Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong penguatan kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Republik Tatarstan, Federasi Rusia, melalui peningkatan kerja sama perdagangan, investasi, dan pengembangan industri. Sejumlah sektor potensial yang dapat dikembangkan meliputi pertanian, ketahanan pangan, energi, manufaktur, infrastruktur, dan teknologi.
Hal tersebut mengemuka dalam Indonesia-Tatarstan Business Roundtable bertema “Trade and Economic Potential of the Republic of Indonesia and Tatarstan” yang mempertemukan perwakilan pemerintah dan pelaku usaha kedua pihak pada 6 November 2026 di Jakarta.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Rais (Kepala) Republik Tatarstan H.E. R.N. Minnikhanov, Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia H.E. Sergey G. Tolchenov, perwakilan Pemerintah Republik Tatarstan, kalangan dunia usaha Rusia, serta jajaran Kadin Indonesia.
Dari Kadin Indonesia, kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana M. Azis Syamsuddin, Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Devi Erna Rachmawati serta jajaran Komite Bilateral Rusia-Belarusia.
Dalam forum tersebut, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara yang tidak hanya menawarkan pasar domestik yang besar, tetapi juga peluang kemitraan perdagangan dan investasi internasional. Kedua pihak melihat potensi kerja sama yang dapat dikembangkan di berbagai sektor strategis, termasuk pertanian, pengolahan pangan, energi, manufaktur, infrastruktur, dan teknologi.

Perkuat Kerja Sama Pertanian dan Ketahanan Pangan
Dari sektor pertanian, Indonesia memiliki potensi untuk memperluas akses pasar bagi berbagai komoditas unggulan dan produk olahan bernilai tambah. Komoditas tersebut antara lain kelapa sawit, kopi, kakao, karet, rempah-rempah, produk kelapa, buah-buahan tropis, serta hasil perikanan.
Dalam kesempatan tersebut, Devi Erna Rachmawati menekankan pentingnya membangun kemitraan konkret antara Indonesia dan Tatarstan, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Sejumlah peluang kerja sama yang dapat dikembangkan mencakup peningkatan produksi dan produktivitas pertanian, pengembangan industri pengolahan pangan dan hilirisasi produk pertanian, serta pemanfaatan bioteknologi dan inovasi pertanian.
Selain itu, kerja sama juga dapat diarahkan pada modernisasi pertanian melalui penerapan teknologi dan mekanisasi, pengembangan mesin dan peralatan pertanian, serta penguatan rantai pasok dan akses pasar bagi produk pertanian kedua negara.
Kemitraan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan volume perdagangan, tetapi juga menciptakan nilai tambah, memperkuat industri pengolahan, membuka peluang investasi, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia dan Tatarstan

Dorong Kemitraan Ekonomi Jangka Panjang
Di luar sektor pertanian, Indonesia dan Tatarstan juga memiliki peluang untuk memperluas kerja sama di bidang mesin dan teknologi industri, energi, infrastruktur, serta inovasi.
Indonesia–Tatarstan Business Roundtable diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun hubungan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Kerja sama kedua pihak juga diharapkan dapat berkembang melampaui pola perdagangan konvensional menuju kemitraan ekonomi strategis (strategic economic partnership) yang berorientasi pada investasi, transfer teknologi, pengembangan industri, dan kolaborasi jangka panjang.
Kadin Indonesia berkomitmen untuk terus menjadi jembatan antara dunia usaha Indonesia dan mitra internasional dalam membuka akses pasar, memperluas peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, kerja sama Indonesia dan Republik Tatarstan diharapkan dapat menghasilkan peluang ekonomi yang konkret serta memberikan manfaat bagi dunia usaha dan masyarakat kedua pihak.