KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Indonesia-Filipina Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Pertanian hingga Energi Jelang KTT ASEAN 2026

Manila, Filipina – Indonesia dan Filipina memperkuat kemitraan strategis di bidang pertanian, ketahanan pangan, teknologi, keamanan, dan energi menjelang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT ASEAN di Filipina pada November 2026. Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan delegasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan pimpinan Philippine Chamber of Commerce and Industry (PCCI) serta Philippine–Indonesia Business Council di Manila, Filipina, Jumat (17/07/2026).

Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pertanian Devi Erna Rachmawati dan Ketua Komite Filipina Kadin Indonesia Iman Arif. Pertemuan itu menjadi bagian dari persiapan finalisasi agenda ASEAN Business Advisory Council atau ASEAN-BAC Agriculture Task Force menjelang KTT ASEAN 2026.

Kedua pihak sepakat bahwa hubungan ekonomi Indonesia dan Filipina tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan perdagangan. Kerja sama perlu dikembangkan menjadi kemitraan jangka panjang yang berbasis investasi, inovasi, transfer teknologi, penguatan rantai pasok, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Sektor pertanian dan ketahanan pangan menjadi salah satu agenda utama pertemuan. Indonesia dan Filipina dinilai memiliki tantangan yang relatif serupa sebagai negara dengan basis ekonomi agraris, jumlah penduduk besar, dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Peluang kerja sama mencakup peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan teknologi budidaya, benih unggul, pupuk dan sarana produksi pertanian, mekanisasi, digitalisasi pertanian, pengelolaan pascapanen, hingga hilirisasi produk pertanian.

Indonesia dinilai memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi pertanian, pupuk organik, sistem pertanian berkelanjutan, serta pembangunan ekosistem agribisnis. Sementara itu, Filipina memiliki potensi lahan produksi, tenaga kerja, serta pasar domestik dan regional yang besar.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui pembangunan lahan percontohan atau demonstration farm, proyek percontohan, riset dan pengembangan, transfer teknologi, pembentukan perusahaan patungan atau joint venture, serta kemitraan antara perusahaan dan petani.

Kerja sama pertanian juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani, memperkuat ekonomi perdesaan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah komoditas.

 

Dorong Transfer Teknologi dan Inovasi

Selain sektor pertanian, Indonesia dan Filipina membahas peluang transfer teknologi untuk memperkuat daya saing kedua negara di tengah pesatnya transformasi digital.

Kerja sama berpotensi dikembangkan dalam bidang teknologi informasi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence, pertanian digital, smart farming, keamanan siber, tata kelola digital, serta pengembangan sistem berbasis data.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang bagi perusahaan teknologi, perusahaan rintisan atau startup, lembaga riset, perguruan tinggi, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Transfer teknologi tidak hanya dilakukan melalui transaksi produk dan jasa, tetapi juga melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, riset bersama, pembangunan pusat inovasi, dan investasi bersama.

Indonesia dan Filipina melihat perkembangan ekonomi digital ASEAN sebagai peluang untuk membangun ekosistem bisnis yang saling melengkapi dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

 

Perkuat Keamanan dan Infrastruktur Digital

Bidang keamanan juga menjadi salah satu sektor strategis yang dibahas. Perkembangan sistem pengawasan, keamanan digital, perlindungan infrastruktur strategis, dan teknologi keamanan dinilai semakin penting dalam menghadapi tantangan global.

Kerja sama sektor swasta dapat diarahkan pada pengembangan sistem keamanan terintegrasi, keamanan siber, keamanan kota pintar atau smart city security, perlindungan data, serta solusi keamanan berbasis teknologi.

Indonesia dan Filipina memiliki kepentingan yang sama untuk menciptakan lingkungan usaha yang aman dan stabil. Kondisi keamanan yang terjaga dibutuhkan untuk mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

 

Buka Peluang Investasi Energi Bersih

Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan industri di Indonesia maupun Filipina membutuhkan dukungan pasokan energi yang kuat, terjangkau, dan berkelanjutan.

Karena itu, kedua negara membahas peluang kerja sama dalam pengembangan energi terbarukan, bioenergi, efisiensi energi, teknologi energi bersih, energi berbasis hasil pertanian, serta solusi energi bagi wilayah perdesaan dan daerah terpencil.

Kolaborasi sektor energi diharapkan mendukung transisi menuju ekonomi hijau, memperkuat ketahanan energi, dan membuka peluang investasi baru bagi dunia usaha kedua negara.

Keterlibatan sektor swasta dipandang penting untuk mempercepat pengembangan teknologi, pembiayaan, dan pembangunan proyek-proyek energi berkelanjutan di kawasan ASEAN.

 

Persiapan ASEAN-BAC Agriculture Task Force

Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan finalisasi ASEAN-BAC Agriculture Task Force. Forum itu diharapkan menjadi platform bagi dunia usaha ASEAN dalam mendorong investasi, inovasi, dan kebijakan yang mendukung transformasi sektor pertanian.

Sektor pertanian dinilai memiliki peran fundamental dalam menjaga ketahanan ekonomi dan sosial ASEAN. Namun, kawasan tersebut masih menghadapi tantangan perubahan iklim, volatilitas harga pangan, keterbatasan teknologi, rendahnya produktivitas, dan kerentanan rantai pasok.

Indonesia mendorong agar kerja sama pertanian ASEAN dilakukan secara lebih terintegrasi, mulai dari sisi produksi, teknologi, pembiayaan, logistik, pengolahan, perdagangan, investasi, hingga akses pasar.

Kolaborasi Indonesia dan Filipina diharapkan dapat menghasilkan agenda regional untuk membangun sistem pangan ASEAN yang lebih tangguh, inklusif, berkelanjutan, dan mampu menghadapi berbagai tekanan di masa depan.

 

Dunia Usaha Jadi Motor Integrasi ASEAN

Kadin Indonesia dan komunitas bisnis Filipina berpandangan bahwa dunia usaha harus menjadi salah satu motor utama integrasi ekonomi ASEAN.

Hubungan antarnegara tidak hanya dibangun melalui diplomasi pemerintah, tetapi juga melalui hubungan langsung antara pelaku usaha, kamar dagang, asosiasi bisnis, investor, lembaga riset, perguruan tinggi, dan komunitas bisnis.

Kerja sama antara Kadin Indonesia, PCCI, dan Philippine–Indonesia Business Council akan diarahkan pada peningkatan perdagangan bilateral, investasi dan joint venture, transfer teknologi, riset, inovasi, serta penguatan rantai pasok regional.

Kolaborasi juga mencakup pengembangan UMKM, teknologi informasi, transformasi digital, keamanan siber, energi berkelanjutan serta pertukaran pengetahuan dan sumber daya manusia.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari kemitraan yang menghasilkan program nyata, bukan sekadar kerja sama seremonial.

Dengan kekuatan pasar, sumber daya manusia, teknologi, dan posisi strategis kedua negara, Indonesia dan Filipina dinilai dapat memainkan peran lebih besar dalam mendorong pertumbuhan dan integrasi ekonomi ASEAN.

Kadin Indonesia menyatakan berkomitmen memperkuat hubungan dengan komunitas bisnis Filipina dan mitra strategis lainnya guna membuka peluang baru bagi pelaku usaha nasional.

Kerja sama pemerintah, dunia usaha, akademisi, lembaga riset, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan ASEAN yang lebih kuat, inovatif, tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing.

RUU PFII Resmi Sah, DPR Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global
Indonesia dan Davao Perkuat Kemitraan Agribisnis melalui Networking Meeting dan Penandatanganan MoU B2B Bidang Pertanian
Indonesia-Filipina Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Pertanian hingga Energi Jelang KTT ASEAN 2026

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry