KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

James Riady: Tidak Cukup Alasan untuk Tidak Optimistis Memasuki Tahun 2026
Penulis : Primus Dorimulu, Kepala Kadin Communications Office

JAKARTA—Tidak cukup alasan bagi bangsa Indonesia untuk tidak optimistis memasuki tahun 2026. Di tengah lingkungan global yang menantang, kinerja ekonomi nasional justru menunjukkan perbaikan signifikan. Pada 2025, laju pertumbuhan ekonomi mencapai 5,11%, tertinggi di antara negara-negara Group of Twenty (G20). Bahkan pada kuartal keempat 2025, pertumbuhan ekonomi menembus 5,39%, tertinggi sejak periode pemulihan pascapandemi Covid-19.

Memasuki tahun 2026, sejumlah program Presiden Prabowo Subianto, khususnya pembangunan tiga juta rumah dan program makan bergizi gratis (MBG), mulai menunjukkan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja. Otoritas fiskal juga telah menyatakan tekad untuk mempercepat pencairan anggaran belanja APBN 2026 sejak awal kuartal pertama.

“Jika kita melihat berbagai indikator ekonomi, tidak ada alasan yang cukup kuat bagi kita untuk tidak optimistis memasuki 2026. Kita memasuki tahun ini dengan fondasi ekonomi yang kuat dan kondisi fiskal yang sehat,” kata James Riady, Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Luar Negeri, dalam acara Kadin Indonesia Diplomatic–Economic Breakfast di Museum Nasional, Jakarta, Jumat (13/02/2026).

Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, para direktur jenderal dari sejumlah kementerian, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino M. Vega, WKU Bidang Perdagangan dan Perjanjian Luar Negeri Kadin Indonesia Pahala Mansury, jajaran Ketua Komite Bilateral dan Komite Tetap Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, serta para Ketua Kadin Daerah. Kegiatan ini merupakan agenda bulanan Kadin di bawah koordinasi WKUK Bidang Luar Negeri James Riady.

Momentum Pertumbuhan yang Konsisten
Selama empat kuartal 2025, pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren perbaikan yang konsisten dari kuartal pertama hingga mencapai puncaknya pada kuartal keempat. Pada periode tersebut, pertumbuhan melonjak hingga 5,39%. Salah satu faktor pendorongnya adalah kenaikan belanja pemerintah yang pada kuartal itu meningkat hingga 44%.

“Ini momentum yang sangat baik sekaligus prestasi yang patut disyukuri. Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara anggota G20,” ujar James.

Pertumbuhan 5,39% pada kuartal keempat 2025 merupakan yang tertinggi sejak 2022, saat Indonesia mengalami rebound dari pandemi. Tren ini diyakini berlanjut pada 2026. Perkembangan di lapangan juga menggembirakan.

Para peritel aktif mencari lokasi untuk membuka gerai baru, kawasan perbelanjaan kembali mencatat peningkatan permintaan, banyak sektor melaporkan kinerja kuat pada kuartal keempat, dan aktivitas bisnis pada Januari tetap solid. Permintaan domestik, tegasnya, tetap hidup dan sehat.

Masifnya Pembangunan Perumahan

Memasuki 2026, sejumlah program pemerintah—khususnya pembangunan tiga juta rumah dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) —mulai menunjukkan hasil positif. Menurut James, publik kini menyaksikan penggerak pertumbuhan struktural yang signifikan.

“Salah satu yang paling penting adalah inisiatif pembangunan perumahan skala besar dari pemerintah. Indonesia masih menghadapi defisit perumahan yang cukup besar,” ujarnya.

Program tersebut bertujuan memberikan jutaan keluarga yang belum memiliki rumah kesempatan nyata untuk memilikinya. “Ini bukan sekadar program sosial, melainkan mesin ekonomi yang sangat kuat untuk menggerakkan pertumbuhan dan pemerataan,” tambahnya.

Dorongan pembangunan perumahan yang berkelanjutan akan menciptakan lapangan kerja dalam skala besar, mendorong sektor konstruksi, bahan bangunan, logistik, dan jasa keuangan, serta berpotensi menambah 1%–1,5% terhadap pertumbuhan PDB. Sektor perumahan memiliki dampak langsung dan cepat terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Membangun Kepercayaan
James menegaskan bahwa fondasi pertumbuhan ekonomi tidak hanya dibangun oleh angka makro dan kebijakan fiskal, tetapi juga oleh kepercayaan antarbangsa “Perdagangan mengikuti kepercayaan. Dan kepercayaan berawal dari saling pengertian. Dan budaya adalah tempat di mana pengertian itu dimulai,” ujarnya.

Menurutnya, sebelum kontrak ditandatangani, sebelum investasi direalisasikan, dan sebelum pabrik dibangun, bangsa-bangsa harus belajar untuk saling memahami dan saling menghormati. Di situlah hubungan mendalam antara diplomasi, budaya, dan ekonomi terbentuk. Karena itu, forum Sarapan Diplomatik–Ekonomi Kadin bukan sekadar seremoni, melainkan ruang kerja konkret tempat diplomasi bertemu kebutuhan ekonomi riil.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia memasuki 2026 di tengah dunia yang berubah cepat. Pertumbuhan global tidak merata, pola perdagangan dibentuk ulang, rantai pasok direorganisasi, dan arus modal semakin selektif. Namun sejarah menunjukkan bahwa periode penyesuaian global juga melahirkan peluang baru, terutama bagi negara yang menawarkan stabilitas, skala ekonomi besar, dan kemitraan kredibel.

“Bagi Indonesia, pertanyaannya bukan apakah dunia berubah, tetapi bagaimana kita memposisikan diri secara jelas dan kredibel di tengah perubahan itu,” kata James.

Ia menyampaikan bahwa Indonesia baru-baru ini melakukan pembahasan konstruktif dengan sejumlah mitra utama dan menantikan penandatanganan perjanjian perdagangan penting dengan Amerika Serikat pada 19 Februari di Washington, D.C. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap Indonesia sebagai mitra ekonomi yang stabil dan andal.

Dengan arus investasi yang relatif stabil, membaiknya kondisi komoditas, konsumsi domestik yang kuat, serta program belanja pemerintah yang lebih akseleratif, seluruh komponen utama PDB bergerak mendukung pertumbuhan berkelanjutan pada 2026.

“Optimisme kita bukan optimisme emosional. Ia bersifat struktural, berbasis data, dan berakar pada aktivitas ekonomi nyata di lapangan,” tegasnya.

Diplomasi Budaya dan Ekonomi
Namun James mengingatkan, optimisme saja tidak cukup. Tantangannya adalah menerjemahkan stabilitas menjadi kesejahteraan bersama dan kemitraan nyata. Masa depan pertumbuhan Indonesia tidak ditentukan hanya di ruang konferensi, tetapi di kawasan industri, destinasi pariwisata, wilayah pertanian, dan kota-kota sekunder yang tumbuh di seluruh nusantara.

Ia juga menyoroti pentingnya dimensi budaya dan kehadiran Wakil Menteri Kebudayaan dalam forum tersebut. Budaya, katanya, bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga pariwisata, industri kreatif, diplomasi kuliner, film, fesyen, musik, dan konten digital. Dalam banyak kasus, budaya menjadi duta pertama sebuah bangsa, jauh sebelum perjanjian perdagangan ditandatangani.

Ketika masyarakat saling menghargai budaya, hubungan bisnis menjadi lebih mudah, lebih dalam, dan lebih berkelanjutan. “Diplomasi budaya dan diplomasi ekonomi bukan dua jalur terpisah. Keduanya adalah dua sisi dari mata uang yang sama,” ujarnya.

Menutup paparannya, James menegaskan bahwa meskipun dunia penuh ketidakpastian, arah Indonesia tetap jelas: stabilitas politik, pasar domestik yang besar dan terus tumbuh, sumber daya alam strategis, serta komitmen kuat terhadap kemitraan jangka panjang.

Sebagai Kadin, pihaknya berkomitmen menjadi jembatan antara pemerintah dan dunia usaha, antara mitra asing dan pelaksanaan di tingkat lokal, serta antara strategi nasional dan kesiapan daerah. “Terima kasih atas persahabatan, kemitraan, dan kepercayaan Anda kepada Indonesia,” tutup James.

Titi Khoiriah, Kepala Badan Ekonomi Syariah Kadin Indonesia menjadi panelis Internasional di Makkah Halal Forum 2026, Tegaskan Peran Strategis Indonesia dalam Ekosistem Halal Global
James Riady: Tidak Cukup Alasan untuk Tidak Optimistis Memasuki Tahun 2026
Erwin Aksa Apresiasi Kadin Sultra Bangun SPPG MBG hingga Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry