KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Kadin Dorong Penguatan Hilirisasi Rantai Pasok Tanaman Herbal di Indonesia

Jakarta – Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Devi Erna Rachmawati melakukan pertemuan strategis dengan Direktur Mustika Ratu yang juga sekaligus Ketua Komite Tetap Tanaman Herbal Kadin Indonesia Kusuma Ida Anjani di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Kamis (18/06/2026).

Devi mengatakan bahwa pertemuan tersebut membahas pengembangan ekosistem tanaman herbal nasional, peluang hilirisasi industri, tantangan yang dihadapi petani, serta implementasi program penguatan rantai pasok herbal Indonesia.

“Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia yang didukung oleh ribuan spesies tanaman obat dan tradisi jamu yang telah menjadi warisan budaya bangsa. Permintaan terhadap produk herbal dan berbasis bahan alami terus meningkat baik di pasar domestik maupun internasional,” kata Devi.

Data industri kata Devi, menunjukkan bahwa pasar herbal Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan mencapai sekitar 13,7 miliar dolar AS dan berpotensi tumbuh menjadi lebih dari 25 miliar dolar AS pada tahun 2033 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sekitar 7,1% per tahun.

Menurut Devi, pengembangan tanaman herbal tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan kesehatan nasional, tetapi juga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi sektor pertanian.

“Indonesia memiliki kekayaan tanaman herbal yang luar biasa. Tantangan kita saat ini bukan lagi pada budidaya semata, tetapi bagaimana membangun rantai nilai yang terintegrasi dari hulu hingga hilir sehingga mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global,” terang Devi.

Devi menambahkan, beberapa peluang pengembangan industri herbal nasional meliputi:

  • Peningkatan permintaan global terhadap produk herbal dan natural wellness.
  • Pengembangan industri jamu modern, suplemen kesehatan, kosmetik herbal, dan pangan fungsional.
  • Penguatan ekspor produk herbal Indonesia ke pasar Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika Serikat.
  • Pemanfaatan teknologi digital dan e-commerce untuk memperluas akses pasar.
  • Pengembangan kawasan sentra tanaman herbal berbasis kemitraan petani dan industri.

 

Sebagai tindak lanjut, ungkap Devi, Kadin Indonesia Bidang Pertanian bersama Komtap Tanaman Herbal akan mendorong sejumlah program prioritas, yaitu:

  • Pemetaan komoditas herbal unggulan nasional.
  • Pengembangan klaster budidaya tanaman herbal berbasis daerah.
  • Pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) bagi petani.
  • Penguatan kemitraan petani dengan industri pengolahan herbal.
  • Pengembangan pusat hilirisasi dan inovasi produk herbal.
  • Peningkatan akses pembiayaan dan investasi sektor herbal.
  • Penguatan promosi dan ekspor produk herbal Indonesia.

 

Sementara itu, Kusuma Ida Anjani menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha, petani, akademisi, dan pemerintah untuk mempercepat hilirisasi produk herbal nasional.

“Industri herbal modern membutuhkan pasokan bahan baku yang berkualitas, berkelanjutan, dan memenuhi standar internasional. Karena itu kemitraan dengan petani serta penguatan sistem budidaya menjadi faktor kunci dalam pengembangan industri herbal Indonesia,” pungkas Kusuma.

Anindya Bakrie Apresiasi Langkah BI Jaga Stabilitas, Dunia Usaha Optimistis Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh
Perry Warjiyo: BI All Out Jaga Stabilitas dan Dorong Laju Pertumbuhan Ekonomi
Kadin Dorong Penguatan Hilirisasi Rantai Pasok Tanaman Herbal di Indonesia

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry