Jakarta – Dalam rangka menyambut penyelenggaraan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Business Advisory Council (ABAC) Meeting I 2026 yang akan digelar di Hotel Shangri-La Jakarta pada 7-9 Februari 2026, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Media Briefing “Road to ABAC Meeting I 2026” di RGE Lounge Lantai 29, Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Senin (02/02/2026).
Ketua Umum Kadin Indonesia sekaligus Ketua ABAC Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan pentingnya APEC bagi perekonomian nasional. Anin sapaan akrabnya menjelaskan bahwa sembilan dari sepuluh negara mitra dagang utama Indonesia merupakan anggota APEC, termasuk Amerika Serikat, China, dan Rusia.
“Secara keseluruhan, negara-negara APEC berkontribusi sekitar 70 persen dari total ekspor Indonesia,” ujar Anin.
Menurut Anin, kawasan Asia Pasifik yang tergabung dalam APEC mencakup sekitar 3 miliar penduduk, atau 40 persen dari total populasi dunia, serta menyumbang sekitar 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global.
Lebih lanjut, Anin mengungkapkan bahwa ABAC Meeting I 2026 yang digelar di Jakarta merupakan permintaan khusus dari China sebagai tuan rumah APEC 2026.
Pertemuan pertama ini kata Anin dinilai strategis karena berperan sebagai agenda setting bagi rangkaian ABAC sepanjang tahun. Indonesia dipandang mampu menjaga keseimbangan sekaligus menetapkan arah pembahasan ke depan.
“Ini merupakan kehormatan bagi Indonesia. Namun, kita juga ingin memanfaatkan ABAC pertama ini untuk mendorong perdagangan, investasi, inklusi keuangan, integrasi ekonomi regional, serta agenda keberlanjutan,” jelas Anin.
Anin juga menyoroti tema ABAC 2026 yang mengusung Openness, Connectivity, and Synergy. Anin menilai tema tersebut mencerminkan semangat keterbukaan dan kolaborasi yang semakin kuat di kawasan.
Dalam konteks connectivity, Anin menjelaskan terdapat tiga pilar utama, yakni physical connectivity, institutional connectivity, dan people-to-people connectivity.
Physical connectivity kata Anin tercermin melalui penguatan infrastruktur dan konektivitas fisik lintas negara, yang selama ini identik dengan inisiatif seperti Belt and Road Initiative. Sementara itu, institutional connectivity mencakup penguatan kerja sama antar-negara dan kawasan, termasuk antara ASEAN, China, dan negara APEC lainnya.
“Yang terakhir adalah people-to-people, kebudayaan. Ini juga akan kita sajikan dalam opening dinner dan gala dinner, yang lebih mengedepankan people-to-people,” jelas Anin.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia sekaligus Anggota ABAC Indonesia Shinta Widjaja Kamdani, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya, ABAC memiliki sejumlah working group yang membahas isu-isu strategis di antaranya Regional Economic Integration, Sustainability, Digital and Innovation serta Connectivity.
“Yang terakhir ada task force khusus finance dan economy, jadi bagaimana kita melihat banyak sekali opportunity financing baru untuk energy transition, seperti blended finance dan lain-lain. Kita juga membangun ekosistem untuk expanded access kepada digital finance, serta mendorong regional integrated digital trade finance,” ujar Shinta yang juga sekaligus Ketua Steering Committee ABAC Meeting I 2026.
Indonesia lanjut Shinta, juga mendorong sejumlah legacy project dalam ABAC 2026, di antaranya Carbon Center of Excellence untuk pengembangan ekosistem pasar karbon regional, dan inisiatif penguatan ekosistem kendaraan listrik (EV).
“Outcome dari semua working group ini adalah policy recommendation, yaitu rekomendasi kebijakan yang nantinya akan disampaikan kepada pemerintah negara-negara APEC. Konsepnya, dari dunia usaha kita bersama-sama memformulasikan masukan-masukan yang nantinya akan disampaikan kepada para pemimpin,” pungkas Shinta.
Rangkaian ABAC 2026 akan dilaksanakan dalam empat pertemuan, yakni di Jakarta, Mexico City (Meksiko), Pattaya (Tailan), dan akan ditutup pada ABAC Meeting IV di Shenzhen China, sebagai puncak agenda ABAC 2026.
Hadir dalam acara tersebut WKUK Bidang Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana Kadin Indonesia sekaligus Wakil Ketua Penyelenggara ABAC Meeting I Aziz Syamsuddin, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang BUMN Kadin Indonesia sekaligus Anggota ABAC Indonesia Kartiko Wirjoatmodjo, WKU Bidang Diplomasi Multilateral Kadin Indonesia sekaligus Wakil Ketua Pelaksana (OC) ABAC Meeting I 2026 Andi Anzhar Cakra Wijaya dan WKU Bidang Perindustrian Kadin Indonesia Saleh Husin.