Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pembangunan Berkelanjutan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bertajuk “Produktivitas, SDM dan Adopsi Teknologi: Mendorong Ekonomi Kerakyatan yang Produktif dan Naik Kelas” di Blackbox Theater, EcoSocioTech (EST) School (d/h HighScope Indonesia), Kamis (01/10/2026).
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan bahwa penguatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu faktor penting dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen secara bertahap.
“Dan ini tentu seberapa sehat, seberapa terampil, dan seberapa produktif tenaga kerja akan menjadi salah satu penentunya,” ujar Anin sapaan akrabnya.
Menurut Anin, dunia usaha menghadapi tantangan dalam penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta perkembangan teknologi yang pesat. Karena itu, diperlukan transformasi dan adaptasi agar UMKM dan pekerja informal dapat meningkatkan produktivitas serta daya saing. Anin menilai penguatan UMKM penting karena sektor tersebut menjadi bagian terbesar dari dunia usaha Indonesia. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui perluasan akses pembiayaan, digitalisasi, hingga kemitraan dengan usaha besar untuk meningkatkan nilai tambah usaha.
Di sisi lain, perkembangan teknologi juga menuntut dunia usaha dan tenaga kerja untuk terus beradaptasi. Menurut Anin, peningkatan kompetensi menjadi kunci agar tenaga kerja tetap mampu mengikuti perubahan kebutuhan dunia kerja.
“Di era perkembangan teknologi yang sangat pesat, kita harus terus beradaptasi untuk dapat mempertahankan daya saing kita di dunia. Maka dari itu kuncinya adalah terus belajar,” ujar Anin.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengatakan Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi, inklusif, dan berkelanjutan untuk menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam RPJMN 2025–2029, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen pada 2029. Sementara itu, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan pertama 2026. Menurut Shinta, momentum pertumbuhan tersebut perlu diperkuat melalui peningkatan produktivitas, pengembangan industri bernilai tambah, serta penguatan kualitas SDM.
“Indonesia memiliki modal tenaga kerja yang sangat besar. Pada Februari 2026, jumlah angkatan kerja mencapai 154,91 juta orang, dengan sekitar 147,67 juta orang bekerja. Namun besarnya jumlah tersebut perlu diikuti dengan kualitas, kompetensi, dan produktivitas yang mampu menjawab perubahan kebutuhan industri,” kata Shinta.
Ia mengatakan perubahan teknologi membuat kebutuhan tenaga kerja semakin dinamis. Teknologi, otomatisasi, digitalisasi, dan perubahan model bisnis turut mengubah kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha. Karena itu, pembangunan SDM perlu semakin terhubung dengan arah pertumbuhan ekonomi. Kadin mendorong pemetaan sektor-sektor penggerak pertumbuhan, jenis dan jumlah talenta yang dibutuhkan, kompetensi industri, kapasitas SDM yang tersedia, serta kesenjangan yang masih perlu diselesaikan.
“Pemetaan tersebut dapat dimulai secara pragmatis dari beberapa sektor prioritas dan sektor masa depan, seperti hilirisasi, kesehatan, energi, industri berkelanjutan, dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Rakornas juga menghimpun masukan dari Kadin Daerah serta bidang-bidang di bawah koordinasi Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pembangunan Berkelanjutan. Masukan tersebut mencakup isu prioritas, tantangan, kebutuhan kebijakan, serta arah program.
Shinta mengatakan masukan daerah penting karena kebutuhan tenaga kerja, pendidikan dan pelatihan, kondisi industri, akses kesehatan, hingga kesiapan menghadapi transformasi teknologi memiliki karakteristik berbeda di setiap wilayah.
“Melalui Rakornas ini, kita ingin mempertemukan dua perspektif tersebut, kebutuhan sektoral yang dibawa oleh masing-masing bidang dengan realitas dan kebutuhan dunia usaha di daerah,” katanya.
Pembahasan Rakornas dikonsolidasikan melalui empat pilar utama, yakni produktivitas dan daya saing tenaga kerja, pendidikan dan pelatihan, penguatan industri kesehatan nasional, serta industri berkelanjutan dan inovasi.
Keempat pilar tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pembangunan SDM yang terhubung dengan kebutuhan pertumbuhan ekonomi, mulai dari peningkatan produktivitas dan kompetensi tenaga kerja hingga pengembangan industri kesehatan, ekonomi hijau, industri kreatif, riset, inovasi, dan teknologi.
Shinta menambahkan Kadin memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara kebutuhan dunia usaha, kebijakan pemerintah, ekosistem pendidikan dan pelatihan, asosiasi profesi, serta kebutuhan daerah.
“Dengan demikian, Kadin dapat memperkuat keterhubungan antara demand dan supply SDM, pendidikan dan dunia kerja, serta kebijakan dan implementasi,” ujarnya.
Melalui Rakornas ini, Kadin menargetkan sejumlah keluaran konkret, antara lain pemetaan awal sektor prioritas dan kebutuhan talenta, identifikasi kesenjangan SDM dan kompetensi, policy bottlenecks, serta agenda tindak lanjut dan quick wins yang dapat mulai dijalankan pada 2027. Hasil Rakornas selanjutnya akan menjadi bagian dari konsolidasi substansi menuju Rapimnas Kadin Indonesia 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno mengapresiasi kolaborasi Kadin dengan pemerintah dalam menyiapkan SDM yang unggul dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Menurut Pratikno, perubahan iklim, dinamika geopolitik, serta perkembangan teknologi seperti otomasi dan artificial intelligence (AI) telah mengubah pola pekerjaan di berbagai sektor.
“Semua ini adalah membuat banyak sekali jenis pekerjaan yang hilang. Walaupun ada juga jenis pekerjaan baru yang muncul, tapi yang jelas adalah semua sektor pekerjaan itu berubah cara bekerjanya,” ujar Pratikno.
Karena itu, lembaga pendidikan perlu merespons perubahan tersebut dengan menyesuaikan pembelajaran terhadap kebutuhan dunia kerja. Selain pendidikan vokasional, pemerintah juga mendorong penguatan pelatihan dan pemagangan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi tenaga kerja.
“Terima kasih Kadin membantu pemerintah agar dunia pendidikan menjadi lebih relevan, anak didik kita lebih kompeten, dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi. Bukan hanya ekonomi yang tumbuh, tapi juga tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kadin Indonesia Taufan Eko Nugroho Rotorasiko.