Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Belarusian Chamber of Commerce and Industry menggelar Indonesia-Belarus Business Forum and Business Matching di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026). Forum bisnis ini digelar dalam rangka menyambut kunjungan Presiden Republik Belarus H.E. Alexander Grigoryevich Lukashenko ke Indonesia pada 1 Juli 2026.
Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady, mengatakan dunia saat ini menghadapi tantangan berupa perubahan rantai pasok global, meningkatnya ketidakpastian pasar hingga dinamika geopolitik yang semakin memengaruhi tatanan ekonomi dunia.
Menurut James, kondisi tersebut membuat setiap negara perlu membangun kemitraan ekonomi baru yang bersifat jangka panjang, bukan sekadar meningkatkan nilai perdagangan.
“Forum hari ini bukan hanya tentang meningkatkan perdagangan, tetapi membangun kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Belarus,” ujar James.
James mengatakan Belarus memiliki keunggulan di bidang rekayasa teknik, manufaktur industri, teknologi pertanian, pupuk, alat berat, sains, dan pendidikan teknik. Sementara itu, Indonesia memiliki kekuatan berupa populasi sekitar 285 juta jiwa, sumber daya alam yang melimpah, bonus demografi serta sektor swasta yang dinamis.
“Keunggulan kedua negara saling melengkapi. Belarus membawa teknologi, kemampuan rekayasa, pengalaman manufaktur, sementara Indonesia menawarkan skala pasar, talenta, kewirausahaan, sumber daya, dan salah satu pasar domestik terbesar di dunia,” kata James.
James mendorong perusahaan-perusahaan Belarus tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar ekspor, tetapi juga sebagai basis investasi jangka panjang dengan membangun pabrik, melakukan alih teknologi, mengembangkan manufaktur serta bermitra dengan perusahaan Indonesia.
Menurut James, langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat basis manufaktur nasional, meningkatkan kapasitas industri, memperkuat ketahanan pangan, produktivitas pertanian, serta penguasaan teknologi. Ia juga menilai Indonesia kini semakin berkomitmen menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif bagi investor asing.
James mencontohkan keberhasilan perusahaan-perusahaan Jepang yang tidak hanya menjual produk ke Indonesia, tetapi juga melakukan investasi, melokalisasi produksi, mengembangkan sumber daya manusia lokal, dan menjalin kemitraan dengan pelaku usaha nasional.
“Barangkali Belarus dapat menulis kisah suksesnya sendiri di Indonesia,” ujar James.
Lebih lanjut, James mengatakan pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi dunia menuju kawasan Pasifik menjadikan Indonesia memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang menuju pasar ASEAN yang berpenduduk lebih dari 680 juta jiwa. Sebaliknya, ia juga berharap semakin banyak perusahaan Indonesia yang menjalin usaha patungan dan investasi bersama di Belarus untuk mengakses kawasan Eurasia yang lebih luas.
“Pemerintah dapat menciptakan kerangka kerja sama dan memperkuat hubungan diplomatik, tetapi dunia usahalah yang menciptakan investasi, lapangan kerja, transfer teknologi, dan kemakmuran,” kata James.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengungkapkan, nilai perdagangan Indonesia dan Belarus yang saat ini mencapai sekitar 220 juta dolar AS terus menunjukkan peningkatan, terutama setelah penandatanganan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia dengan Eurasian Economic Union (I-EAEU).
Ia berharap proses ratifikasi perjanjian tersebut segera rampung sehingga lebih dari 90 persen produk Indonesia dapat memasuki pasar negara-negara anggota EAEU, termasuk Belarus, dengan tarif bea masuk nol persen.
“Presiden telah mempersiapkan surat kepada DPR untuk proses ratifikasi. Rusia dan Belarus juga telah meratifikasi perjanjian tersebut, sehingga kami berharap implementasinya dapat segera berjalan,” kata Airlangga.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Perdana Menteri Republik Belarus H.E. Viktor Karankevich mengatakan hubungan bilateral Belarus dan Indonesia berkembang secara dinamis berkat hubungan baik para pemimpin kedua negara. Ia menyebut kerja sama kedua negara terus meningkat di berbagai sektor, mulai dari pertanian, kesehatan, pendidikan hingga industri.
“Hari ini kami telah menandatangani sejumlah dokumen yang akan memberikan dorongan baru bagi penguatan hubungan ekonomi bilateral antara Belarus dan Indonesia,” pungkasnya.
Dalam forum tersebut, kedua belah pihak juga menyaksikan penandatanganan sejumlah dokumen kerja sama strategis antar-lembaga, dunia usaha dan perguruan tinggi kedua negara, di antaranya:
- Cooperation Agreement between the Belarusian Chamber of Commerce and Industry and the Indonesian Chamber of Commerce and Industry.
- Cooperation Agreements between the Minsk Branch of the Belarusian Chamber of Commerce and Industry and the Jakarta Chamber of Commerce and Industry.
- Cooperation Agreements between the Gomel Branch of the Belarusian Chamber of Commerce and Industry and the East Java Chamber of Commerce and Industry.
- Cooperation Agreements between the Mogilev Branch of the Belarusian Chamber of Commerce and Industry and the North Sumatra Chamber of Commerce and Industry.
- Cooperation Agreements between the Grodno Branch of the Belarusian Chamber of Commerce and Industry and the Bali Chamber of Commerce and Industry.
- Memorandum of Understanding between JSC Belarusian Universal Commodity Exchange and the PT. Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia.
- Strategic Cooperation Agreement between OJSC BELAZ with PT. Belazia Trucks Indonesia for the supply of spare parts in the amount of 3,000,000 (three million) US dollars.
- Memorandum of Understanding between Belarusian State University of Informatics and Radioelectronics and Andalas University.
- Agreement between Belarusian State University of Foreign Languages and the Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS).
- Contract between JSC INTEGRAL and the PT. Radar Telekomunikasi Indonesia.
- Contract between JSC INTEGRAL and the JAKARTA AEROSPACE.
Turut hadir dalam acara tersebut WKUK Bidang Pangan Kadin Indonesia Mulyadi Jayabaya, WKUK Bidang Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana Kadin Indonesia M. Azis Syamsuddin, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Peternakan Kadin Indonesia Cecep Muhammad Wahyudin, WKU Bidang Perdagangan dan Perjanjian Luar Negeri Kadin Indonesia Pahala Mansury, WKU Bidang Pemasaran, Promosi, Inovasi dan Pengembangan Produk UMKM Kadin Indonesia Rifda Ammarina dan Ketua Komite Bilateral Rusia-Belarus Kadin Indonesia Didit Ratam.
Hadir pula Ketua Umum (Ketum) Kadin Provinsi Sumatra Utara Firsal Ferial Mutyara dan Ketum Kadin Provinsi Bali I Made Ariandi.