Mataram – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie resmi melantik dan mengukuhkan jajaran pengurus Kadin Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2025–2030 di Prime Plaza Hotel Mataram, NTB, Rabu (29/07/2026).
Dalam sambutannya, Anindya atau Anin sapaan akrabnya menilai bahwa, di tengah ketidakpastian global, NTB memiliki peluang besar karena mampu menjaga keseimbangan antara industri pengolahan, pariwisata, dan sektor pertanian.
Anin juga mengapresiasi capaian ekonomi NTB yang mencatat pertumbuhan sekitar 13,64 persen pada triwulan I 2026, salah satu yang tertinggi secara nasional. Keberhasilan tersebut tidak hanya ditopang industri pengolahan, tetapi juga ditunjang pertumbuhan sektor pariwisata dan agribisnis sehingga menciptakan fondasi ekonomi yang lebih berkelanjutan.
“Pertumbuhan ini patut disyukuri karena bukan hanya berasal dari satu sektor. Pariwisata dan agribisnis juga ikut tumbuh sehingga menciptakan keseimbangan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Anin.
Anin meminta Kadin Provinsi NTB bersama Pemerintah Provinsi NTB untuk terus meyakinkan calon investor bahwa berbagai tantangan yang dihadapi saat ini merupakan bagian dari proses transisi menuju iklim investasi yang semakin baik.
“Tidak mungkin dalam berkembang tidak ada suatu tantangan dan peluang itu ada di balik tantangan,” kata Anin.
Lebih lanjut, Anin menegaskan Kadin harus mengambil peran sebagai katalisator investasi, baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA), sekaligus menjadi penghubung antara dunia usaha dan pemerintah.
Anin mengungkapkan sekitar 92 persen produk domestik bruto (PDB) Indonesia ditopang aktivitas dunia usaha. Sedangkan, belanja pemerintah hanya berkontribusi sekitar 7 persen.
“Kami terus berusaha untuk memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia,” kata Anin.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Provinsi NTB terpilih Faurani menegaskan, kepengurusan baru siap memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTB dalam mendukung pelaku usaha, khususnya UMKM dan wirausaha baru, sekaligus menghimpun berbagai aspirasi dunia usaha sebagai masukan bagi penyusunan kebijakan yang semakin berpihak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pengusaha tidak boleh berhenti berinovasi dan harus memperkuat sinergi dengan pemerintah sesuai amanat Undang-Undang Kadin,” tuturnya.
Lebih jauh, Gubernur Provinsi NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa Kadin merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun iklim investasi yang sehat, memperkuat sektor-sektor produktif, serta mempercepat transformasi ekonomi daerah agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Menurut Gubernur, Pemerintah Provinsi NTB terus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi dunia usaha dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif, memperkuat kemitraan, serta memberikan kepastian bagi para investor.
“Saya ingin menciptakan suasana yang benar-benar mendukung dunia usaha. Silakan teman-teman Kadin memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia untuk kegiatan maupun pertemuan dengan mitra bisnis,” ujar Iqbal.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana Kadin Indonesia M. Azis Syamsuddin, WKU Bidang Organisasi Kadin Indonesia Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, WKU Bidang Keanggotaan Kadin Indonesia Widiyanto Saputro dan WKU Wilayah Kalimantan Kadin Indonesia Andi Yuslim Patawari.