KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Kadin Indonesia dan Kemenkop RI Bentuk Satgas Protein, Fokus Atasi Disparitas Harga Telur hingga Ketergantungan Impor Susu

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kementerian Koperasi RI menggelar rapat perdana Koordinasi perdana Satuan Tugas (Satgas) Protein di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis (13/08/2026). Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya Kadin Indonesia memperkuat ekosistem protein nasional sekaligus mendukung pemerintah dalam mengatasi berbagai tantangan di sektor peternakan dan pangan.

Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Organisasi Kadin Indonesia Taufan Eko Nugroho Rotorasiko sekaligus Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Daerah Satgas Protein mengapresiasi pembentukan Satgas Protein yang dinilai memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan di sektor protein nasional.

Ia mengatakan pembentukan Satgas Protein merupakan inisiatif WKU Bidang Peternakan Kadin Indonesia Cecep Mohammad Wahyudin. Menurutnya, isu protein memiliki posisi yang sangat penting dan strategis, terlebih sejumlah persoalan di sektor peternakan belakangan ini semakin mencuat.

Taufan menyoroti persoalan harga telur yang mengalami tekanan di sejumlah daerah hingga memicu keresahan dan aksi demonstrasi dari para peternak telur.

“Kemarin saya sempat dengar di beberapa daerah harganya lagi agak anjlok dan ini mengakibatkan amarah juga. Ada beberapa demo yang dilakukan khusus dari peternak telur,” katanya.

Menurut Taufan, Kadin Indonesia perlu melihat persoalan tersebut dari berbagai sisi, termasuk bagaimana dunia usaha dapat turut membantu para peternak, khususnya peternak skala mikro dan kecil.

“Kita harus memberikan affirmative action juga, bagaimana membantu teman-teman yang sedang berjuang sebagai pengusaha,” ujarnya.

Sementara itu, WKU Bidang Peternakan Kadin Indonesia sekaligus Ketua Satgas Protein Cecep Mohammad Wahyudin menjelaskan terdapat empat program prioritas yang akan dijalankan Satgas Protein. Program tersebut disiapkan untuk mendukung pemerintah sekaligus menjawab berbagai persoalan mendesak dalam ekosistem protein nasional.

“Banyak sekali program-program yang akan kita jalankan, namun ada 4 program yang menurut kami ini sangat urgent untuk membantu pemerintah,” kata Cecep.

Program pertama adalah hilirisasi. Menurut Cecep, persoalan pada sejumlah program pangan, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satunya masih terjadi pada proses rantai pasok, terutama di sisi hilirisasi.

Ia juga menyoroti persoalan peternakan ayam petelur yang menurutnya telah menjadi “bom waktu” akibat berbagai anomali dalam struktur produksinya.

“Sebelum ada heboh-heboh harga telur hancur dan sebagainya, kami sudah melihat bahwa ayam petelur ini sepertinya sudah bom waktu. Ternyata ledakannya cukup dahsyat sebelum waktunya,” ujarnya.

Cecep menjelaskan produksi ayam petelur saat ini masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Sumatra. Sementara itu, wilayah Indonesia bagian tengah dan timur dinilai masih belum mendapatkan pengembangan peternakan ayam petelur secara optimal.

Kondisi tersebut, lanjutnya, turut memicu disparitas harga telur antar-wilayah. Karena itu, salah satu fokus Satgas Protein adalah mendorong desentralisasi peternakan ayam petelur agar produksi tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.

“Program Satgas Protein adalah desentralisasi peternakan ayam petelur,” katanya.

Program prioritas ketiga adalah penguatan sektor sapi perah yang berkaitan dengan ketersediaan susu. Cecep menyebut sektor tersebut menjadi salah satu prioritas untuk mendukung pemenuhan kebutuhan susu dalam program MBG.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengeluarkan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan terbaru yang menyatakan susu belum lagi dikategorikan sebagai prioritas. Hal tersebut tidak terlepas dari kondisi ketersediaan susu nasional yang masih sangat bergantung pada impor.

“Ketersediaan susu di Indonesia ini masih tergantung kepada impor, lebih daripada 80 persen,” ujarnya.

Program keempat adalah digitalisasi. Satgas Protein akan mendorong integrasi ekosistem protein mulai dari tahap persiapan dan pemenuhan kebutuhan, produksi, distribusi, pembelian, inventori, hingga sistem pembayaran dan pembiayaan.

“Bagaimana kita menyambungkan, mengintegrasikan mulai dari proses persiapan atau kebutuhan, kemudian production, distribusi sampai kepada pembelian dan inventory serta pembayaran, bahkan sampai ke kredit,” kata Cecep.

Ia berharap sistem pembayaran dan pembiayaan tersebut nantinya dapat terdistribusi secara baik sehingga semakin memudahkan pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas di sektor protein.

Cecep mengatakan berbagai program tersebut diharapkan sudah mulai berjalan ketika Satgas Protein diluncurkan secara resmi, yang direncanakan bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Kadin Indonesia pada 24 September 2026. 

“Jadi proses pilot project juga sudah berjalan,” ujar Cecep.

Lebih lanjut, Direktur Eksekutif Kadin Indonesia Pipin Moh. Saeful Arifin yang sekaligus Kepala Sekretariat Bersama Satgas Protein menambahkan, pembentukan Satgas Protein memiliki latar belakang yang kuat di tengah kondisi ekonomi dan geopolitik yang terus mengalami disrupsi.

Ia mengatakan Sekretariat Kadin Indonesia memiliki fungsi untuk mendukung seluruh kegiatan pengurus Kadin Indonesia, termasuk dalam mengagregasi dan mengimplementasikan berbagai kebijakan serta program organisasi.

“Tentunya ini sangat tidak mudah dengan situasi yang saat ini ada. Tentunya kekompakan dari pengurus Kadin Indonesia, khususnya Satgas Protein ini, untuk membantu ketua umum beserta seluruh perangkatnya,” ujar Pipin.

Ia menegaskan Sekretariat Kadin Indonesia akan terus mendukung proses implementasi program Satgas Protein melalui koordinasi yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan.

“Program ini senantiasa dikoordinasikan dengan kami, sehingga kami bisa mencatat sedetail mungkin, dari mulai persiapan sampai implementasi,” katanya.

Lebih jauh, Staf Khusus Kementerian Koperasi RI Ambar Pertiwiningrum yang sekaligus Wakil Kepala Sekretariat Bersama Satgas Protein mengatakan koperasi memiliki peran penting dalam memperkuat sektor peternakan, khususnya dalam mendorong keterlibatan peternak di daerah, baik peternak kecil maupun peternak skala besar.

Menurutnya, berbagai persoalan masih dihadapi pelaku usaha peternakan, khususnya peternak ayam petelur dan ayam pedaging. Ia juga menilai isu protein tidak hanya berkaitan dengan peternakan, tetapi mencakup sektor perikanan dan subsektor lainnya.

“Protein ini sekarang tidak hanya peternakan. Saya pikir termasuk perikanan sebetulnya dan sebagainya. Namun yang banyak dilakukan masyarakat khususnya di pedesaan kan peternakan,” ujarnya.

Ambar menambahkan, saat ini telah terdapat sejumlah koperasi yang bergerak di sektor peternakan ayam petelur. Keberadaan Satgas Protein diharapkan dapat semakin memperkuat peran koperasi dalam memberikan perlindungan dan dukungan kepada peternak, termasuk terkait harga pakan serta keterhubungan dengan berbagai program pemerintah.

“Dengan adanya Satgas ini kita bisa betul-betul membawa koperasi, khususnya di bidang peternakan maupun protein yang lainnya, bisa dalam perlindungan harga khususnya pakan dan sebagainya, dan juga bisa link dengan program-program yang ada di pemerintah sekarang ini, khususnya MBG,” katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut WKU Bidang Pertanian Kadin Indonesia yang sekaligus Wakil Ketua Hubungan Kerja Sama Internal Satgas Protein Devi Erna Rachmawati, WKU Bidang Kewirausahaan UMKM Kadin Indonesia R.M. Tedy Aliudin dan WKU Bidang Perlindungan Usaha dan Hukum UMKM dan Koperasi Kadin Indonesia sekaligus Wakil Hubungan Pemerintahan dan Antar-lembaga External Satgas Protein Mufti Mubarok.

Kadin Bali Dorong Event Olahraga Jadi Penggerak UMKM dan Sport Tourism
KBRI Bern Dukung Kerja Sama Pendidikan dan Pelatihan Perdagangan Komoditas Global antara Kadin Indonesia dan Suissenegoce Swiss
Kadin Papua Tengah Galang Bantuan untuk Korban Bencana NTT 2026

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry