Ketua KADIN Ungkap Tips Pekerja di RI Bisa Bersaing di Era Digital
Contoh Gambar
Contoh Gambar

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid menjabarkan dari studi terbaru McKinsey mengatakan 30 persen pekerja global akan tergantikan oleh otomatisasi pada tahun 2030. Arsjad menyebut pekerjaan administrasi juga nantinya akan tergantikan oleh teknologi AI sama halnya dengan sektor industri SDA yang secara perlahan akan transisi menuju industri hijau.

“Satu sisi, ini akan ada pekerjaan yang hilang. Namun secara positif, ada penciptaan lapangan kerja baru ketika dunia melakukan transisi menuju ekonomi hijau. Badan Energi Internasional menghitung, ada 40 juta lapangan kerja yang akan tercipta dari ekonomi hijau di tahun 2030. Indonesia yang memiliki generasi muda usia produktif atau bonus demografi harus memanfaatkannya. Ini kekuatan kita,” ujar Arsjad dalam keterangan tertulisnya.

Arsjad memprediksi, di Indonesia, akselerasi teknologi 4.0 memiliki potensi untuk mendorong produktivitas dan menghasilkan keuntungan hingga 70 bagi perusahaan, menciptakan 20 juta lapangan kerja baru dan menciptakan tambahan 120 miliar dolar AS dalam output ekonomi tahunan. Hal ini merupakan momentum sekaligus peluang yang mesti kita siapkan untuk mencapainya.

Sementara itu dari Survei IMD World Digital Competitiveness Ranking 2021 menempatkan Indonesia pada peringkat 37 dunia dari total 64 negara. Data tersebut memperlihatkan Indonesia masih kalah dari segi daya saing digital bila dibandingkan beberapa negara di Asia Tenggara. Rendahnya kualitas tenaga kerja yang belum mampu merespons perkembangan kebutuhan pasar kerja, menjadi salah satu penyebab produktivitas dan daya saing Indonesia masih tertinggal.

Arsjad mengingatkan tenaga kerja Indonesia harus mampu beradaptasi di era revolusi industri 4.0 ini. Untuk itu, agar SDM tetap mampu bersaing di era digital, perlu menambah skill dengan cara reskilling atau upskilling. Peningkatan lapangan pekerjaan juga harus sejalan dengan peningkatan investasi. Tidak hanya keterampilan baru tetapi keterampilan yang dibutuhkan untuk industri masa depan.

“Jelas, kita tidak bisa melakukan ini sendirian. Kemitraan publik-swasta yang lebih erat diperlukan agar komunitas bisnis dapat berkontribusi untuk menyesuaikan transisi ini. Industri harus bisa berkolaborasi lebih praktis dengan pemerintah untuk merancang kurikulum yang sesuai kebutuhan industri di masa depan,” jelas Arsjad.

Sementara itu, Chair of B20 Indonesia Shinta Kamdani mengatakan mengenai gambaran dunia bisnis dan industri di masa depan, termasuk soal sektor ketenagakerjaan yang selama pandemi sekitar 25 persen bergeser, dari awalnya bekerja secara manual menjadi digital atau otomasi. Shinta menjabarkan jika tidak segera beradaptasi dengan pergeseran ini, sektor tenaga kerja akan mengalami krisis yang luar biasa.

“B20 Indonesia memiliki legacy yang merupakan upaya kolaboratif berkelanjutan negara-negara G20 guna memecahkan tantangan global dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan. Ada enam legacy yang disiapkan antara lain Carbon Center of Excellence, Global Blended Finance Alliance, B20 Wiki, One Global Women Empowerment, digitally enabled “Always On” global pathogen monitoring system, serta global One Shot campaign,” ujar Shinta.

Dilansir dari VIVA.co.id

Roadmap Strategi 2045 Menjadi Program Prioritas KADIN Indonesia 2023
Gelar Rapimnas 2022, KADIN Indonesia Bahas Penguatan Ekonomi Daerah dan Nasional
Rapimnas KADIN 2022 Fokus Untuk Memperkuat UMKM
Jelang Rapimnas 2022, KADIN Indonesia Adakan Beberapa Pertemuan Penting
KADIN dukung peningkatan ekspor Jawa Timur ke Arab Saudi

B20 Summit Indonesia 2022 | 13-14 November | Bali

Advancing Innovative, Inclusive, and Collaborative Growth

9
Des 22
KADIN Banten Expo 2022
Jumpa
KADIN Indonesia
9
Des 22
Seminar TKDN
Virtual
KADIN Indonesia

B20 Summit Indonesia 2022 | 13-14 November | Bali

Advancing Innovative, Inclusive, and Collaborative Growth

Jelang Rapimnas 2022, KADIN Indonesia Adakan Beberapa Pertemuan Penting
Joint Opening Indonesia Net Zero Summit 2022 dan B20 Investment Forum: Aksi Iklim Kolektif untuk Dekarbonisasi Industri
KADIN Indonesia Bersama Kamar Dagang Swiss dan Eropa Meluncurkan Buku B20 Sustainability 4.0 Awards
Wakil Ketua KADIN Sulut Bidang UKM, Ivanry Matu
KADIN Sulut Dorong Usaha Rintisan Ramah Lingkungan di Sulawesi Utara
KADIN Net Zero Hub: Tanpa Dekarbonisasi Industri, Indonesia Sulit Mencapai Target NDC

B20 Summit Indonesia 2022 | 13-14 November | Bali

Advancing Innovative, Inclusive, and Collaborative Growth

KADIN DKI Jakarta Imbau Pelaku UMKM Tak Khawatir Soal Integrasi NIK Jadi NPWP
KADIN DKI Jakarta Imbau Pelaku UMKM Tak Khawatir Soal Integrasi NIK Jadi NPWP
KADIN Atasi Masalah Keuangan pada UKM
KADIN Atasi Masalah Keuangan pada UKM

B20 Summit Indonesia 2022 | 13-14 November | Bali

Advancing Innovative, Inclusive, and Collaborative Growth

9
Des 22
Seminar TKDN
Virtual
KADIN Indonesia
10
Nov 22
Jakarta International Premium Products Fair (JIPREMIUM) 2022
Jumpa
KADIN Indonesia
9
Des 22
KADIN Banten Expo 2022
Jumpa
KADIN Indonesia
Roadmap Strategi 2045 Menjadi Program Prioritas KADIN Indonesia 2023
Gelar Rapimnas 2022, KADIN Indonesia Bahas Penguatan Ekonomi Daerah dan Nasional
Rapimnas KADIN 2022 Fokus Untuk Memperkuat UMKM
Jelang Rapimnas 2022, KADIN Indonesia Adakan Beberapa Pertemuan Penting
B20 Summit Berhasil Hadirkan Communique untuk Pemulihan Ekonomi yang Inklusif

B20 Summit Indonesia 2022 | 13-14 November | Bali

Advancing Innovative, Inclusive, and Collaborative Growth

Foto Kosong