala besar.

“Ketika skala Indonesia dipadukan dengan keunggulan Tailan, kita dapat menghadirkan solusi pangan bagi dunia. Mari membangun bukan hanya untuk kepentingan kedua negara, tetapi juga untuk masyarakat global,” ujar Anin.

Anin mengajak dunia usaha kedua negara untuk terus meningkatkan perdagangan, investasi, kolaborasi antar-pengusaha, serta mendorong inovasi bersama demi menciptakan kemakmuran yang lebih inklusif.

“Sejarah telah mempertemukan kita, dunia usaha memperkuat hubungan itu, dan inovasi akan menentukan masa depan kita. Indonesia membawa skala, Tailan membawa keunggulan. Bersama-sama, kita dapat menciptakan kemakmuran yang lebih besar, bukan hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi dunia,” terang Anin.

Dalam kesempatan yang sama, Perdana Menteri Kerajaan Tailan H.E. Anutin Charnvirakul menyambut baik semakin eratnya hubungan bisnis antara Indonesia dan Thailand. Menurutnya, kedua negara masih memiliki ruang yang sangat besar untuk meningkatkan investasi, perdagangan, dan berbagai bentuk kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh sektor swasta di negara ini. Izinkan saya menegaskan bahwa Pemerintah Thailand akan sepenuh hati mendukung seluruh komitmen dan upaya para mitra kami dari Indonesia untuk memperkuat hubungan perdagangan dan bisnis ke tingkat yang lebih erat dan lebih kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sekaligus Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo, mengajak dunia usaha Indonesia dan Tailan memperkuat kolaborasi ekonomi untuk menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian geopolitik, kenaikan harga energi, hingga perubahan iklim.

Hashim optimistis hubungan ekonomi kedua negara akan terus berkembang dengan peningkatan nilai perdagangan menuju target bersama pada 2030.

“Kami akan terus mendukung seluruh upaya untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Tailan. Dunia usaha Indonesia siap mendukung peningkatan hubungan ekonomi kedua negara,” kata Hashim.

Menurut Hashim, Indonesia dan Tailan menghadapi tantangan yang sama akibat meningkatnya ketidakpastian global. Salah satu dampaknya adalah kenaikan harga energi yang memicu meningkatnya harga berbagai komoditas pokok di kedua negara.

“Kita berbagi nasib yang sama. Karena itu, ada dorongan yang lebih besar bagi kita untuk berkolaborasi sehingga mampu membentengi diri dari berbagai guncangan eksternal,” kata Hashim.

Lebih lanjut Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mengatakan bahwa peningkatan perdagangan dengan Thailand akan difokuskan pada kenaikan volume ekspor komoditas yang selama ini sudah berjalan, serta perluasan jenis produk yang diperdagangkan.

“Jadi kan kita memang banyak ekspor kita ke sana (Tailan). Mungkin (peningkatan) dari sisi volume yang sudah ada. Dari sisi volume akan kita tingkatkan terus” ucap Budi.

Budi menyatakan, selain meningkatkan volume, Kementerian Perdagangan RI juga akan mendorong diversifikasi produk ekspor. Kemudian, skema dagang RI dengan Tailan disebut bersifat saling melengkapi. Dengan demikian, skema tersebut diyakini berpotensi mempermudah peningkatan transaksi dagang kedua negara.

“Yang kedua, kita tentu akan diversifikasi produk kita, tetapi kita dengan Tailan ini saling melengkapi. Jadi, produknya tidak sama. Saling melengkapi itu lebih mudah karena biasanya kalau saling melengkapi berarti saling membutuhkan,” pungkas Budi.

Lebih jauh, Ketua Dewan Perdagangan Tailan (Board of Trade of Thailand) Poj Aramwattananont mengatakan kerja sama yang lebih erat antara Kadin Indonesia dengan Kamar Dagang Tailan akan menjadi fondasi penting dalam mendorong peningkatan investasi, membuka peluang bisnis baru, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan ASEAN.

“Seiring dengan terus berkembangnya rantai pasok global, Tailan dan Indonesia memiliki peluang yang unik untuk membangun rantai nilai regional yang lebih kuat dengan menghubungkan keunggulan yang saling melengkapi. Melalui kerja sama yang lebih erat antara Kadin Indonesia dan Kamar Dagang Tailan, kita dapat mengubah kemitraan menjadi investasi, peluang bisnis, dan pertumbuhan berkelanjutan bagi ASEAN,” ujar Poj Aramwattananont.

Dalam forum ini juga dilakukan pertukaran dua Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang disaksikan langsung oleh Perdana Menteri Kerajaan Tailan H.E. Anutin Charnvirakul.

MoU pertama antara Kadin Indonesia dan Board of Trade of Thailand mengenai kerja sama pasar karbon (Carbon Market Cooperation). Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari MoU tentang Kerja Sama di Bidang Perdagangan dan Investasi yang ditandatangani kedua kamar dagang di Bangkok pada 19 Mei 2025. Kesepakatan sebelumnya menjadi kerangka kerja untuk mendorong perdagangan dan investasi, pertukaran informasi bisnis, dukungan terhadap partisipasi dalam pameran dagang dan konferensi, serta fasilitasi misi bisnis kedua negara.

Melalui MoU terbaru ini, ruang lingkup kerja sama diperluas ke sektor pasar karbon, termasuk dialog kebijakan dan regulasi, pengembangan standar serta sistem pengukuran, identifikasi proyek karbon yang layak investasi, business matching, mobilisasi investasi, hingga peningkatan interoperabilitas pasar karbon di kawasan ASEAN.

MoU kedua antara Kadin Indonesia dan TCCI mengenai pembentukan Thailand Business Ecosystem–Indonesia (TBES-Indonesia). Kerangka kerja ini dirancang untuk menghubungkan pelaku usaha, instansi pemerintah, lembaga keuangan, asosiasi industri, kalangan akademisi, penyedia jasa profesional, serta investor dalam mendukung kerja sama di bidang perdagangan dan investasi, ekonomi halal, keberlanjutan dan inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia.

Hadir dalam acara tersebut jajaran pengurus Kadin Indonesia di antaranya Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Luar Negeri, James T. Riady, WKUK Bidang Pangan Mulyadi Jayabaya, WKU Bidang Hubungan Luar Negeri Bernadino M. Vega, WKU Bidang Peternakan Cecep Mohammad Wahyudin, ⁠WKU Bidang Pertanian Devi Erna Rachmawati, WKU Bidang Kerja Sama Pengembangan Profesi SDM Teknik dan Industri Insannul Kamil dan ⁠Kepala Badan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Titi Khoiriah.

Indonesia-Thailand Business Forum: Kadin Optimistis Nilai Perdagangan Tembus 30 Miliar Dolar AS pada 2030
Kadin Indonesia dan Kamar Dagang Tailan di Indonesia Perkuat Rantai Nilai Regional melalui Indonesia–Thailand Business Forum 2026
Di Hadapan Presiden Prabowo, Anindya Bakrie Paparkan Kontribusi Kadin Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry