KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Kadin-LPS Bersinergi Perkuat Resiliensi Ekonomi dan Dukung Pengusaha Domestik Naik Kelas

Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menilai sinergi antara Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Kadin dapat memperkuat resiliensi ekonomi sekaligus mendorong lebih banyak pengusaha domestik untuk naik kelas.

Hal tersebut disampaikan Anindya atau Anin sapaan akrabnya dalam acara Investor Gathering dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) LPS dan Kadin Provinsi DKI Jakarta bertajuk “Membangun Sinergi, Memperkuat Resiliensi” yang digelar di Hotel InterContinental, Jakarta Selatan, Kamis (03/09/2026).

Anin menyampaikan apresiasi atas dimulainya kerja sama antara LPS dan Kadin Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, LPS memiliki tugas penting dalam menjaga dan menyehatkan sektor perbankan, termasuk Bank Perekonomian Rakyat (BPR).

“Saya sangat berbesar hati menghargai dan juga mensyukuri bahwa kerja sama antara LPS dan Kadin yang dimulai dengan Kadin (Provinsi) DKI Jakarta ini sudah dimulai dan ditandai hari ini,” ujar Anin.

Anin menilai stabilitas ekonomi tidak terlepas dari stabilitas finansial. Karena itu, upaya untuk memperkuat sektor keuangan membutuhkan dukungan dan keterlibatan investor.

“Kenapa saya sangat berbesar hati? Karena LPS ini mempunyai tugas yang sangat luar biasa, terutama untuk menyehatkan BPR-BPR. Ini penting sekali karena kestabilan ekonomi itu mulai dari kestabilan finansial,” katanya.

Dalam konteks tersebut, Anin menyambut baik langkah Kadin Provinsi DKI Jakarta untuk membangun kerja sama dengan LPS. Kadin kata Anin memiliki ekosistem dan rantai pasok yang besar sehingga kolaborasi dengan lembaga seperti LPS dapat melengkapi upaya mendorong pengusaha untuk naik kelas.

“Kadin itu mempunyai ekosistem dan Kadin itu juga mempunyai supply chain yang besar dan untuk naik kelas akan lengkap sekali kalau bisa bekerja sama dengan tentunya lembaga seperti LPS ini,” ujar Anin.

Anin juga menyoroti pentingnya peningkatan investasi di Indonesia yang perlu diikuti dengan semakin kuatnya peran pengusaha domestik. Anin menyebut rencana investasi sebesar Rp2.500 triliun dinilai dapat tercapai, namun pada saat yang sama jumlah pengusaha domestik juga perlu terus bertambah dan berkembang.

“Kami melihat bahwa pertumbuhan investasi itu baik di Indonesia. Rencana Rp2.500 triliun kelihatannya bisa tercapai, tapi pengusaha domestik juga mesti ada dan naik kelas dan lebih banyak lagi,” kata Anin.

Kadin lanjut Anin meyakini penguatan dunia usaha perlu dilakukan secara bersama-sama dengan semangat gotong royong agar semakin banyak pengusaha yang dapat berkembang dan naik kelas.

“Kadin percaya bahwa pengusaha mesti banyak, sama-sama, gotong royong dan semuanya naik kelas,” tuturnya.

Lebih lanjut, Anin mengatakan kerja sama tersebut dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk. Salah satunya apabila anggota Kadin dapat menjadi investor bank, sehingga ekosistem tersebut juga dapat diarahkan untuk membantu pengusaha lain di lingkungan Kadin agar dapat berkembang.

“Tentu pemikirannya bagaimana membantu pengusaha-pengusaha di dalam lingkungan kami untuk bisa maju,” ujar Anin.

Sementara itu Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi menyampaikan, pihaknya berupaya menjadi penghubung antara kebijakan dan dunia usaha melalui kegiatan tersebut.

“Kami melihat bahwa pentingnya ada mediator antara kebijakan dengan pengusaha. Dalam hal ini kami ingin bahwa teman-teman di hari ini bisa bersatu antara investor maupun dengan LPS,” kata Diana.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank LPS Doddy Zulverdi menyatakan, kerja sama dengan Kadin Provinsi DKI Jakarta dilakukan untuk memfasilitasi penjajakan calon investor terhadap bank maupun aset yang ditangani LPS.

“Nilai asetnya yang masih dalam proses likuidasi itu hampir Rp2 triliun. Nah itu adalah aset-aset yang tentu saja sangat bervariasi mengenai kualitasnya, tapi intinya nilai-nilai bukunya ada sekitar Rp2 triliun yang punya potensi untuk diambil alih oleh para pengusaha atau investor,” kata Doddy

Doddy menggarisbawahi, kerja sama dengan Kadin DKI Jakarta tidak hanya ditujukan untuk menawarkan aset yang saat ini telah tersedia. Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk membangun koordinasi jangka panjang dengan investor.

“Jadi ini kami tentu saja kerja sama untuk jangka panjang karena kan proses penyehatan dan penguatan perbankan ini sebuah proses panjang,” ucap dia.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Organisasi Kadin Indonesia Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, WKU Bidang Kebijakan Fiskal dan Moneter Kadin Indonesia Kamrussamad, WKU Bidang Pertanian Kadin Indonesia Devi Erna Rachmawati.

Hadir pula Ketua Umum (Ketum) Kadin Provinsi di antaranya Ketum Kadin Provinsi Sumatra Selatan Affandi Udji, Ketum Kadin Provinsi Banten Mohamad Azzari Jayabaya dan Ketum Kadin Provinsi Jawa Tengah Harry Nuryanto Soediro.

Kadin Indonesia Luncurkan Nusantara Rising dan Soft Power White Paper, Ajak Sinergi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas 2045
Kadin Gelar Rakor Empat Bidang, Fokus Perkuat Rantai Pasok Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8%
Kadin-LPS Bersinergi Perkuat Resiliensi Ekonomi dan Dukung Pengusaha Domestik Naik Kelas

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry