KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Rapimprov Kadin Kalbar Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Internasional

Pontianak – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Tasyakuran HUT ke-58 Kadin Indonesia. Adapun Rapimprov ini turut digelar di seluruh provinsi se-Indonesia pada Kamis (24/09/2026)

“Mengusung tema Ekonomi Kerakyatan untuk Indonesia Mendunia: Peran Kadin dalam Upaya Peningkatan Akselerasi UMKM Berkontribusi Ekspor Kalbar”, agenda ini menjadi momentum krusial bagi dunia usaha di Kalbar untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta merumuskan program kerja strategis periode 2026–2027.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, jajaran pengurus Kadin Kabupaten/Kota, serta berbagai jajaran Anggota Luar Biasa seperti REI, IWAPI, HIPMI, Gapeksindo, ALFI/ILFA, APBMI, dan INSA.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Kadin Provinsi Kalbar Arya Rizqi Darsono, menegaskan komitmen Kadin Kalbar untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus rumah yang inklusif bagi seluruh pelaku usaha, mulai dari pengusaha besar hingga pelaku UMKM di pelosok daerah.

“Selama 58 tahun, Kadin telah menjadi rumah bersama dunia usaha Indonesia. Di usia yang matang ini, Kadin Kalbar siap memperkuat peran sebagai mitra strategis Pemprov Kalbar untuk menjawab tantangan riil dunia usaha,” ujar Arya.

Dalam kesempatan tersebut, Arya memaparkan sejumlah capaian konkret Kadin Kalbar sepanjang periode 2025–2026:

Legalitas dan Pembiayaan UMKM: Penandatanganan kerja sama dengan Kanwil Kemenkumham Kalbar untuk pembuatan PT Perorangan dan Kartu Tanda Anggota (KTA) Kadin gratis bagi usaha mikro dan kecil. Selain itu, Kadin menjalin kolaborasi dengan PT PNM dan Bank Mandiri guna memperluas akses pembiayaan UMKM.

Peningkatan Kompetensi: Kemitraan strategis dibangun bersama Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), Universitas Muhammadiyah Pontianak, dan Bank Indonesia untuk mendorong daya saing serta kompetensi pelaku usaha lokal.

Jaringan Lintas Batas (Sosek Malindo & BIHS): Memperkuat posisi Kalbar sebagai beranda depan NKRI melalui MOU dengan Dewan Usahawan Bumiputera Sarawak, partisipasi aktif selama 3 tahun dalam Sidang Sosek Malindo ke-39 di Pontianak, serta keterlibatan dalam Borneo International Halal Showcase (BIHS) 2026 di Kuching.

Borneo Economic Community (BEC): Kadin Kalbar mengumumkan rencana pertemuan Borneo Economic Community kedua pada 7 Oktober 2026 di Kuching, Malaysia. Agenda ini akan mempertemukan pelaku usaha se-Borneo (Kalbar, Kalsel, Kalteng, Kaltim, Kaltara, dan Sarawak) serta ditandai dengan penandatanganan kesepakatan (agreement) investasi langsung dari Sarawak.

Kadin Provinsi Kalbar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Kalbar atas pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5,39 persen pada tahun 2025, berada di atas rata-rata nasional.

Sebagai bentuk sinergi, Kadin Kalbar juga menyatakan komitmennya dalam beberapa hal penting:

Penanganan Karhutla: Dunia usaha siap menjadi mitra aktif pemerintah dan Forkopimda dalam hal mitigasi serta edukasi sektor perkebunan dan kehutanan, mengingat Karhutla tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga mengganggu logistik, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.

Hilirisasi Hasil Bumi: Mendukung penuh penguatan potensi daerah melalui hilirisasi agar nilai tambah hasil bumi dapat dinikmati oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal, bukan sekadar mengekspor bahan mentah.

Infrastruktur Ekspor: Penguatan ekosistem pendukung Pelabuhan Internasional Kijing agar komoditas unggulan Kalbar dapat menembus pasar global secara langsung.

Arya juga membagikan kabar optimis dari tingkat nasional terkait revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri yang kini bergulir cepat di DPR RI menuju Rancangan Undang-Undang (RUU) Inisiatif Parlemen. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk memperkuat posisi kelembagaan Kadin dalam mendukung iklim usaha yang lebih kondusif.

Melalui Rapimprov 2026 ini, Kadin Kalbar menetapkan pijakan program kerja 2026–2027 dengan semangat ekonomi kerakyatan untuk membawa produk dan pelaku usaha Kalimantan Barat berkiprah di kancah nasional hingga internasional.

Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, memberikan apresiasi tinggi serta arahan tegas kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota Kadin Kalimantan Barat. Mengawali sambutannya, Wagub menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Kadin Indonesia.

“Pertama, saya ucapkan happy birthday Kadin yang ke-58, sukses dan jaya selalu. Yang kedua, saya hari ini tidak ada keraguan lagi terhadap Kadin,” tegas Krisantus.

Wagub meminta agar Kadin Kalbar memperkuat konsolidasi internal serta bersatu padu dengan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota dalam membangun daerah. Ia menekankan pentingnya Kadin mengambil peran sentral dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Saya ingin Kadin Kalimantan Barat melakukan konsolidasi, bersatu padu sama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota membangun Kalimantan Barat. Saya ingin Kadin menjadi pemeran utama, bukan pemeran figuran,” ujar Wagub.

Lebih lanjut, Krisantus mengingatkan pentingnya mewujudkan cita-cita pendiri bangsa sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945, di mana kekayaan alam yang terkandung di bumi Kalimantan Barat dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

“Saya ingin Kadin menjadi pengayom dan motor penggerak perusahaan-perusahaan di Kalimantan Barat untuk berkontribusi nyata dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, memanfaatkan potensi sumber daya alam agar bermanfaat sebesar-besarnya untuk rakyat Kalbar,” tambahnya.

Menjawab komitmen dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalbar, Wagub menegaskan bahwa Pemprov Kalbar akan mengawal dan mendukung penuh iklim dunia usaha di daerah, khususnya bagi pengusaha lokal yang memiliki rasa kepemilikan tinggi (sense of belonging) terhadap daerahnya.

“Kita akan kawal. Saya tidak bermaksud membedakan pengusaha luar dan pengusaha Kalimantan Barat, tapi yang saya inginkan tentu rasa memiliki (sense of belonging). Pengusaha lokal pasti lebih cinta dan lebih peduli dengan Kalimantan Barat. Oleh sebab itu, saya akan kawal itu dan berkolaborasi dengan Kadin dalam rangka mewujudkan ini,” pungkas Wagub.

HUT ke-58 Kadin Indonesia, Anindya Bakrie Buka Rapimprov Serentak Dorong UMKM Naik Kelas
Kadin Kalsel Tutup Rapimprov 2026: Dorong Hilirisasi dan UMKM Naik Kelas
Rapimprov Kadin Kepri 2026: Dunia Usaha Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry