Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Singapore Business Federation (SBF) menggelar Indonesia-Singapore High Level Business Dialogue bertema “Advancing Digital Trade, Business Cooperation, and the Indonesia-Singapore Agenda Towards 2027” di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (02/09/2026).
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan pertemuan tersebut membahas pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung perdagangan agar semakin luas, efisien, cepat, dan memiliki akses pasar yang lebih besar.
“Bagaimanapun juga kita ingin selalu memastikan bahwa kita bisa melakukan perdagangan lebih banyak dengan teknologi, lebih murah, lebih cepat, dan akses pasar lebih besar,” ujar Anindya atau Anin sapaan akrabnya.
Selain pemanfaatan AI untuk perdagangan, Anin mengatakan pembahasan juga mencakup Kepemimpinan ASEAN 2027 yang akan dijalankan Singapura. Menurut Anin, Kadin Indonesia mendukung upaya untuk memperkuat keterhubungan ASEAN, terbuka secara global, dan berkelanjutan.
“Kita mendukung supaya ASEAN lebih terhubung, lebih global, dan juga lebih berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, Anin menambahkan, Kadin Indonesia dan SBF juga merencanakan kerja sama untuk menyelenggarakan Singapore Regional Business Forum pada pertengahan 2027.
“Tentu Kadin dengan senang hati akan mendukung SBF di sana,” ujar Anin.
Sementara itu, Chairman of SBF Mark Lee mengatakan SBF telah tiga kali berkunjung ke Indonesia dalam tiga bulan terakhir. Menurutnya, intensitas kunjungan tersebut menunjukkan keyakinan SBF terhadap fundamental ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
“Kami telah berada di Indonesia dalam tiga bulan terakhir dan sudah tiga kali berkunjung. Hal ini karena kami percaya pada fundamental ekonomi Indonesia dalam jangka panjang,” kata Mark.
Pada kunjungan kali ini, SBF membawa perwakilan dunia usaha Singapura dari berbagai sektor, termasuk kesehatan, ritel, komoditas, dan perkebunan. Mark mengatakan masih terdapat banyak peluang kerja sama yang dapat dikembangkan antara dunia usaha Singapura dan Indonesia bersama Kadin.
“Kami percaya masih banyak hal dan kerja sama yang sebenarnya dapat kita lakukan bersama Kadin. Kami telah memulai MoU dan sekarang bekerja sama secara erat untuk mengoperasionalkan Trade AI Advisor,” kata Mark.
Menurutnya, kerja sama tersebut akan terus dikembangkan, tidak hanya melalui Trade AI Advisor, tetapi juga dalam agenda ASEAN ketika Singapura memegang Kepemimpinan ASEAN pada 2027.
“Ketika Singapura memegang Kepemimpinan ASEAN tahun depan, kami bermaksud untuk bekerja dan berkolaborasi erat dengan mitra-mitra kami di Indonesia untuk mendorong agenda yang relevan dan mampu menciptakan lapangan kerja yang baik, baik bagi perekonomian Indonesia maupun seluruh perekonomian ASEAN,” ujarnya.
Selain itu, SBF juga berencana menyelenggarakan Singapore Business Regional Forum pada tahun depan bersama Kadin Indonesia.
Lebih lanjut, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Edi Prio Pambudi mengatakan pemerintah akan mendukung persiapan menuju Kepemimpinan ASEAN 2027 oleh Singapura.
Menurut Edi, Indonesia dan Singapura telah menyepakati penguatan regional global supply chain atau rantai pasok di kawasan, sekaligus meningkatkan perdagangan di dalam kawasan ASEAN.
“Dari pemerintah kita akan mendukung terutama persiapan untuk Kepemimpinan ASEAN 2027 dari Singapura, di mana kita sudah sepakati bahwa kita akan memperkuat terutama regional global supply chain, jadi rantai pasok di kawasan dan juga untuk meningkatkan perdagangan di dalam kawasan ASEAN itu sendiri,” ujar Edi.
Ia mengatakan penguatan kerja sama regional menjadi penting di tengah situasi dunia saat ini. Menurutnya, negara-negara di kawasan perlu saling memperkuat, terutama dalam pengamanan energi.
“Karena kita tahu sekarang dengan situasi dunia seperti ini kita saling memperkuat, terutama di dalam pengamanan untuk energi, pasokan pangan, dan juga konektivitas, khususnya digitalisasi,” katanya.
Edi menilai digitalisasi juga penting karena dapat memberikan manfaat, terutama dalam membuka kesempatan kerja bagi generasi muda.
“Kita menganggap penting digitalisasi ini karena akan banyak manfaat, terutama untuk pekerjaan anak muda yang kita harapkan nanti dengan ASEAN akan banyak pekerjaan anak muda yang kesempatannya semakin terbuka untuk berkontribusi dan mendapatkan pekerjaan yang lebih layak,” pungkas Edi.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Perekonomian Kadin Indonesia Franky O. Widjaja, WKUK Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani, WKUK Bidang Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia Juan Permata Adoe dan Wakil Ketua Umum Bidang Pertahanan Kadin Indonesia, Andi Rachmat.