KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Iftar Ramadan di Istiqlal, Ketua Umum Kadin Ajak Dunia Usaha Perkuat Ketahanan Ekonomi dan Spiritual

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama (Iftar Ramadan) Kadin Indonesia dengan tema “Meneguhkan Ketahanan Indonesia di Tengah Dinamika Dunia: Mempererat Silaturahmi, Memperkuat Ekonomi Rakyat” di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (13/03/2026).

Acara yang digelar di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan ini dilakukan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus mempererat tali silaturahmi serta memperkuat kebersamaan di lingkungan keluarga besar Kadin Indonesia.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan bahwa agenda ini merupakan upaya untuk menyeimbangkan kekuatan ekonomi dengan rohani.

“Kadin melaksanakan buka puasa bersama hari Jumat hari ini di Istiqlal, karena ini adalah saatnya untuk dunia usaha menguatkan bukan saja kekuatan fisik dan juga ekonominya, tapi juga menguatkan dari sisi spiritual atau rohaninya,” ujar Anin sapaan akrabnya.

Selain sebagai ajang silaturahmi, Anin juga mengajak seluruh pihak untuk mendoakan perdamaian di Timur Tengah yang saat ini sedang bergejolak. Anin berharap konflik tersebut segera berakhir demi kemanusiaan.

“Satu, di Timur Tengah sedang ada dinamisme yang luar biasa. Nah, ini patut kita doakan supaya saudara-saudara kita penderitaannya berkurang bahkan hilang dengan berhentinya perang secepat mungkin,” kata Anin.

Anin tidak menampik bahwa konflik di Timur Tengah membawa dampak sistemik terhadap perekonomian nasional, terutama terkait fluktuasi harga komoditas energi dan stabilitas moneter.

“Dan yang kedua, semoga dampaknya ke Indonesia, baik dengan naiknya minyak maupun dengan bisa dilihat apa, nilai tukar rupiah itu melemah sampai kepada interest rate atau suku bunga yang bisa naik, semoga semua ini bisa kita tanggulangi dengan baik seperti krisis-krisis sebelumnya,” terang Anin.

Meski menghadapi tantangan yang tidak mudah, Anin menegaskan bahwa internal Kadin tetap solid dalam menghadapi ketidakpastian global. Anin meyakini bahwa Indonesia memiliki pengalaman dalam melewati berbagai krisis.

“Tapi patut kita sampaikan di sini, Kadin kompak, Kadin semangat untuk bisa menjawab tantangan ini. Tentu tidak mudah, tapi ini dikenakan oleh seluruh negara di dunia,” tegas Anin.

Dalam rangkaian acara tersebut, Kadin juga menunjukkan kepedulian sosial dengan memberikan santunan kepada 5.700 anak yatim piatu bertepatan dengan usia organisasi yang ke-57, dan santunan diberikan secara simbolik kepada 20 perwakilan anak yatim piatu yang hadir.

“Jadi kita hadir, tadi juga ada santunan kepada 5.700 anak yatim karena kita ulang tahun ke-57 tahun ini, Kadin,” jelas Anin.

Lebih lanjut, Anin menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga keagamaan dalam rangka pemberdayaan masyarakat.

“Bagaimana dunia usaha dan juga pengelola Masjid bisa bekerja sama, dan Masjid bukan saja menjadi tempat ibadah, tapi tempat yang bisa memfokuskan kepada pemberdayaan masyarakat sekitarnya dan juga Indonesia,” tambah Anin.

Lebih lanjut, Anin juga memberikan perhatian khusus pada pergerakan harga minyak dunia yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

“Jadi nomor satu tentunya dari sisi minyak. Itu setiap di atas dari 60 dolar AS, yaitu asumsi APBN, tentu dampaknya akan terasa. Tapi memang kita mesti lihat dalam jangka satu bulan, dua bulan ini. Satu titik di atas 100 dolar AS, sekarang sudah di bawah 100 dolar AS, kita mesti lihat stabilnya di mana,” ungkap Anin.

Anin juga mewanti-wanti adanya potensi gangguan pada rantai pasok global yang dapat memicu inflasi di dalam negeri.

“Lalu juga dengan nilai tukar rupiah, suku bunga, inflasi karena rantai pasok dan lain-lain. Nah, ini semua benar-benar kita mesti hitung baik-baik. Tapi memang mau tidak mau, di dunia usaha mesti melakukan efisiensi karena tentunya ada biaya-biaya yang tidak bisa dikendalikan,” papar Anin.

Di sisi lain, Anin menekankan dua sektor utama yang harus dijaga demi stabilitas nasional di tengah ketegangan geopolitik.

“Bagaimana memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan energi. Ya dua itu mesti kita jaga, baik sebagai industri maupun juga ketahanan stabilitas nasional,” jelas Anin.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar dalam sambutannya menegaskan pentingnya integrasi antara nilai-nilai religiusitas dan pembangunan ekonomi nasional. Menag Nasaruddin menyatakan bahwa keberkahan ekonomi sebuah bangsa sangat bergantung pada kedekatannya dengan nilai agama.

“Ekonomi tanpa dekat dengan agama itu tidak berkah. Ingat saja itu,” ujar Nasaruddin.

Lebih jauh, Nasaruddin menyoroti tantangan moral dalam praktik ekonomi saat ini. Ia menekankan bahwa konflik atau “adu domba” yang sering terjadi di masyarakat kerap dipicu oleh praktik konsumsi atau pendapatan yang tidak halal. Sebagai solusi, pemerintah tengah mendorong penguatan ekonomi yang bersih dan berkeadilan.

“Kita mencoba untuk membuat satu kekuatan ekonomi yang zero exploitation of human (nol eksploitasi manusia). Kita sudah mulai masuk ke arah sana,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga memberikan testimoni positif terhadap visi fundamental Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, ide-ide dasar yang dibawa Presiden merupakan langkah transformatif yang mampu membawa perubahan besar bagi bangsa jika dijalankan secara konsisten sesuai teori yang dicanangkan.

“Percayalah bahwa Insya Allah dengan berkolaborasi, kita akan melihat wajah baru untuk dunia perekonomian kita di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah (OKP) Kadin Indonesia Erwin Aksa, WKUK Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady, WKUK Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Kadin Indonesia Carmelita Hartoto, WKUK Bidang Sosial Kadin Indonesia Nita Yudi, WKUK Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia Shinta W. Kamdani dan WKUK Bidang Investasi, Hilirisasi, Energi dan Lingkungan Hidup Kadin Indonesia Bobby Gafur Umar, serta para Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia.

Hadir pula jajaran Ketua Umum Kadin Provinsi di antaranya Ketua Umum (Ketum) Kadin Provinsi Sumatra Utara Firsal Ferial Mutyara, Ketum Kadin Provinsi Sumatra Barat Buchari Bachter, Ketum Kadin Provinsi Lampung Muhammad Kadafi, Ketum Kadin Provinsi Kepulauan Riau Mustava, Ketum Kadin Provinsi Nusa Tenggara Barat Faurani, Ketum Kadin Provinsi Nusa Tenggara Timur Bobby Lianto, Ketum Kadin Provinsi Sulawesi Tenggara Anton Timbang, Ketum Kadin Provinsi Sulawesi Tengah M. Nur DG. Rahmatu serta Ketum Kadin Provinsi Papua Ronald Antonio.

Iftar Ramadan di Istiqlal, Ketua Umum Kadin Ajak Dunia Usaha Perkuat Ketahanan Ekonomi dan Spiritual
Kadin Gelar FGD Ship to Ship Transfer, Dorong Regulasi Bongkar Muat yang Dukung Iklim Investasi
Kadin dan Pemprov Sumbar Serahkan 10 Huntap bagi Penyintas Banjir di Batu Busuk Padang

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry