Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menerima audiensi Duta Besar Republik Indonesia untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa Andy Rachmianto di Menara Kadin Indonesia, Selasa (13/10/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang peningkatan perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EU CEPA).
Usai pertemuan, Anindya yang akrab disapa Anin mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempersiapkan dunia usaha dalam memanfaatkan peluang perdagangan setelah perjanjian Indonesia-EU CEPA diratifikasi. Anin berharap proses ratifikasi dapat diselesaikan sebelum akhir tahun ini.
“Terima kasih Pak Dubes untuk kehadirannya. Sebagai teman lama saya senang sekali dan ini tepat kita bertemu karena sebentar lagi mudah-mudahan ratifikasi dari IEU-CEPA atau perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa bisa jalan insya Allah sebelum akhir tahun,” kata Anin.
Anin menilai, Indonesia masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan perdagangan dengan Uni Eropa. Anin membandingkan nilai perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa yang disebutnya sekitar 30 miliar euro, sementara Vietnam telah mencapai sekitar 90 miliar euro.
Menurut Anin, Indonesia-EU CEPA dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan Indonesia. Sejumlah komoditas yang berpotensi dikembangkan untuk pasar Eropa antara lain produk pangan, alas kaki, tekstil dan garmen, furnitur, elektronik, serta kopi.
“Tadi izin Pak Dubes kita juga sempat bicara bahwa yang besar tentunya foodware alas kaki lalu juga tekstil, garment, furniture, elektronik, kopi. Nah ini kebetulan merupakan unggulan juga untuk yang kita kirim ke misalnya Amerika (Serikat) sehingga akan membuka pasar lebih luas untuk kurang lebih produk atau segmen yang sama,” ujar Anin.
Anin menegaskan, peningkatan investasi, perdagangan, dan perindustrian merupakan bagian dari misi Kadin sebagaimana diamanatkan Undang-Undang. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6% pada tahun depan dan secara bertahap menuju 8%.
“Dunia sedang banyak tantangan geopolitik, ekonomi tapi di Kadin kami tetap semangat, tetap percaya karena faktanya angka mengatakan bahwa pertumbuhan kita salah satu tertinggi di G20 dan juga inflasinya terjaga,” kata Anin.
Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa Andy Rachmianto mengatakan, kunjungannya ke Kadin bertujuan meminta dukungan dan kerja sama dalam mempersiapkan pelaku usaha Indonesia menyambut Indonesia-EU CEPA.
“Jadi kehadiran saya di sini adalah tidak lain dan tidak bukan, sekali lagi ingin meminta dukungan dan kerja sama tentunya dengan Kadin karena kita saat ini sedang memasuki tahap-tahap akhir penyelesaian penanda tanganan dan ratifikasi dokumen penting yaitu Indonesia-EU-CEPA,” kata Andy.
Andy berharap, penyelesaian perjanjian tersebut dapat meningkatkan ekspor produk dan komoditas Indonesia ke pasar Uni Eropa yang dinilai masih memiliki potensi besar. Kerja sama ini juga diharapkan mendorong peningkatan volume perdagangan antara Indonesia dan negara-negara Eropa.
“Harapannya seperti sudah dilakukan dengan negara-negara tetangga kita di ASEAN (seperti) Singapura dan Vietnam, kita berharap CEPA akan menjadi andalan bagi produk-produk ekspor kita ke negara-negara Eropa,” terang Andy.