Batam – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) 2026 di Harris Hotel Batam Center, Kamis (24/9/2026).
Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan program strategis dunia usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau.
Rapimprov Kadin Provinsi Kepri 2026 digelar secara serentak bersama 38 provinsi di Indonesia melalui daring. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Kadin Indonesia.
Ketua Umum Kadin Provinsi Kepri Mustava mengatakan Rapimprov merupakan agenda tahunan organisasi. Tahun ini, pelaksanaannya sekaligus menjadi bagian dari pembenahan sistem organisasi Kadin Indonesia melalui digitalisasi.
Seluruh proses administrasi peserta, mulai dari kehadiran hingga bahan Rapimprov, diverifikasi melalui sistem digital Kadin Indonesia.
“Jadi siapa pun pengurus yang hadir itu diverifikasi semua secara digital. Bahan-bahan serta tema juga kita upload ke sistem Kadin Indonesia,” kata Mustava.
Mustava mengatakan terdapat tiga fokus utama yang dibahas dalam Rapimprov Kadin Kepri 2026. Fokus pertama adalah memperkuat soliditas internal melalui penyusunan program kerja yang berasal dari kebutuhan dunia usaha.
Menurut dia, setiap wakil ketua umum dan kompartemen harus menyusun program sesuai bidang masing-masing untuk kemudian dijalankan secara bersama.
“Kita harus, pengurus harus solid. Kepemimpinan saya ini dari bawah ke atas. Jadi pengurus masing-masing wakil ketua umum dan kompartemen membuat program yang akan disampaikan dan dilaksanakan secara bersama,” ujarnya.
Fokus kedua adalah mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri. Kadin Kepri akan menyelaraskan program dunia usaha dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Mustava menyebut pertumbuhan ekonomi Kepri pada 2025 mencapai 7,48 persen. Dengan capaian tersebut, masih terdapat selisih 0,52 persen menuju target 8 persen yang menjadi acuan pemerintah pusat.
“Kita Kadin Provinsi Kepri menargetkan sesuai dengan target dari pemerintah pusat, yaitu ekonomi 8 persen. Alhamdulillah, Kadin Provinsi Kepri tahun 2025 kemarin kita tumbuh 7,48 persen. Jadi kalau target pemerintah pusat 8 persen, kita tinggal 0,52 persen lagi,” katanya.
Untuk mengejar target tersebut, Kadin akan mendorong program yang menyentuh langsung aktivitas dunia usaha, termasuk penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami dari Kadin Provinsi Kepri dengan 33 wakil ketua umum yang semuanya ahli dan pelaku di bidangnya akan menyupport program-program kerja yang nantinya dihasilkan di Rapimprov ini. Terutama kita akan support pertumbuhan UMKM,” ujarnya.
Mustava juga menyoroti posisi geografis Kepri yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang pengembangan berbagai sektor, khususnya pariwisata, kuliner, dan jasa.
Menurut dia, kedekatan Batam dengan Singapura dan Johor dapat dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak wisatawan dan konsumen dari kedua wilayah tersebut.
Masyarakat Johor, misalnya, dinilai memiliki potensi menjadi pasar bagi sektor pariwisata dan kuliner Batam.
“Dari Johor ada 4,7 juta penduduk Johor. Mereka lebih enjoy berwisata dan berjalan-jalan ke Batam karena di sini tersedia banyak restoran halal,” katanya.
Kadin Kepri juga akan memperkuat hubungan dengan pemerintah daerah. Mustava mengatakan organisasi dunia usaha harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi dan investasi.
“Ketiga kita mempererat, mempersatukan kinerja hubungan antara Kadin dan pemerintah. Sekarang kegiatan-kegiatan Kadin selalu berkoordinasi dengan pemerintah,” ujarnya.
Mustava menegaskan Rapimprov tidak boleh berhenti sebagai agenda administratif organisasi. Setiap program kerja harus memiliki target, penanggung jawab, jadwal pelaksanaan, serta indikator keberhasilan yang jelas.
“Ukuran keberhasilan kita adalah seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh dunia usaha dan masyarakat,” katanya.
Sejumlah indikator yang akan menjadi perhatian Kadin antara lain kemudahan investasi, peningkatan kapasitas UMKM, pembukaan lapangan kerja, perluasan perdagangan, serta kemampuan produk Kepri menembus pasar nasional dan internasional.
“Potensi saja tidak cukup. Potensi harus diubah menjadi peluang. Investasi harus diubah menjadi kegiatan ekonomi, dan kegiatan ekonomi harus menghasilkan lapangan kerja serta kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Program kerja Kadin Kepri juga akan mencakup advokasi dan fasilitasi investasi, pengembangan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perdagangan dan perindustrian, serta hilirisasi.
Selain itu, agenda yang dibahas mencakup ekonomi digital, ekonomi hijau, kemaritiman, pariwisata, konektivitas, dan logistik.
Untuk menjalankan program tersebut, Kadin Kepri akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, Kadin Indonesia, perguruan tinggi, lembaga keuangan, BUMN dan BUMD, asosiasi usaha, investor, serta mitra internasional.
“Kita tidak mungkin bekerja sendiri. Kadin membutuhkan pemerintah, pemerintah membutuhkan dunia usaha. Dunia usaha membutuhkan perbankan dan lembaga pembiayaan,” katanya.
Mustava meminta pengurus Kadin Kepri meninggalkan pola kerja yang berjalan sendiri-sendiri. Setiap program harus dapat dipantau dan dievaluasi secara berkala.
“Satu program, satu target, satu penanggung jawab dan satu ukuran keberhasilan,” ujarnya.
Rapimprov Kadin Provinsi Kepri 2026 ditargetkan menghasilkan tiga keluaran utama, yakni konsolidasi organisasi, program kerja yang konkret dan terukur, serta rekomendasi dunia usaha untuk disampaikan kepada pemerintah dan Kadin Indonesia.
Mustava juga meminta program yang disusun tidak sekadar mengulang agenda sebelumnya.
“Program kerja bukan hanya bagus di atas kertas, tapi benar-benar dapat kita laksanakan. Saya berharap nanti program kerja kita tidak ada lagi copy paste. Walaupun satu program kerja tapi terlaksana, itu sudah sangat membanggakan,” katanya.
“Jabatan dalam Kadin bukanlah simbol, melainkan tanggung jawab,” ujarnya.
Rapimprov Kadin Kepri 2026 mengusung tema “Dari Amanah Menuju Aksi: Memperkuat Peran Strategis Kadin dalam Mendorong Ekonomi Kepri yang Inklusif, Berdaya Saing dan Berorientasi Global.”