KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Kadin Bali Dorong Event Olahraga Jadi Penggerak UMKM dan Sport Tourism

Denpasar – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali Made Ariandi, mendorong penyelenggaraan berbagai event olahraga di Bali tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan hiburan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Menurut Ariandi, meningkatnya animo masyarakat terhadap olahraga lari, mulai dari kategori 5K, 10K, Half Marathon hingga Marathon, menunjukkan bahwa olahraga telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah,” kata Ariandi, (23/8/2026).

“Event olahraga harus mampu menjadi stimulus bagi UMKM Bali. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton, tetapi pelaku usaha lokal juga harus mendapatkan ruang untuk terlibat dalam kegiatan tersebut,” ujar Ariandi.

Ia menilai keterlibatan UMKM dapat dilakukan melalui penyediaan booth kuliner, produk lokal, suvenir, kerajinan, fesyen olahraga, jasa transportasi hingga berbagai kebutuhan peserta dan wisatawan.

Menurut Made Ariandi yang kembali menahkodai Kadin Provinsi Bali periode 2025-2030, menjelaskan konsep tersebut sejalan dengan pengembangan sport tourism, yakni menjadikan kegiatan olahraga sebagai daya tarik wisata yang mampu mendatangkan peserta, wisatawan, sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi di daerah tujuan.

Sport Tourism Bukan Sekadar Mendatangkan Peserta

Ariandi mengatakan Bali memiliki modal kuat untuk mengembangkan sport tourism karena memiliki destinasi wisata, infrastruktur pariwisata, budaya, serta komunitas olahraga yang berkembang.

Namun, menurutnya, dampak ekonomi dari event olahraga harus dirancang agar tidak berhenti pada jumlah peserta atau popularitas kegiatan.

“Kalau kita bicara sport tourism, jangan hanya melihat berapa orang yang datang dan berapa peserta yang ikut. Yang lebih penting adalah berapa besar dampak ekonomi yang tinggal di Bali dan dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia berharap setiap penyelenggara event olahraga memberikan ruang yang proporsional bagi UMKM lokal sehingga terjadi perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung.

Konsep tersebut juga dapat dikembangkan melalui kerja sama antara penyelenggara event, pemerintah daerah, Kadin, komunitas olahraga, pelaku pariwisata dan UMKM.

Maybank Marathon Jadi Contoh Sport Tourism Berskala Internasional

Ariandi juga menyoroti penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 di Bali pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Maybank Marathon merupakan salah satu event lari berskala internasional yang telah menjadi bagian dari perkembangan sport tourism Bali. Pada 2026, ajang tersebut digelar di Bali United Training Center, Gianyar, dengan kategori Marathon 42,195 kilometer, Half Marathon 21,1 kilometer dan 10K.

Maybank Marathon juga memiliki posisi khusus dalam ekosistem olahraga internasional karena menjadi World Athletics Elite Label Road Race. Ajang ini memasuki penyelenggaraan ke-15 pada 2026.

Menurut Ariandi, skala dan daya tarik Maybank Marathon menunjukkan besarnya potensi olahraga sebagai instrumen promosi destinasi Bali.

Peserta yang datang dari berbagai daerah bahkan mancanegara tidak hanya membutuhkan fasilitas perlombaan, tetapi juga akomodasi, makanan, transportasi, destinasi wisata dan berbagai kebutuhan lainnya.

Dengan demikian, rantai ekonomi yang terbentuk dari sebuah event olahraga dapat jauh lebih panjang dibandingkan sekadar aktivitas pada hari perlombaan.

Penggunaan Fasilitas Publik Perlu Diikuti Kontribusi

Meski mendukung penyelenggaraan event olahraga, Ariandi menilai penggunaan fasilitas publik juga perlu menjadi perhatian.

Ia menyoroti penggunaan jalan umum sebagai bagian dari penyelenggaraan event olahraga berskala besar, termasuk ruas jalan yang menjadi lintasan peserta.

Menurutnya, ketika fasilitas publik digunakan oleh event yang diselenggarakan korporasi, perlu ada mekanisme kontribusi atau kompensasi yang transparan kepada daerah maupun masyarakat.

“Kalau bisa penyelenggaraan event ini harus transparan karena penyelenggara adalah korporasi. Sementara tanggung jawab pemeliharaan jalan ada pada dinas terkait melalui anggaran APBD atau APBN untuk jalan nasional,” ujarnya.

Ia mengatakan kontribusi tersebut dapat dikaji melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang diarahkan pada kebutuhan masyarakat dan fasilitas publik di sekitar lokasi penyelenggaraan.

“Kalau menggunakan fasilitas publik, tentunya harus ada kontribusi yang kembali kepada masyarakat. Salah satunya bisa melalui CSR, sepanjang mekanismenya jelas, transparan dan sesuai ketentuan,” tambahnya.

Menurut Ariandi, gagasan tersebut bukan untuk menghambat penyelenggaraan event olahraga. Sebaliknya, ia ingin agar kegiatan berskala besar semakin memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.

Kemacetan Juga Harus Menjadi Perhatian

Selain aspek ekonomi, dampak terhadap mobilitas masyarakat juga perlu diperhitungkan dalam penyelenggaraan event olahraga dengan jumlah peserta besar.

Penggunaan ruas jalan seperti kawasan By Pass Ida Bagus Mantra dan jalan umum di wilayah kecamatan maupun desa dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat apabila dilakukan penutupan atau pengaturan lalu lintas dalam skala besar.

Ariandi berharap penyelenggara memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah, aparat lalu lintas dan masyarakat sebelum kegiatan berlangsung.

“Jangan sampai event yang tujuannya mendatangkan orang dan memberikan manfaat justru menimbulkan persoalan bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan tersebut,” katanya.

Ia menilai pengaturan lalu lintas, informasi kepada masyarakat, rekayasa jalan serta penyediaan alternatif transportasi harus menjadi bagian dari perencanaan event.

Olahraga Tetap Harus Berjalan dengan Pembinaan Atlet

Dalam perspektif olahraga, Ariandi juga mengingatkan bahwa perkembangan event lari harus tetap dikaitkan dengan pembinaan atlet.

Cabang olahraga lari berada dalam ekosistem pembinaan olahraga yang salah satunya dilakukan melalui organisasi olahraga dan program kerja KONI, termasuk pembibitan serta pengembangan atlet muda.

Karena itu, event olahraga yang diselenggarakan perusahaan maupun pihak swasta dapat diarahkan untuk ikut memperkuat ekosistem olahraga lokal.

“Event-event seperti ini jangan hanya menjadi kegiatan komersial. Kalau bisa juga ada ruang untuk pembinaan atlet muda Bali, sehingga kegiatan olahraga memberikan manfaat dari sisi prestasi dan ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara penyelenggara event, KONI, pemerintah daerah, komunitas olahraga dan dunia usaha dapat menciptakan ekosistem yang lebih berkelanjutan.

Sport Tourism Harus Memberikan Efek Berganda

Ariandi menilai masa depan sport tourism Bali memiliki prospek besar apabila dikelola dengan pendekatan yang lebih terintegrasi.

Event seperti Maybank Marathon dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan destinasi Bali kepada peserta dari luar daerah maupun mancanegara. Namun, peserta dan wisatawan juga perlu diarahkan agar memiliki pengalaman lebih luas di Bali melalui paket wisata, kuliner lokal, produk UMKM dan aktivitas budaya.

“Sport tourism harus memberikan efek berganda. Peserta datang untuk olahraga, tetapi kemudian menginap, makan, berwisata, membeli produk UMKM dan mengenal budaya Bali. Di situlah nilai ekonominya,” jelas Ariandi.

Ia berharap penyelenggaraan event olahraga di Bali ke depan semakin mengedepankan prinsip sport, tourism, community dan sustainability.

Dengan pendekatan tersebut, event olahraga tidak hanya menghasilkan prestasi dan promosi, tetapi juga membuka peluang usaha, meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat UMKM, sekaligus memberikan kontribusi terhadap masyarakat dan daerah.

Bagi Ariandi, keberhasilan sebuah event olahraga pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah peserta dan kemeriahan acara, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang ditinggalkan bagi Bali.

Kadin Bali Dorong Event Olahraga Jadi Penggerak UMKM dan Sport Tourism
KBRI Bern Dukung Kerja Sama Pendidikan dan Pelatihan Perdagangan Komoditas Global antara Kadin Indonesia dan Suissenegoce Swiss
Kadin Papua Tengah Galang Bantuan untuk Korban Bencana NTT 2026

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry