KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Anindya Bakrie Ajak Investor Global Lirik Maluku Utara, Kadin Siap Dorong Investasi Lebih Inklusif

Ternate – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie resmi melantik dan mengukuhkan jajaran pengurus Kadin Provinsi Maluku Utara periode 2026-2031 yang berlangsung di Bella Hotel Ternate, Maluku Utara pada Sabtu (25/07/2026).

Dalam sambutannya Anindya atau Anin sapaan akrabnya mengatakan pihaknya akan terus membawa potensi investasi Maluku Utara dalam setiap pertemuan dengan investor di dalam maupun luar negeri agar semakin banyak modal yang masuk ke daerah.

“Saya tentunya akan menghimbau kepada setiap investor yang kita temui, baik di dalam maupun di luar negeri, untuk melirik Maluku Utara secara serius,” kata Anin.

Menurut Anin, daya saing Maluku Utara saat ini ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang menjadi tertinggi secara nasional. Pada Semester I 2026, ekonomi provinsi tersebut tumbuh 19,64 persen secara tahunan (year on year), jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,61 persen.

“Saya rasa semua itu akan mengikuti potensi investasi yang ada,” kata Anin.

Kinerja tersebut, lanjut Anin, menjadi modal kuat bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk menawarkan proyek-proyek investasi yang lebih kompetitif kepada investor. Anin menilai likuiditas pendanaan masih tersedia sehingga tantangan berikutnya adalah memastikan proposal investasi yang disusun mampu menjawab kebutuhan pasar dan memberikan kepastian bagi calon investor.

“Saya rasa likuiditas itu ada di pusat dan juga di daerah. Tinggal kita pastikan bersama Kadin (Provinsi) Maluku Utara bahwa proposal investasinya menarik. Dan itu sudah terbukti,” ujar Anin.

Anin mengungkapkan, besarnya minat investor asing terhadap Maluku Utara tercermin dari realisasi penanaman modal asing yang telah mencapai Rp357 triliun. Bahkan, hampir 18 persen investasi asal Tiongkok di Indonesia kini mengalir ke provinsi tersebut, memperlihatkan posisi Maluku Utara sebagai salah satu tujuan utama investasi berbasis sumber daya alam dan industri pengolahan.

Meski demikian, Anin menegaskan keberhasilan menarik investasi tidak cukup diukur dari besarnya nilai modal yang masuk. Menurut Anin, agenda berikutnya adalah memperluas dampak ekonomi agar manfaat investasi dirasakan lebih merata oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal.

“Yang penting bagaimana investasi ini bisa lebih besar lagi dan semakin inklusif, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Maluku Utara,” terang Anin.

Lebih lanjut, Gubernur Provinsi Maluku Utara Sherly Tjoanda menegaskan pemerintah daerah siap membangun kemitraan yang lebih erat dengan Kadin untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, inklusif dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Saya menunjukkan langsung bahwa Maluku Utara adalah salah satu basis investasi terbesar di Indonesia dengan nilai mencapai puluhan miliar dolar AS. Namun, tantangan terbesar kita saat ini adalah memastikan pertumbuhan ekonomi yang masif tersebut terasa hingga ke tingkat UMKM lokal dan sektor pendukung,” kata Sherly.

Sherly mengatakan ekspansi industri di Maluku Utara juga membuka kebutuhan baru terhadap infrastruktur dan rantai pasok. Salah satu contoh terlihat di Halmahera Tengah, di mana pertumbuhan kawasan industri mendorong lonjakan jumlah penduduk dari sekitar 30 ribu menjadi 100 ribu jiwa, sehingga kebutuhan logistik, pangan, hingga perumahan meningkat signifikan.

“Kurang lebih 95 persen barang kebutuhan ritel masih dipasok dari luar Maluku Utara. Di satu sisi ini adalah tantangan pemerintah, namun di sisi lain ini merupakan peluang investasi emas bagi anggota Kadin. Pasokan telur, daging ayam, sayur-mayur, hingga logistik antar-pulau adalah sektor riil yang sangat terbuka lebar,” tambahnya.

Karena itu, Sherly meminta Kadin Provinsi Maluku Utara lebih berorientasi pada hasil konkret melalui penguatan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pendampingan usaha bagi pelaku UMKM.

“Fokus pada output dan dampak, kurangi seremonial. Jika anggota Kadin naik kelas dan menghasilkan cuan, maka daerah akan sejahtera dan damai,” tegas Sherly.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Provinsi Maluku Utara Muksin Thalib, menyampaikan kesiapannya untuk menjadikan Kadin Provinsi Maluku Utara sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly. 

“Kami siap menjadi lokomotif penggerak ekonomi, menyinergikan seluruh elemen pengusaha daerah dan mendukung penuh program strategis Pemerintah Provinsi Maluku Utara menuju Malut Bangkit dan Sejahtera,” katanya.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady, WKUK Bidang Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana Kadin Indonesia M. Azis Syamsuddin, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Organisasi Kadin Indonesia Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, WKU Bidang Keanggotaan Kadin Indonesia Widiyanto Saputro, WKU Wilayah Kalimantan Kadin Indonesia Andi Yuslim Patawari dan WKU Bidang Otonomi Daerah Kadin Indonesia Sarman Simanjorang.

Kemenkes RI, Kadin Indonesia, IWAPI, dan Siloam International Hospitals Satukan Komitmen Nasional untuk Deteksi Dini Kanker Payudara
Kadin Lampung Dorong KOL dan Influencer Jadi Strategi Baru Pengembangan Bisnis di Era Digital
Kadin Jatim Cetak Tenaga Child Care Bersertifikat, Dorong Profesi Pengasuh Anak Jadi Karier Menjanjikan

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry