KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Bertemu Dirjen Amerop, Kadin Perkuat Sinergi Diplomasi Ekonomi untuk Dorong Perdagangan dan Investasi

Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa (Dirjen Amerop) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Grata Endah Werdaningtyas di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (14/09/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kadin Indonesia dan Kementerian Luar Negeri membahas penguatan sinergi diplomasi ekonomi, termasuk sinkronisasi agenda serta tindak lanjut berbagai kesepakatan perdagangan dan investasi Indonesia dengan negara-negara di kawasan Amerika dan Eropa.

Anindya atau Anin sapaan akrabnya mengatakan, salah satu hal yang dibahas adalah bagaimana Kadin dan Kemlu RI dapat melakukan sinkronisasi jadwal serta menindaklanjuti berbagai kesepakatan yang telah ditandatangani maupun disepakati, sehingga perkembangan perdagangan dan investasi dapat terus dipantau.

“Tadi kita bicara satu, bagaimana kita bisa sinkronisasi daripada jadwal dan juga follow up dari apa yang telah ditandatangani atau telah disepakati. Sehingga setiap waktu kita bisa lihat realisasi perdagangan dan juga investasi itu sudah sampai di mana,” kata Anin.

Anin juga menyampaikan sejumlah agenda yang akan berlangsung dalam waktu dekat, baik di AS maupun Amerika Latin. Menurutnya, peningkatan investasi dan perdagangan menjadi bagian penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara bertahap.

“Kita ingin tumbuh bertahap 6%, 7%, 8%. Kita butuh investasi yang besar. Tahun ini butuh Rp2.500 triliun, on track, tapi mesti dilakukan dan ini kan tiap tahun,” ujar Anin.

Selain investasi, Anin menilai peningkatan perdagangan diperlukan untuk memperkuat devisa, nilai tukar, dan cadangan devisa Indonesia. Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi juga diharapkan dapat menjaga lapangan kerja.

Lebih lanjut, Anin menyebut sejumlah agenda internasional yang akan menjadi perhatian Kadin Indonesia, termasuk B20 dan G20 di AS pada November dan Desember mendatang.

“B20 itu di awal November, G20 itu di pertengahan Desember. Tentunya kalau G20 lebih ke arah government to government, tapi biasanya peran dunia usaha juga diharapkan,” kata Anin.

Selain itu, Kadin Indonesia juga akan terlibat dalam Indonesia-Latin America and the Caribbean (INALAC) yang akan digelar pada awal Oktober 2026. Agenda tersebut kata Anin akan mempertemukan Indonesia dan Cile dalam kerja sama yang dinilai penting untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

“Latin Amerika itu juga kurang lebih developmentnya mirip dengan Indonesia. Ingin maju dan banyak complementarity. Selain juga apa yang kita ekspor ke Amerika mirip-mirip, juga banyak yang dibutuhkan di Latin Amerika. Jadi bisa dimanfaatkan,” ujar Anin.

Anin menambahkan, agenda ekonomi internasional Indonesia juga akan berlanjut dengan sejumlah pertemuan pada November, termasuk ASEAN dan APEC di Shenzhen.

“Jadi memang kelihatannya Pak Presiden (Prabowo Subianto) ini mencoba sebaik mungkin untuk melakukan engagement lebih baik dan fokusnya kepada bidang ekonomi, selain juga geopolitik,” kata Anin.

Sementara itu, Dirjen Amerop Kemlu RI Grata Endah Werdaningtyas mengatakan pertemuan dengan Kadin membahas berbagai hal yang dapat disinergikan antara Kementerian Luar Negeri dan Kadin Indonesia.

“Sebagaimana diketahui, setiap kali kita melakukan kegiatan diplomasi ekonomi, Kadin memainkan peran besar untuk mempertemukan para pengusaha, para pebisnis dari negara-negara sahabat dengan Indonesia,” kata Grata.

Menurutnya, pemerintah memiliki peran sebagai regulator, sementara pelaku bisnis menjadi pihak utama dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Karena itu, sinergi antara Kemlu dan Kadin perlu diperkuat, termasuk melalui sinkronisasi agenda dan pembagian peran dalam berbagai kegiatan ke depan.

“Karena itu dalam pertemuan ini kita mensinkronisasikan hal-hal yang bisa kita kerjakan dalam beberapa waktu ke depan dengan memperkuat sinergi, terutama apa yang bisa dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri dan apa yang bisa dibantu juga oleh Kadin,” ujarnya.

Grata berharap penguatan sinergi tersebut dapat membuat diplomasi ekonomi Indonesia berjalan sebagai satu kesatuan dan semakin konkret dalam mendukung kebutuhan dunia usaha.

“Harapannya adalah Indonesia dalam diplomasi ekonomi bekerja sama, menjadi satu kesatuan. Dan kita di Kemlu juga bisa mendukung apa yang menjadi harapan dari para pelaku bisnis di Indonesia. Jadi kita juga mau kerja diplomasi ekonomi kita itu konkret dan sesuai dengan harapan dari pelaku bisnis di Indonesia,” terangnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino M. Vega dan Ketua Komite Bilateral Rusia-Belarusia Kadin Indonesia Didit Ratam.

Ketua Umum Kadin Titip Pesan ke Menkeu Suahasil: Jaga Kestabilan Ekonomi
Kadin Indonesia Konsolidasikan Pembentukan Kadin Papua Selatan Definitif
Bertemu Dirjen Amerop, Kadin Perkuat Sinergi Diplomasi Ekonomi untuk Dorong Perdagangan dan Investasi

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry