KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Investasi Transisi Energi Capai 2,3 Triliun Dolar AS, Anindya Bakrie Tekankan Tiga Prioritas

Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menilai transisi energi tidak lagi sebatas agenda perubahan iklim, tetapi telah menjadi bagian penting dari daya saing ekonomi, ketahanan energi, dan strategi industri Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Anin sapaan akrabnya saat memberi sambutan dalam acara BloombergNEF Forum Jakarta 2026 yang berlangsung di St. Regis Hotel Jakarta Selatan, Senin (05/10/2026).

“Transisi energi semakin menjadi agenda daya saing ekonomi, ketahanan energi, dan strategi industri, dan hal ini sangat penting bagi Indonesia,” ujar Anin.

Menurut Anin, peluang investasi di sektor transisi energi tetap terbuka di tengah ketidakpastian geopolitik, perubahan pola perdagangan, dan meningkatnya perhatian terhadap ketahanan energi. Investasi global dalam transisi energi bahkan mencapai rekor 2,3 triliun dolar AS pada 2025, dengan Asia Pasifik menyumbang hampir separuh dari total investasi global.

Bagi Indonesia lanjut Anin, peluang tersebut juga dinilai signifikan. Berdasarkan kajian BloombergNEF, jalur Indonesia menuju net zero diperkirakan menciptakan peluang investasi hingga 3,8 triliun dolar AS sampai 2050.

Anin mengatakan Indonesia memiliki modal yang kuat untuk menangkap peluang tersebut, mulai dari kekayaan mineral kritis, potensi energi terbarukan yang melimpah, pasar domestik yang besar, hingga perkembangan sektor kendaraan listrik, baterai, biofuel, dan panas bumi.

“Hal tersebut menjadi fondasi yang kuat bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dan membangun industri yang lebih bernilai tinggi dengan emisi karbon yang lebih rendah di dalam negeri,” kata Anin.

Dalam forum tersebut, Anin menyampaikan tiga prioritas utama yang perlu diperkuat Indonesia dalam mendorong transisi energi.

Pertama, transisi energi harus memperkuat daya saing dan ketahanan energi nasional. Transisi tersebut perlu menghadirkan energi yang andal, terjangkau, dan semakin rendah karbon sehingga dapat memperkuat industri, menarik investasi, serta menciptakan lapangan kerja.

Kedua, Indonesia perlu menangkap lebih banyak nilai tambah dari ekonomi energi bersih. Menurut Anindya, Indonesia perlu bergerak dari sekadar pemasok bahan mentah menuju industrialisasi hijau dengan memperkuat kapasitas pengolahan, manufaktur, teknologi, dan industri energi bersih.

Ketiga, diperlukan upaya untuk memperkecil kesenjangan antara ketersediaan modal dan proyek yang siap dibiayai. Hal ini dapat dilakukan melalui regulasi yang lebih pasti, proyek yang kredibel, penguatan infrastruktur, serta mekanisme pembiayaan yang membuat investasi berkelanjutan layak dibiayai dalam skala besar.

“Di sinilah kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi sangat penting,” ujar Anin.

Lebih lanjut, Anin menegaskan Kadin Indonesia terus mendorong semangat Indonesia Incorporated yang mempertemukan pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, investor, lembaga keuangan, dan mitra internasional untuk bergerak bersama dalam mendukung tujuan pembangunan nasional.

“Kadin siap membantu menjembatani berbagai pihak tersebut, membawa pengalaman dunia usaha ke dalam proses penyusunan kebijakan, membantu perusahaan-perusahaan Indonesia menghadapi transisi, serta memastikan peluang tidak hanya dinikmati oleh perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga oleh UMKM dan dunia usaha di berbagai daerah,” kata Anin.

Anin menilai Indonesia tidak kekurangan peluang, ambisi, maupun modal untuk mengembangkan ekonomi rendah karbon. Tantangannya adalah mempertemukan ketiganya agar dapat menghasilkan proyek nyata dan nilai ekonomi bagi Indonesia.

“Jika kita mampu melakukan hal tersebut, transisi energi dapat menjadi jauh lebih dari sekadar agenda iklim bagi Indonesia. Transisi energi dapat memperkuat ketahanan energi, memperdalam kemampuan industri, dan menciptakan sumber-sumber pertumbuhan baru bagi Indonesia dalam beberapa dekade mendatang,” pungkas Anin.

Investasi Transisi Energi Capai 2,3 Triliun Dolar AS, Anindya Bakrie Tekankan Tiga Prioritas
Kadin: Perlindungan Industri Dalam Negeri Harus Diperkuat
Kadin DIY Hadirkan Simfoni 1.001 Pembatik, Hidupkan Batik di Jantung Malioboro

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry