KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Kadin: Program MBG Berpotensi Tambah Pertumbuhan PDB hingga 3,5 Persen

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) menggelar Diskusi Makan Bergizi Gratis (MBG) Outlook bertajuk “Masa Depan Gizi Anak Indonesia” di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Rabu (14/01/2026).

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dalam sambutannya menegaskan, program MBG memberikan manfaat yang signifikan baik bagi pembangunan sumber daya manusia maupun dunia usaha.

“Jika kita berbicara kepentingan bangsa, terutama anak-anak sebagai generasi masa depan, dampaknya sangat jelas. Dari target 82 juta penerima, saat ini sudah menjangkau sekitar 55 juta anak. Ini sangat berarti karena kita menginginkan lebih banyak insinyur, doktor, guru, hingga atlet di masa depan. Inilah cikal bakalnya,” ujar Anin, sapaan akrabnya.

Anin mengungkapkan bahwa pemerintah telah menargetkan pembangunan 30.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, dengan lebih dari 20.000 dapur di antaranya telah dibangun.

Dalam program tersebut, Kadin turut berpartisipasi dengan membangun sekitar 1.000 SPPG, yang didukung oleh kontribusi anggota Kadin dengan total nilai investasi diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun.

“Program MBG ini merupakan pintu masuk strategis bagi penguatan ketahanan pangan nasional. Ujung dari ketahanan pangan adalah hilirisasi. Hilirisasi pertanian hanya masuk akal jika ada kepastian permintaan. Dengan MBG, kebutuhan pangan sangat nyata. Dari 52 juta penerima hari ini menuju 82 juta, artinya dibutuhkan sekitar 52 juta butir telur per hari, ayam, sayur-mayur, ikan, dan lainnya,” jelas Anin.

Lebih lanjut, Anin menilai bahwa setiap daerah memiliki potensi protein unggulan masing-masing, sehingga program MBG mendorong keterlibatan daerah secara aktif. Pemerintah daerah dan pelaku usaha berlomba-lomba mendapatkan titik dapur MBG agar dapat berpartisipasi langsung.

“Yang membanggakan, hingga saat ini mayoritas dapur MBG masih dijalankan dengan pendanaan mandiri. Kadin bangga dapat menjadi bagian dari program ini. Jika satu titik membutuhkan sekitar 50 tenaga kerja dan dikalikan 30 ribu dapur, berarti ada potensi penyerapan sekitar 1,5 juta tenaga kerja. Secara ekonomi, ini berpotensi menambah pertumbuhan PDB hingga 3,5 persen. Angka ini bukan angka kecil dan bisa menjadi salah satu motor pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional,” papar Anin.

Anin juga menegaskan bahwa MBG membuka peluang besar bagi anggota Kadin di daerah dan asosiasi usaha, mulai dari pasokan ayam, telur, tahu, tempe, sayuran, buah-buahan, hingga susu. Selain itu, peluang juga terbuka di sektor hulu, cold chain, logistik pangan, koperasi, hingga pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Protein.

Sementara itu, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) Tigor Pangaribuan, yang hadir mewakili Kepala BGN Dadan Hindayana, menekankan bahwa tantangan utama BGN ke depan adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

“Target paling menantang bagi BGN adalah mencegah inflasi dan kelangkaan bahan pangan. Kami berharap Kadin, khususnya pelaku usaha di sektor pertanian dan peternakan, dapat memperbesar kapasitas produksi. Kebutuhan beras saja bisa mencapai 3 juta ton per tahun,” ujar Tigor.

Lebih lanjut, Ketua Umum GAPEMBI Alven Stony menilai bahwa diskusi mengenai MBG merupakan isu strategis yang tengah menjadi perhatian nasional. Menurutnya, program MBG merupakan salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mendapat dukungan luas dari berbagai pemangku kepentingan.

“Ini adalah hot topic di Indonesia saat ini. Kita semua mendukung program MBG sebagai program prioritas Presiden Prabowo. Tentu dalam perjalanannya tidak terlepas dari kritik, dan itu penting untuk penyempurnaan ke depan,” ujarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia Juan Permata Adoe, Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Infrastruktur Strategis dan Pembangunan Pedesaan dan Transmigrasi Kadin Indonesia Thomas Djusman, Kepala Satgas MBG Gotong Royong Kadin Indonesia Chandra Tirta Wijaya, Koordinator Kadin Daerah Satgas MBG Gotong-Royong Kadin Indonesia Desi Arianti, Ketua Umum Kadin Provinsi Sumatra Barat Buchari Bachter dan Ketua Umum Kadin Provinsi Nusa Tenggara Barat, Faurani.

Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi dan Diskusi dengan Tokoh Nasional, Bahas Dampak Perang Iran terhadap Stabilitas dan Ekonomi Dunia
Konflik di Timur Tengah Berpotensi Tekan Pangan dan Ekspor, Kadin Jatim Minta Langkah Cepat dan Terukur
Anindya Bakrie Lantik Pengurus Kadin Kaltim 2025-2030 di Ibu Kota Nusantara

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry