KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Kadin Indonesia Nilai Diplomasi Luar Negeri Buka Peluang Ekonomi di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Luar Negeri menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bertema “Strategizing Indonesia’s Economic Diplomacy for 2027: Navigating Geoeconomic Shift and Unlocking Global Opportunities” di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).

Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady menilai Indonesia memiliki posisi yang baik dalam hubungan internasional. Menurutnya, upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun hubungan dengan berbagai pusat kekuatan dunia telah membuka peluang bagi Indonesia, termasuk di bidang ekonomi.

Dalam hampir dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, James mengatakan pemerintah telah bekerja keras membangun jembatan diplomasi dan menjaga hubungan dengan berbagai negara serta kelompok ekonomi utama dunia, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, India, dan Brasil, serta BRICS, ASEAN, APEC, Timur Tengah, dan Afrika.

“Hubungan kita dengan blok-blok besar secara umum sangat baik,” ujar James.

Ia menambahkan, hubungan yang terjalin dengan berbagai negara tersebut dapat membuka akses bagi Indonesia untuk memanfaatkan peluang ekonomi global. Salah satu contohnya adalah perkembangan industri komputasi yang memanfaatkan teknologi canggih, termasuk cip NVIDIA, yang menurutnya mulai masuk ke Indonesia.

James menyebut investasi bernilai miliaran dolar AS tersebut diarahkan untuk membangun pusat komputasi (computing center) yang seluruh hasilnya ditujukan untuk pasar ekspor. Ia menilai peluang tersebut merupakan salah satu hasil dari hubungan internasional yang telah dibangun Indonesia.

“Dan itu jembatan yang telah dibangun membuka pintu untuk apa saja yang kita mau sebenarnya,” katanya.

Lebih lanjut, James menyoroti perubahan peta ekonomi dunia yang semakin berpusat di kawasan Pasifik, seiring meningkatnya persaingan antar-kekuatan besar. Menurutnya, kondisi tersebut menempatkan Indonesia pada posisi strategis untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan berbagai negara.

Di sisi lain, dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari gejolak geopolitik, perang dan proteksionisme, fragmentasi ekonomi, persaingan antar-kekuatan besar, hingga perubahan rantai pasok global. Dalam situasi tersebut, James menilai kemampuan Indonesia untuk tetap menjalin hubungan dengan berbagai pihak tanpa kehilangan kemandirian menjadi hal penting.

Ia menekankan bahwa Indonesia perlu mempertahankan politik luar negeri yang independen dan terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai negara, termasuk pihak-pihak yang memiliki hubungan yang saling bertentangan.

“Kita ingin mempunyai hubungan baik dengan semua pihak, tanpa harus menjadi bagian dari pertentangan antara satu pihak dan pihak lainnya. Inilah posisi yang harus kita jaga,” pungkas James.

Hadir dalam acara tersebut WKU Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana Kadin Indonesia M. Azis Syamsuddin, WKU Bidang Organisasi Kadin Indonesia Taufan Eko Nugroho Rotorasiko dan WKU Bidang Pemasaran, Promosi, Inovasi dan Pengembangan Produk UMKM Kadin Indonesia Rifda Ammarina.

Rakornas dihadiri oleh jajaran WKU di bawah Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia di antaranya WKU Bidang Hubungan Luar Negeri Bernardino M. Vega, WKU Bidang Kemitraan Luar Negeri Emmanuel Lestarto Wanandi dan WKU Bidang Diplomasi Multilateral Andi Anzhar Cakra Wijaya.

Kadin Himpun Aspirasi Dunia Usaha dan Siapkan Rekomendasi Strategis Jelang Rapimnas 2026
Kadin Indonesia Nilai Diplomasi Luar Negeri Buka Peluang Ekonomi di Tengah Gejolak Geopolitik Global
Kadin Soroti Daya Saing Nasional dan Kepastian Hukum Jelang Rapimnas 2026

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry