KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Panen Perdana Produksi Benih Kedelai: Kadin Indonesia, Kementan RI dan HKTI Perkuat Ketahanan Pangan Menuju Swasembada Kedelai Nasional

Lebak – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kementerian Pertanian (Kementan) RI dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) melaksanakan Panen Perdana Produksi Benih Kedelai di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketersediaan benih unggul nasional sebagai fondasi utama percepatan swasembada kedelai Indonesia pada Sabtu (30/05/2026).

Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat Indonesia melalui berbagai produk pangan seperti tempe, tahu, kecap, dan berbagai industri olahan lainnya. Namun hingga saat ini, kebutuhan kedelai nasional masih sangat bergantung pada impor.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik (BPS), kebutuhan kedelai nasional mencapai sekitar 3 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri masih berada di bawah 500 ribu ton per tahun. Akibatnya, lebih dari 80% kebutuhan kedelai nasional masih dipenuhi melalui impor.

Produksi benih unggul menjadi faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas kedelai nasional. Benih berkualitas mampu meningkatkan hasil panen hingga 20–30 persen dibandingkan penggunaan benih non-sertifikasi. Oleh karena itu, penguatan industri perbenihan nasional merupakan langkah fundamental untuk meningkatkan produksi kedelai secara berkelanjutan.

Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Kadin Indonesia sekaligus Ketua Umum Himpunan NEXTANI Indonesia Devi Erna Rachmawati, menyampaikan bahwa keberhasilan panen perdana ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi petani, serta pelaku agribisnis dalam membangun kemandirian pangan nasional.

“Swasembada kedelai tidak dapat dicapai tanpa ketersediaan benih unggul yang berkualitas dan berkelanjutan. Panen perdana produksi benih ini merupakan tonggak penting dalam membangun ekosistem pertanian modern yang mampu meningkatkan produktivitas petani sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai. Kadin Indonesia berkomitmen mendukung investasi, hilirisasi, dan penguatan rantai pasok benih nasional untuk mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia,” ujar Devi Erna Rachmawati.

Program produksi benih ini juga diharapkan dapat memperluas akses petani terhadap benih unggul bersertifikat, meningkatkan produktivitas lahan, serta memperkuat ekonomi pedesaan melalui pengembangan kawasan sentra kedelai nasional.

Kabupaten Lebak dipilih sebagai lokasi pengembangan karena memiliki potensi lahan pertanian yang luas dan dukungan petani yang kuat dalam pengembangan komoditas pangan strategis. Ke depan, model kolaborasi ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah sentra pertanian lainnya di Indonesia. Dimana Kerjasama ini Kementrian Pertanian RI membeli hasil panen benih Kedelai untuk diberikan kembali kepada Petani.

Melalui sinergi Kadin Indonesia, Kementerian Pertanian RI, HKTI, dan seluruh pemangku kepentingan, Indonesia optimistis dapat mempercepat peningkatan produksi kedelai nasional, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan cita-cita besar swasembada kedelai menuju Indonesia yang mandiri dan berdaulat pangan.

Panen Perdana Produksi Benih Kedelai: Kadin Indonesia, Kementan RI dan HKTI Perkuat Ketahanan Pangan Menuju Swasembada Kedelai Nasional
Prabowo dan Macron Hadiri Peluncuran Dewan Bisnis RI-Prancis Senilai 1,3 Triliun Dolar AS
Disaksikan Presiden Prabowo, Kadin Indonesia dan MEDEF Luncurkan France-Indonesia High-Level Business Council di Paris

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry