Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terus mengakselerasi salah satu program Quick Wins yaitu renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Gotong Royong bersama berbagai pemangku kepentingan.
Pada tahap awal ini, Kadin menargetkan setidaknya 100 rumah sudah selesai direhabilitasi pada awal Agustus mendatang, bertepatan dengan agenda Retret Kadin Indonesia.
Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Infrastruktur Strategis, Pembangunan Pedesaan dan Transmigrasi Kadin Indonesia sekaligus Ketua Satgas Renovasi RTLH Gotong Royong Kadin Indonesia, Thomas Jusman mengatakan program ini menjadi bukti nyata peran Kadin sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas hunian masyarakat.
“Jadi saya kira dalam hal ini, Kadin ingin menunjukkan bahwa Kadin adalah mitra strategis pemerintah yang punya niat mendukung program pemerintah, terutama di program 3 juta rumah,” kata Thomas di Jakarta pada Jumat (11/07/2025).
Selain memperkuat sinergi dengan pemerintah, program ini juga diharapkan mampu memupuk kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Jadi kita harapkan, program ini (RTLH Gotong Royong), menstimulan para stakeholder yang lain dan masyarakat untuk ikut serta dalam gotong royong ini, dalam merenovasi rumah tidak layak huni,” ujar Thomas.
Dikatakan Thomas, pada tahap awal, program ini menyasar 500 rumah di 5 provinsi, dengan rincian 200 rumah di DKI Jakarta, 100 rumah di Banten, 100 rumah di Jawa Barat, 50 rumah di Bangka Belitung (Babel), dan 50 rumah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun khusus untuk Agustus, ada target minimal 100 rumah rampung direhab.
“Kita mengharapkan nanti di awal Agustus nanti pada saat Retret Kadin Indonesia, diharapkan untuk DKI (Jakarta) itu bisa selesai 40 rumah, kemudian di Babel itu 10 rumah, di NTT 10 rumah, kemudian di Bandung bisa 20 rumah, dan harapannya juga di Banten bisa 20 rumah, sehingga totalnya kurang lebih 110 ya, atau 100 lah minimal, itu yang kita lagi targetkan,” ungkap Thomas.
Untuk memastikan program ini berjalan berkelanjutan, Kadin lanjut Thomas juga tengah mempersiapkan panduan teknis dan model pendanaan agar tidak hanya bergantung pada bantuan satu kali.
“Nanti kami juga menyusun panduan program ini supaya bisa berkelanjutan. Harapan kami nanti program CSR ini bisa berlanjut, nanti mungkin program pembiayaan yang melibatkan koperasi, sehingga dana CSR ini bisa menjadi animal fund, atau dana abadi untuk membantu renovasi rumah tidak layak huni,” tandas Thomas.