KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Hadapi Gejolak Global, Ketum Kadin Anindya Bakrie Tegaskan Pentingnya Soliditas Dunia Usaha

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan pentingnya soliditas dunia usaha dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan tantangan di dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dalam acara Silaturahmi dan Rapat Kerja Sama Dewan Pengurus Harian & Dewan Pertimbangan yang berlangsung di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selasa (16/09/2025).

“Rapat kali ini menyatukan silaturahmi jelas, tapi juga sekalian konsolidasi. Saya pikir banyak sekali yang Kadin bisa lakukan untuk Indonesia saat ini, apalagi kondisi yang kita tahu tidak mudah-mudah saja,” ucap Anin sapaan akrabnya.

Dalam acara tersebut, Anin juga menyoroti persoalan ketidakadilan, kesenjangan, hingga kecemburuan sosial yang dirasakan masyarakat sebagai tantangan yang tidak bisa diabaikan.

Dijelaskan Anin, meski perekonomian mulai menggeliat, Indonesia masih membutuhkan terobosan untuk memperluas lapangan kerja. Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik global membuat situasi semakin rapuh.

“Karena itu, yang paling penting sejak awal tahun ini adalah konsolidasi internal. Kalau kita kompak di dalam, keluar insya Allah kita bisa lebih memberikan manfaat dan sumbangsih,” tegas Anin.

Ditambahkan Anin, kontribusi dunia usaha sangat signifikan terhadap perekonomian nasional.

“Pak Arsjad (Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia) selalu menyampaikan bahwa dari 100 persen PDB, APBN itu hanya 20 persen. Sisanya, 80 persen ada di Kadin, di swasta, BUMN, UMKM, dan koperasi,” kata Anin.

Kadin, lanjut Anin, juga rutin menggelar konsolidasi dengan Kadin provinsi setiap pekan keempat tiap bulan, selain menghadiri Musyawarah Provinsi dan Rapat Pimpinan Provisi di daerah.

Hal ini kata Anin dinilai penting karena penurunan transfer APBN ke daerah, dari Rp1.000 triliun menjadi Rp700 triliun, berpotensi memperlebar kesenjangan fiskal di daerah.

“Oleh karena itu dibutuhkan suatu terobosan supaya mereka bisa terus berkembang tanpa perlu untuk berpikir singkat seperti menaikkan PDB,” tutur Anin.

Lebih lanjut, Anin juga menyoroti pentingnya pendampingan terhadap program-program pemerintah bernilai besar, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp250 triliun, Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan Rp130 triliun, serta Koperasi Desa Merah Putih.

“Program pemerintah niatnya bagus, tapi eksekusinya harus dikawal. Di sinilah Kadin sebagai Indonesia Incorporated bisa memainkan perannya,” ujar Anin

Dalam hal investasi, Anin menyebut masih ada sikap ‘wait and see’ di kalangan pelaku usaha. Namun, Anin optimistis Danantara mampu meningkatkan iklim investasi dengan melibatkan pengusaha, bukan menyingkirkan mereka.

Selanjutnya dipaparkan Anin, untuk perdagangan internasional, Kadin juga ikut membantu membuka jalur negosiasi dengan Amerika Serikat dan Eropa, meski tantangan tetap ada pada daya saing nasional, seperti ketersediaan listrik, air, hingga infrastruktur.

“Nah di sini juga yang kita ingin pastikan bahwa benar-benar kita paham, kita mesti buka jalan tapi hal-hal seperti itu juga kita mesti tingkatkan,” tegas Anin

Senada dengan Anin, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Arsjad Rasjid menegaskan pentingnya soliditas pengusaha dari berbagai skala, termasuk UMKM, dalam mendukung penciptaan lapangan kerja.

“Di sini kita menyatakan soliditas daripada para pengusaha, dari yang besar sampai yang kecil, UMKM, bahwa bagaimana kita bisa memberikan solusi,” kata Arsjad.

“Momentum ini waktunya kita bergotong royong untuk memastikan ekonomi kembali,” tandasnya.

Hadir dalam agenda tersebut di antaranya Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Kadin Indonesia Carmelita Hartoto, WKUK Bidang Pangan Kadin Indonesia Mulyadi Jayabaya, WKUK Bidang Investasi, Hilirisasi, Energi dan Lingkungan Hidup Kadin Indonesia Bobby Gafur Umar, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Pengembangan Infrastrutur Strategis dan Pembangunan Pedesaan serta Transmigrasi Kadin Indonesia Thomas Jusman, WKU Bidang Pengembangan Asosiasi/Himpunan/Anggota Luar Biasa Kadin Indonesia Benny Soetrisno, WKU Bidang Kewirausahaan Kadin Indonesia UMKM R.M Tedy Aliudin, WKU Bidang Pertanian Kadin Indonesia Devi Erna Rachmawati, WKU Bidang Peternakan Kadin Indonesia Cecep Moch Wahyudin, WKU Bidang Kelautan dan Perikanan Kadin Indonesia Yugi Prayanto, WKU Bidang Perlindungan Pekerja Migran Kadin Indonesia Nofel Saleh Hilabi, WKU Bidang Riset dan Teknologi Kadin Indonesia Ilham Akbar Habibie, WKU Bidang Pemasaran, Promosi, Inovasi, dan Pengembangan Produk UMKM Kadin Indonesia Rifda Ammarina, WKU Bidang Perumahan dan Kawasan Permukinan Kadin Indonesia Dhony Rahajoe, WKU Bidang Transformasi Teknologi UMKM dan Digital Kadin Indonesia Teguh Anantawikrama, WKU Bidang Pengembangan Potensi Kolaborasi dan Pendanaan Kadin Indonesia Sharmila Yahya serta Kepala Badan Pengembangan Ekonomi Syariah Kadin Indonesia Titi Khoiriah.

Kadin Gelar FGD Ship to Ship Transfer, Dorong Regulasi Bongkar Muat yang Dukung Iklim Investasi
Kadin dan Pemprov Sumbar Serahkan 10 Huntap bagi Penyintas Banjir di Batu Busuk Padang
Di Rapimprov Kadin Jakarta, Anindya Bakrie Jelaskan Tiga Aspek Penting yang Perlu Diwaspadai Indonesia Hadapi Situasi Global yang Tidak Stabil

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry