Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Harry Nuryanto Soediro, melakukan audiensi dengan Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Jakarta Pusat pada Senin (04/05/2026). Pertemuan yang berfokus pada optimalisasi peran Central Java Trade Export Centre (CJTEC) sebagai motor penggerak ekspor bagi pelaku usaha di daerah.
Harry menegaskan bahwa sinergi antara Kadin Provinsi Jateng dan Kemendag RI sangat krusial untuk memastikan pelaku UMKM memiliki jalur yang jelas menuju pasar global. Kadin berkomitmen untuk terus menjadi jembatan nyata bagi pengusaha daerah agar mampu naik kelas melalui ekspor yang terstruktur.
“Kita ingin memastikan bahwa potensi besar di daerah tidak hanya berhenti di pasar dalam negeri. Melalui kolaborasi dengan Kemendag, kita memperkuat fondasi agar produk unggulan Jawa Tengah memiliki daya saing yang kuat di mancanegara,” ujar Harry.
Pertemuan ini lanjut Harry, mempertegas semangat Indonesia Incorporated, di mana kolaborasi antara pemerintah dan organisasi pengusaha seperti Kadin menjadi kunci utama bagi ketangguhan ekonomi nasional.
“Inilah intinya, kita fokus mengembangkan ekonomi daerah melalui UMKM agar mereka siap menghadapi pasar dunia secara inklusif dan berkelanjutan,” tutur Harry.
Sementara itu, Mendag RI Budi Santoso menyambut positif inisiatif tersebut dan secara khusus mendorong CJTEC sebagai agregator resmi bagi Kementerian Perdagangan. Mendag menilai model pendampingan dan kurasi yang dilakukan CJTEC sejalan dengan program kementerian dalam memperluas jangkauan produk Indonesia di pasar dunia.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Budi mengundang CJTEC untuk berpartisipasi dalam ajang internasional Trade Expo Indonesia (TEI) yang akan digelar pada Oktober mendatang. Kehadiran CJTEC di TEI diharapkan dapat menunjukkan kesiapan produk daerah dalam merespons permintaan global.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Kadin (provinsi) Jateng. Harapannya, CJTEC dapat ikut serta di TEI Oktober nanti untuk membuktikan bahwa integrasi potensi daerah secara terstruktur adalah kunci menembus pasar internasional,” ungkap Budi.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator CJTEC Syanaz Nadia memaparkan visi besar CJTEC untuk menjadi percontohan program pengembangan ekspor yang mencakup Kota Semarang, Sragen, Blora, hingga menjangkau Tapanuli Selatan. Ia berharap CJTEC dapat memainkan peran strategis sebagai FTA Center di Jateng yang saat ini keberadaannya sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha.
“CJTEC hadir sebagai ‘rumah bersama’ yang menghubungkan UMKM dengan peluang ekspor ke berbagai negara. Selama ini, pelaku UMKM masih menghadapi tantangan besar seperti perbedaan budaya, bahasa, hingga karakteristik pasar. Di sinilah CJTEC berperan memberikan pendampingan sekaligus menjadi rumah kurasi agar kualitas produk sesuai dengan kebutuhan pasar tujuan,” terang Syanaz.