Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kamar Dagang Tailan Indonesia (Thai Chamber of Commerce Indonesia/TCCI) menyelenggarakan Indonesia-Thailand Business Forum yang berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Selasa (04/08/2026), bertepatan dengan kunjungan resmi Perdana Menteri Kerajaan Tailan, H.E. Anutin Charnvirakul ke Indonesia
Mengusung tema “Advancing the Indonesia–Thailand Strategic Partnership: Building Integrated Value Chains in Industry, Services, and the Halal Economy,” forum ini mempertemukan perwakilan pemerintah, pemimpin dunia usaha, asosiasi industri, serta perusahaan dari kedua negara guna mengidentifikasi peluang konkret dalam perdagangan, investasi, dan kerja sama industri bilateral.
Forum ini merupakan tindak lanjut dari peningkatan hubungan Indonesia dan Tailan menjadi Kemitraan Strategis (Strategic Partnership) pada Mei 2025. Nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai 17,67 miliar dolar AS pada 2025. Pada tahun yang sama, realisasi investasi Tailan di Indonesia mencapai 525,6 juta dolar AS, sementara investasi Indonesia di Tailan sebesar 101,81 juta dolar AS, yang mencakup sektor manufaktur, energi, pertanian, pengolahan pangan, logistik, perbankan, dan transportasi.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, mengatakan forum ini bertujuan membawa hubungan bisnis kedua negara dari sekadar kerja sama umum menuju implementasi yang lebih nyata.
“Indonesia dan Tailan memiliki kekuatan ekonomi yang saling melengkapi. Prioritas kita saat ini adalah menerjemahkan kekuatan tersebut menjadi investasi bersama, jaringan pemasok yang lebih kuat, produksi yang terintegrasi, serta kemitraan komersial yang mampu menciptakan nilai tambah bagi kedua negara,” ujar Anindya atau Anin sapaan akrabnya.
Ketua Dewan Perdagangan Tailan (Board of Trade of Thailand) Poj Aramwattananont mengatakan kerja sama yang lebih erat antara Kadin Indonesia dengan Kamar Dagang Thailand akan menjadi fondasi penting dalam mendorong peningkatan investasi, membuka peluang bisnis baru, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan ASEAN.
“Seiring dengan terus berkembangnya rantai pasok global, Thailand dan Indonesia memiliki peluang yang unik untuk membangun rantai nilai regional yang lebih kuat dengan menghubungkan keunggulan yang saling melengkapi. Melalui kerja sama yang lebih erat antara Kadin Indonesia dan Kamar Dagang Thailand, kita dapat mengubah kemitraan menjadi investasi, peluang bisnis, dan pertumbuhan berkelanjutan bagi ASEAN,” ujar Poj Aramwattananont.
Dalam forum ini juga dilakukan pertukaran dua Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang disaksikan langsung oleh Perdana Menteri Kerajaan Tailan H.E Anutin Charnvirakul.
MoU pertama antara Kadin Indonesia, yang ditandatangani oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dengan Board of Trade of Thailand yang ditandatangani oleh Poj Aramwattananont mengenai kerja sama pasar karbon (Carbon Market Cooperation). Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari MoU tentang Kerja Sama di Bidang Perdagangan dan Investasi yang ditandatangani kedua kamar dagang di Bangkok pada 19 Mei 2025. Kesepakatan sebelumnya menjadi kerangka kerja untuk mendorong perdagangan dan investasi, pertukaran informasi bisnis, dukungan terhadap partisipasi dalam pameran dagang dan konferensi, serta fasilitasi misi bisnis kedua negara.
Melalui MoU terbaru ini, ruang lingkup kerja sama diperluas ke sektor pasar karbon, termasuk dialog kebijakan dan regulasi, pengembangan standar serta sistem pengukuran, identifikasi proyek karbon yang layak investasi, business matching, mobilisasi investasi, hingga peningkatan interoperabilitas pasar karbon di kawasan ASEAN.
MoU kedua antara Kadin Indonesia yang ditandatangani oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dengan Thai Chamber of Commerce Indonesia (TCCI) yang ditandatangani oleh President of TCCI Pathama Sirikul mengenai pembentukan Thailand Business Ecosystem–Indonesia (TBES-Indonesia). Kerangka kerja ini dirancang untuk menghubungkan pelaku usaha, instansi pemerintah, lembaga keuangan, asosiasi industri, kalangan akademisi, penyedia jasa profesional, serta investor dalam mendukung kerja sama di bidang perdagangan dan investasi, ekonomi halal, keberlanjutan dan inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Pada kesempatan yang sama, Tourism Authority of Thailand (TAT) turut memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kerja sama pariwisata antara Thailand dan Indonesia melalui penandatanganan dua Nota Kesepahaman (MoU) dengan TransNusa Airlines dan Traveloka.
Setelah sesi pembukaan, forum dilanjutkan dengan tiga diskusi panel yang membahas sektor-sektor utama kerja sama ekonomi Indonesia dan Tailan.
Panel pertama bertajuk “Scaling the Halal Economy: Standards, Innovation, and Global Market Access” akan membahas peluang kolaborasi di sektor makanan dan minuman halal, farmasi, kosmetik, pariwisata, logistik, sertifikasi halal, serta keuangan syariah.
Panel kedua bertajuk “Building Integrated Industrial Value Chains: From Resources to Downstreaming Advanced Manufacturing” akan mengeksplorasi integrasi sumber daya alam, skala pasar, dan hilirisasi industri Indonesia dengan keunggulan Thailand di sektor manufaktur, otomotif, elektronik, pengolahan pangan, serta jaringan distribusi regional.
Sementara itu, panel ketiga bertajuk “Connecting Services for Regional Growth: Digital, Logistics, Tourism, and Finance” akan membahas bagaimana penguatan konektivitas sektor jasa dapat mendukung perdagangan, investasi, ekspansi bisnis, serta efisiensi rantai pasok regional.
Sebagai tindak lanjut dari kerangka kerja sama antar-kamar dagang yang disepakati pada 2025 serta dua MoU yang dipertukarkan dalam forum ini, Kadin Indonesia dan Thai Chamber of Commerce akan bekerja sama dengan berbagai mitra strategis untuk merealisasikan berbagai inisiatif di sektor-sektor prioritas, antara lain manufaktur maju, kendaraan listrik, energi, agripangan, layanan digital, logistik, pariwisata, jasa keuangan, dan ekonomi halal.
Kedua organisasi juga berkomitmen mendorong pelaksanaan business matching, fasilitasi investasi, pembentukan kelompok kerja sektoral, misi dagang, pameran proyek investasi, serta dialog kebijakan. Melalui forum ini, Kadin Indonesia dan Thai Chamber of Commerce berharap dapat memperkuat keterlibatan dunia usaha kedua negara sekaligus mendukung terbentuknya rantai nilai regional ASEAN yang semakin terintegrasi dan tangguh.