Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Forum Komunikasi Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin Indonesia menjelang Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2026). Forum ini menjadi wadah untuk menghimpun aspirasi pelaku usaha sekaligus merumuskan rekomendasi strategis yang akan dibahas dalam Rapimnas pada 29-30 Oktober mendatang.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, forum tersebut merupakan bagian dari persiapan menuju Rapimnas. Sebelumnya, Kadin telah menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Serentak pada 24 September 2026 bertepatan dengan HUT ke-58 Kadin Indonesia, yang melibatkan 38 provinsi untuk menghimpun masukan dari semua daerah.
Anin sapaan akrabnya menjelaskan, berbagai aspirasi yang disampaikan dari tingkat daerah hingga Dewan Pertimbangan akan dikelompokkan ke dalam sejumlah kategori atau kelompok kerja (working group). Pengelompokan ini diharapkan memudahkan Kadin dalam menyusun masukan bagi pemerintah agar dunia usaha dapat berkembang.
“Kadin ini tetap optimistis, tapi juga tentunya waspada. Dengan segala macam tantangan, tapi kita percaya peluang itu ada. Tapi kita juga mesti mengerti bagaimana meningkatkan competitiveness supaya kita bisa keluar dari middle income trap,” ujar Anin.
Anin juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan. Menurut Anin, kontribusi dunia usaha tidak hanya diperlukan ketika terjadi bencana, tetapi juga melalui dukungan terhadap akses pasar, permodalan, teknologi, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia M. Arsjad Rasjid mengatakan, forum tersebut menjadi bagian dari upaya menghimpun aspirasi dan merumuskan prioritas dunia usaha untuk dibawa ke Rapimnas Kadin 2026.
Dalam forum tersebut, Arsjad juga menyampaikan Buku Putih Hambatan dan Solusi Dunia Usaha Tahun 2026 sebagai edisi kedua yang menghimpun berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha beserta usulan perbaikannya. Buku putih ini disusun berdasarkan survei aspirasi organisasi yang tergabung dalam ALB Kadin serta pengusaha di tingkat provinsi dari berbagai sektor.
“Sektor manufaktur menjadi kelompok responden terbesar dengan porsi 27,5%, disusul pariwisata dan ekonomi kreatif sebesar 17,6%, serta logistik dan transportasi sebesar 11,8%. Hasil survei kemudian dibahas melalui rapat komisi untuk mendalami berbagai hambatan dan merumuskan rekomendasi perbaikan,” katanya.
Arsjad berharap buku putih tersebut dapat menjadi rujukan bagi penyusunan program kerja Dewan Pengurus Kadin Indonesia sekaligus bahan advokasi kepada pemerintah dan lembaga negara. Ia menekankan bahwa rekomendasi yang telah disusun perlu dikawal bersama agar menghasilkan perbaikan nyata bagi pelaku usaha.
Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia pun mendorong agar Buku Putih Hambatan dan Solusi Dunia Usaha Tahun 2026 dijadikan rujukan dalam advokasi kepada pemerintah.
“Dewan Pertimbangan juga mendorong Dewan Pengurus untuk melibatkan ALB dalam penetapan kebijakan dan pelaksanaan program organisasi,” terangnya.
Selain itu, Dewan Pertimbangan meminta Kadin memperluas keanggotaan ALB dengan mendorong lebih banyak organisasi perusahaan, asosiasi gabungan, organisasi pengusaha, serta himpunan dan ikatan untuk bergabung. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat dan mengefektifkan advokasi Kadin kepada pemerintah.
Arsjad juga mengajak para anggota ALB untuk terus menyampaikan aspirasi yang dilengkapi data pendukung sektoral, sekaligus bersama-sama memantau penyelesaian rekomendasi tahun 2025 yang belum tuntas dan pelaksanaan rekomendasi tahun 2026 secara terukur.
“Dengan pembagian peran yang jelas antara Dewan Pertimbangan, Dewan Pengurus dan seluruh ALB Kadin, aspirasi dapat bergerak dari forum diskusi menjadi perubahan kebijakan yang nyata,” ujar Arsjad.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Erwin Aksa, WKUK Bidang Pangan Kadin Indonesia Mulyadi Jayabaya, WKUK Bidang Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana Kadin Indonesia M. Azis Syamsuddin dan WKUK Bidang Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia Juan Permata Adoe.