KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

IKPLN dan Pelaku Industri Bahas Implementasi RUPTL 2025 – 2034

Ikatan Keluarga Pensiunan Listrik Negara (IKPLN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai pelaksanaan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2025–2034 dan koneksi jaringan High Voltage Direct Current (HVDC) antara Sumatera-Batam-Bintan (ISBB) dan Sumatera-Jawa (ISJ) di Kantor Pusat PLN, Jakarta (13/11/2025).

Acara ini secara resmi dibuka oleh Ibu Arsyadani Akmala Putri, dan menghadirkan jajaran pembicara dari unsur regulator, eksekutif PLN Group, akademisi, pelaku industri energi, hingga perwakilan perusahaan teknologi global.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Wakil Ketua Komite Tetap Perencanaan Ketenagalistrikan Kadin Indonesia, Feby Joko Priharto yang juga merupakan Direktur Utama PLN Nusa Daya, kemudian Ketua Komite Tetap Perencanaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kadin Indonesia Eddy Asmanto, yang mewakili Wakil Ketua Umum Bidang Perencanaan Nasional Kadin Indonesia, Bayu Priawan Djokosoetono.

FGD ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memastikan tercapainya roadmap ketenagalistrikan yang modern, berkelanjutan, dan selaras dengan visi Indonesia menuju masa depan energi yang lebih hijau dan terintegrasi

Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri menekankan bahwa jaringan distribusi memegang peranan penting dalam keberhasilan RUPTL. Ia menyatakan bahwa proyek interkoneksi HVDC merupakan bagian krusial dari RUPTL 2025–2034 yang akan menjadi dasar Sistem Kelistrikan Nasional di masa depan, dengan fokus pada tiga hal utama, antara lain:

  1. Jaringan distribusi sebagai penentu keandalan layanan kepada pelanggan. Integrasi antara pembangkitan dan transmisi harus memastikan kualitas dan keberlanjutan pasokan listrik di tingkat distribusi.
  2. Kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi menjadi kunci keberhasilan. Peningkatan kompetensi pegawai, khususnya dalam teknologi jaringan modern, sangat penting untuk mengelola jaringan yang semakin terintegrasi dan canggih.
  3. Perlunya kolaborasi antar unit dalam PLN Group termasuk pembangkitan, transmisi, distribusi, dan anak perusahaan untuk mempercepat pelaksanaan proyek HVDC dan RUPTL. Implementasi ini membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak agar PLN dapat bergerak secara terpadu.

Diskusi kelompok terarah (FGD) ini menjadi wadah kolaborasi bagi berbagai pihak terkait, termasuk PLN Nusantara Power, Indonesia Power, PLN Engineering, PLN Icon Plus, Siemens Energy, LS Cable & System, Omexom-Vinci, serta pelaku industri lainnya. Dalam forum ini, para peserta mendapatkan informasi mengenai aspek teknis, kendala dalam pelaksanaan, hingga rencana untuk mempercepat proyek interkoneksi HVDC.Kegiatan ini menunjukkan tekad kuat PLN untuk menyediakan layanan kelistrikan yang lebih terpercaya, hemat, dan terpadu, sesuai dengan sasaran yang tertuang dalam RUPTL terbaru.

Transformasi sistem kelistrikan Nasional juga diharapkan dapat menghasilkan peningkatan keandalan pasokan listrik, percepatan penyerapan Energi Baru Terbarukan (EBT), peningkatan efisiensi sistem secara keseluruhan, dan penguatan ketahanan energi nasional.

##

Di Rapimprov Kadin Jakarta, Anindya Bakrie Jelaskan Tiga Aspek Penting yang Perlu Diwaspadai Indonesia Hadapi Situasi Global yang Tidak Stabil
Safari Ramadan di Masjid Raya Al Bakrie Lampung, Ketum Kadin Apresiasi Geliat UMKM
Tekan Inflasi di Kolaka, Kadin Sultra Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry