Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi nasional. Selain itu, Pengusaha tidak hanya berperan dalam menggerakkan perekonomian, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Hal tersebut disampaikan Anindya atau Anin sapaan akrabnya saat memberi sambutan dalam Musyawarah Nasional (Munas) X Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) yang mengusung tema “Memperkuat Fondasi Transformasi Digital Ekonomi Perempuan Melalui Sinergi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas” dengan subtema “Mendorong Kemandirian Ekonomi Perempuan melalui Inovasi Digital, Ketahanan Pangan dan Ketahanan Energi Berkelanjutan” di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (02/11/2026).
“Kedaulatan ekonomi itu hukumnya wajib. Karena kita sudah lama merdeka, tidak boleh kita tidak bisa berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Anin.
Anin menjelaskan, terdapat tiga hal utama yang perlu menjadi perhatian dunia usaha, yakni challenges, competitiveness, dan compassion. Ketiganya dinilai penting dalam menghadapi dinamika ekonomi global sekaligus memperkuat peran pengusaha nasional, termasuk perempuan.
Menurut Anin, tantangan pertama adalah challenges atau berbagai tantangan yang dihadapi dunia usaha saat ini. Sementara itu, aspek kedua adalah competitiveness atau daya saing. Anin menilai Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang kuat, tetapi masih perlu meningkatkan daya saing agar mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).
Dalam hal ini, perempuan dinilai memiliki peran strategis untuk meningkatkan daya saing ekonomi melalui kontribusi dalam dunia usaha. Anin juga menyoroti karakter perempuan yang dinilai gigih dalam mencari pendapatan serta lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan dan pengeluaran keluarga.
Adapun aspek ketiga adalah compassion atau kepedulian. Menurut Anin, semangat kepedulian dan gotong royong perlu terus diperkuat agar seluruh pelaku usaha dapat tumbuh dan maju bersama.
Lebih lanjut, Anin menyoroti potensi care economy atau ekonomi perawatan yang dinilai dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang kerja bagi perempuan.
Anin menyebutkan, sebanyak 76,2 persen pekerjaan perawatan tidak berbayar di dunia dilakukan oleh perempuan. Di sisi lain, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan masih perlu ditingkatkan. Investasi di bidang pengasuhan anak, misalnya, berpotensi menciptakan hingga 10,4 juta lapangan kerja baru di Indonesia hingga 2025.
“Care economy ini adalah salah satu bidang di mana perempuan mempunyai nilai tambah dan kemampuan lebih,” kata Anin.
Anin juga menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan sebesar 5,04 persen pada triwulan III 2026. Selain itu, investasi baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN) turut mencatatkan pertumbuhan.
Menurut Anin, pertumbuhan PMDN menunjukkan bahwa pengusaha dalam negeri memiliki daya saing dan kemampuan untuk berkembang bersama investor asing. Investasi tersebut juga telah menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja.
Oleh karena itu, Anin mengapresiasi kontribusi para pengusaha perempuan yang tergabung dalam IWAPI. Anin menilai keberhasilan pengusaha tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis, tetapi juga dari kemampuannya membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang lebih luas.
“Berbanggalah pengusaha seperti di IWAPI. Bukan saja bisa menjadi pengusaha sukses, tetapi juga bisa membuka lapangan kerja yang intinya membawa rezeki buat lebih banyak lagi,” tutur Anin.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Nita Yudi mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan dan perekonomian nasional. Menurutnya, perempuan memiliki karakter disiplin, tekun, serta bertanggung jawab, termasuk dalam memenuhi kewajiban keuangan.
“Peran perempuan sangat dibutuhkan oleh negara. Karena memang perempuan ini lebih banyak setia, disiplin, dan pembayar kredit terbaik kalau di lembaga keuangan,” ujar Nita Yudi.
Ia juga menilai semakin banyaknya perempuan yang terlibat dalam dunia usaha dapat memberikan kontribusi positif terhadap tata kelola ekonomi dan kehidupan masyarakat. Nita turut mengapresiasi berbagai program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya telah banyak menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Contohnya adalah MBG, walaupun sedikit ternodai, tapi itu bukan pemerintah, tapi oknumnya,” kata Nita Yudi.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Erwin Aksa, WKU Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana Kadin Indonesia M. Azis Syamsuddin dan WKU Bidang Keanggotaan Kadin Indonesia Widiyanto Saputro.