KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Kadin Perkuat Perempuan Muda Bangun Usaha Lewat Womenpreneur Goes to Campus

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Mustakil Sanayici ve Isadamlari Dernegi (MUSIAD) Indonesia, dan Akademi Femina menggelar Womenpreneur Goes to Campus bertema “Build Your Passion into Business”. Acara yang dirangkai dengan talkshow peringatan Hari Ibu bertajuk “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045” ini berlangsung di Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025).

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Sosial Kadin Indonesia Nita Yudi yang hadir mewakili Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan bahwa penguatan peran perempuan merupakan kunci perekonomian nasional.

“Kadin Indonesia percaya bahwa perekonomian Indonesia tidak akan pernah kuat apabila perempuannya tidak kuat. Saat ini lebih dari 64% UMKM Indonesia digerakkan oleh perempuan, dan mereka terbukti berperan penting menjaga ketahanan ekonomi saat krisis,” ujar Nita.

Namun, menurutnya, para pelaku usaha perempuan masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari akses pembiayaan, kesenjangan literasi digital, akses pasar yang belum optimal, hingga ekosistem usaha yang belum sepenuhnya ramah bagi womenpreneur.

Karena itu, program Womenpreneur Goes to Campus dihadirkan sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi untuk memperkuat kapasitas perempuan muda dalam berwirausaha.

“Tema ‘Build Your Passion into Business’ sangat relevan dengan perubahan cepat di ekonomi digital dan industri kreatif. Subtema yang diangkat Digital Partnership, Eco Vision, Social Impact Business, dan Foodpreneurship adalah bidang-bidang future proof yang cocok untuk energi kreatif perempuan Indonesia,” jelas Nita yang juga hadir sebagai Ketua Umum IWAPI.

Nita menambahkan, program ini selaras dengan prioritas nasional Kadin, terutama pada percepatan ekonomi digital, penguatan UMKM, pengembangan industri kreatif, serta mendorong kesetaraan gender dan kepemimpinan perempuan dalam dunia usaha.

“Kadin memberikan dukungan penuh untuk menghadirkan mentor bisnis dan membuka akses jejaring ke dunia usaha dan investor, dan memberikan peluang magang, kolaborasi, hingga pitching serta mendorong kebijakan lebih pro kepada womenpreneurm” ujar Nita.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kadin Indonesia Tatyana Sentani Sutara, menekankan pentingnya perempuan menjadi mandiri secara ekonomi melalui kewirausahaan.

“Ayo, kita jadi wanita pengusaha. Dengan menjadi pengusaha, kita bisa membuka lapangan pekerjaan dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Tatyana menegaskan bahwa kemandirian finansial perempuan berkaitan erat dengan berbagai isu sosial.

“Faktor ekonomi itu salah satu penyebab KDRT. Persoalan stunting, rendahnya pendidikan, dan kesejahteraan keluarga juga terkait dengan kondisi ekonomi. Karena itu, bila perempuan berdaya secara ekonomi, mereka dapat menjadi bagian penting dalam mengatasi persoalan tersebut,” paparnya.

Untuk itu, Tatyana mendorong para mahasiswa untuk berani memulai usaha sejak dini.

“Dengan menjadi perempuan pengusaha, bisa jadi pahlawan dengan menciptakan lapangan kerja baru dan menikmati kualitas hidup yang lebih baik.”

Sementara itu, Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Amurwani Dwi, turut menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan adalah bagian penting dalam membangun generasi masa depan.

“Anak perempuan adalah calon ibu yang akan melahirkan generasi mendatang. Jika mereka tidak mendapatkan hak yang setara, bagaimana kita bisa menciptakan generasi emas 2045?” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa amanat kesetaraan gender sudah tertuang jelas dalam Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya pada poin keempat yang menekankan pemberdayaan perempuan.

“Seluruh kementerian harus memberikan hak-hak pada perempuan untuk mencapai pendidikan, kesehatan, infrastruktur, kemudian juga akses yang sama untuk mendapatkan pekerjaan,” tutupnya.

Dalam talkshow peringatan Hari Ibu bertajuk “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045” ini hadir sejumlah narasumber di antaranya Co-Founder & CEP Gamecomm Indonesia (Gaming & Education) Sere Kalina Florencia, Founder Garilano Craft Shelly Damayanto dan Venture Capitalist, Dyah Trisnawaty.

Ketum Kadin Anindya Bakrie: Perlu Iklim Kondusif agar “Ayam” Tidak Stres, Terus Bertelur untuk Membuka Lapangan Kerja
Dr Aviliani: Pemerintah Perlu Memberikan Perhatian kepada 75 Juta Kelompok Menengah-Bawah
Ekonom Joshua Pardede: Dengan Kemudahan Investasi dan Efisiensi, Pertumbuhan Ekonomi 2026 Menembus 5,4%

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry