KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Dukung Budi Pimpin WHO, James T. Riady: Saat Indonesia Berkontribusi untuk Dunia

Jakarta – Kadin Indonesia melalui Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Luar Negeri James T. Riady menyampaikan dukungan terhadap pencalonan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). James menilai pengalaman Budi memimpin transformasi kesehatan Indonesia serta latar belakangnya di bidang teknologi, perbankan, dan pengelolaan perusahaan menjadi bekal penting untuk berkontribusi pada kesehatan global.

Dukungan tersebut disampaikan James dalam Kadin Monthly Economic Diplomacy Breakfast di Aula Leimena, Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat (09/10/2026). Forum itu mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan komunitas diplomatik untuk membahas penguatan sistem kesehatan nasional, ketahanan kawasan, serta kontribusi Indonesia di tingkat global.

Menurut James, Presiden telah mengajukan pencalonan Budi sejak Mei. Ia menyampaikan kebanggaannya atas kesempatan bagi tokoh Indonesia untuk mengambil tanggung jawab yang lebih luas dalam menjawab persoalan kesehatan dunia.

“Kami sangat bangga karena kami juga telah melakukan perjalanan bersamanya. Kami mengetahui bahwa ia bukan hanya diterima dengan baik, tetapi juga sangat populer di berbagai benua,” ujar James, merujuk pada pengalamannya mengikuti sejumlah perjalanan internasional bersama Budi.

Acara tersebut dihadiri Budi Gunadi Sadikin, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, para duta besar, dan perwakilan dunia usaha. Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir diwakili Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, yang menyampaikan salam sekaligus dukungan Kemlu terhadap pencalonan Budi.

James menilai dunia membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjembatani berbagai kepentingan di tengah polarisasi dan tekanan sosial ekonomi. Dalam sektor kesehatan, tantangannya mencakup pembiayaan, pengelolaan pelayanan, pemanfaatan teknologi, serta perluasan akses bagi masyarakat.

Ia melihat latar belakang Budi yang berbeda dari kebanyakan pemimpin sektor kesehatan sebagai kekuatan. Pengalaman di bidang teknologi dan perbankan, serta kiprahnya di badan usaha milik negara, dinilai memungkinkan Budi memahami kesehatan dari perspektif yang luas, termasuk aspek ekonomi dan kemampuan organisasi memberikan pelayanan.

James mengenang Budi sebagai sosok yang berusaha memahami kebutuhan dunia usaha ketika berkarier di perbankan. Menurut dia, Budi terbiasa melihat bagaimana dukungan terhadap perusahaan dan individu dapat membantu pengembangan bisnis sekaligus pembangunan Indonesia.

Pengalaman tersebut, lanjut James, turut membentuk pendekatan Budi dalam memimpin sektor kesehatan. Sebagai pelaku usaha yang turut membangun jaringan Rumah Sakit Siloam, James menilai pendekatan itu membawa penyegaran dalam melihat persoalan dan kebutuhan perubahan. “Justru latar belakang itulah yang memungkinkannya melihat pelayanan kesehatan secara luas dan mendalam, dari sudut pandang yang sangat unik,” katanya.

James menyoroti agenda transformasi Budi yang mencakup pelayanan primer, layanan rujukan, ketahanan kesehatan, dan pembiayaan. Ia ingin pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembahasan yang lebih luas mengenai bagaimana sistem kesehatan dunia dibiayai, diorganisasikan, didigitalisasi, dan diperluas jangkauannya.

Karena itu, dalam forum tersebut James mengundang Budi untuk berbicara melampaui perkembangan di dalam negeri. Ia berharap komunitas diplomatik dan dunia usaha dapat mendengar pandangan Budi mengenai kondisi kesehatan global serta langkah yang dapat ditempuh untuk memperbaikinya. “Kami ingin mendengar bukan hanya tentang Indonesia, tetapi juga situasi kesehatan global dan apa yang dapat dilakukan,” ujar James.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kemitraan yang menghasilkan dampak nyata. Menurut James, semangat itu menjadi dasar pertemuan Kadin dengan pemerintah dan komunitas internasional: mempertemukan pengetahuan, teknologi, investasi, dan kapasitas pelaksanaan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Dukungan terhadap pencalonan Budi turut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri. Dalam sambutannya, ia menyatakan Kemlu beserta jaringan perwakilan Indonesia di seluruh dunia mendukung upaya Budi untuk mengemban jabatan Direktur Jenderal WHO. “Kami di Kementerian Luar Negeri, bersama seluruh perwakilan di seluruh dunia, memberikan dukungan kepada Pak Budi untuk memperoleh amanah ini,” ujarnya.

Ia menilai pengalaman Indonesia dalam memperkuat ketahanan kesehatan menunjukkan pentingnya kepemimpinan yang efektif. Dalam paparannya, ia menyoroti percepatan program vaksinasi dan reformasi sistem kesehatan di bawah kepemimpinan Budi.

Menurutnya, pencalonan tersebut mencerminkan komitmen Indonesia terhadap kerja sama kesehatan global serta keyakinan bahwa multilateralisme merupakan jalan penting untuk mengatasi tantangan bersama. Pandemi telah memperlihatkan bahwa keamanan kesehatan tidak dapat dibangun hanya melalui upaya satu negara.

Ia menjelaskan, diplomasi kesehatan Indonesia antara lain diarahkan untuk mendorong akses yang adil terhadap vaksin, obat-obatan, dan diagnostik, disertai transfer teknologi yang bermakna. Prioritas lainnya adalah penguatan tata kelola kesehatan global dan pembiayaan berkelanjutan yang mendukung kebutuhan masing-masing negara.

Bagi James, keterlibatan Indonesia dalam kepemimpinan kesehatan global sejalan dengan kebutuhan mempererat hubungan antara kesehatan dan diplomasi ekonomi. Industri farmasi, teknologi medis, kecerdasan buatan, penelitian, serta pengembangan tenaga ahli semakin bergantung pada kerja sama lintas negara.

“Kesehatan bukan hanya persoalan sosial. Kesehatan juga menyangkut modal manusia, produktivitas, ketahanan, investasi, teknologi, dan semakin erat kaitannya dengan kerja sama internasional,” katanya.

Melalui dukungan terhadap pencalonan Budi, James berharap pengalaman dan kemampuan Indonesia dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat dunia. “Kami berdoa agar Tuhan memakainya untuk mengubah dunia,” ujarnya.

Sumber: Investortrust.id

Kadin Dorong Penguatan Sektor Kesehatan untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi dan Kerja Sama Internasional
James T. Riady: Transformasi Kesehatan Mendongkrak Daya Saing Indonesia
Dukung Budi Pimpin WHO, James T. Riady: Saat Indonesia Berkontribusi untuk Dunia

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry