Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia kembali menggelar Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast dengan menghadirkan narasumber utama Menteri Luar Negeri RI Sugiono, di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, menegaskan bahwa diplomasi ekonomi merupakan salah satu instrumen utama dalam memperkuat perdagangan dan investasi Indonesia di tingkat global. Menurut Anindya atau Anin sapaan akrabnya, keterlibatan dunia usaha dalam agenda diplomasi ekonomi pemerintah semakin terbuka di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri RI Sugiono.
“Ini adalah bentuk terbaik dari diplomasi ekonomi. Tidak banyak kesempatan ketika pemerintah dan dunia usaha dapat berjalan bersama dalam mendorong kepentingan ekonomi nasional. Kadin sangat mengapresiasi keterbukaan pemerintah yang melibatkan sektor swasta dalam berbagai agenda diplomasi ekonomi internasional,” ujar Anin.
Anin mencontohkan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang turut melibatkan Kadin Indonesia dalam agenda business-to-business (B2B). Dalam kunjungan tersebut, Kadin bersama mitra di Prancis membentuk France-Indonesia High Level Business Council sebagai wadah kolaborasi jangka panjang antara pelaku usaha kedua negara.
Menurut Anin, forum tersebut berhasil mempertemukan perusahaan-perusahaan besar dari Indonesia dan Prancis dengan nilai total kapitalisasi pasar gabungan mencapai 1,3 triliun dolar AS. Dari pertemuan itu, tercapai kesepakatan bisnis baru senilai 3,5 miliar dolar AS, melengkapi komitmen investasi sebesar 11 miliar dolar AS yang telah dicapai sebelumnya saat kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada tahun 2025 lalu.
“Di Kadin, fokus kami sederhana, yaitu meningkatkan perdagangan dan investasi. Dari situ akan lahir berbagai manfaat ekonomi lain seperti penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi,” kata Anin.
Lebih lanjut, Kadin kata Anin terus mengembangkan berbagai inisiatif seperti program We Buy From Indonesia untuk memperkenalkan produk nasional yang telah menjadi bagian dari rantai pasok global, serta Kadin Export Academy guna meningkatkan kapasitas pelaku usaha nasional dalam menembus pasar ekspor.
“Kami ingin meningkatkan partisipasi Indonesia dalam rantai pasok global, memperluas akses pasar melalui berbagai perjanjian perdagangan, meningkatkan kemampuan ekspor pelaku usaha, serta memperkuat data dan intelijen ekonomi sebagai dasar pengambilan keputusan,” ujar Anin.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa diplomasi ekonomi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pemerintah dalam menjalankan amanat konstitusi, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum.
Menurut Sugiono, pemerintah terus mendorong kerja sama ekonomi internasional yang didasarkan pada prinsip saling menghormati, saling menguntungkan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin bekerja sama dengan semua pihak di bidang ekonomi berdasarkan prinsip saling menghargai dan saling menghormati untuk mencapai manfaat bersama yang dapat digunakan bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” kata Sugiono.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast yang dinilai menjadi forum strategis dalam mendukung percepatan berbagai program ekonomi pemerintah.
Sugiono juga menilai tingginya minat perusahaan-perusahaan dari berbagai negara untuk berinvestasi dan berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia menunjukkan kepercayaan internasional terhadap prospek ekonomi nasional.
“Dan ini menunjukkan satu keyakinan bahwa Indonesia merupakan negara yang potensial untuk bekerja sama. Kita punya potensi real growth yang riil, yang berada dalam kondisi yang stabil. Kita harap ini jugalah yang terus kita jaga dan kita pelihara karena stabilitas, keamanan, dan perdamaian ini mahal harganya,” ujar Sugiono.
Sementara itu Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady, menilai Menteri Luar Negeri RI Sugiono telah memainkan peran penting dalam memperkuat kemitraan internasional Indonesia serta menerjemahkan visi Presiden Prabowo ke dalam berbagai kerja sama strategis yang mendukung kepentingan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, James juga menyoroti ketidakpastian ekonomi global yang semakin meningkat akibat ketegangan geopolitik, perubahan rantai pasok global, tekanan inflasi, hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.
Menurutnya, sejumlah negara saat ini menghadapi tekanan keuangan yang serius, termasuk penurunan cadangan devisa dan kebutuhan pembiayaan eksternal yang semakin besar. Di sisi lain, pasar global juga menghadapi fenomena konsentrasi investasi pada sejumlah kecil perusahaan teknologi yang didorong perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan industri semikonduktor.
“Dunia sedang menghadapi tingkat ketidakpastian yang tinggi. Karena itu, ketahanan ekonomi domestik menjadi semakin penting. Indonesia memiliki keunggulan berupa pasar domestik yang besar, sumber daya alam yang melimpah, populasi muda, dan kelas menengah yang terus tumbuh,” kata James.
Ia menambahkan bahwa sektor perumahan, pariwisata, ketahanan pangan, hilirisasi industri, manufaktur, dan pengembangan sumber daya manusia merupakan sektor-sektor strategis yang perlu terus diperkuat untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional.
Meski demikian, James tetap optimistis terhadap prospek Indonesia. Menurutnya, minat investor global terhadap Indonesia masih sangat tinggi, baik dari China, Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Korea Selatan, Timur Tengah, maupun berbagai kawasan lainnya.
“Indonesia tetap menjadi salah satu kisah pertumbuhan ekonomi besar yang paling menarik di dunia. Karena itu, forum seperti ini sangat penting untuk memperkuat dialog, kemitraan, dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan global,” pungkas James.
Hadir dalam acara tersebut WKUK Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Erwin Aksa, WKUK Bidang Pangan Kadin Indonesia Mulyadi Jayabaya, WKUK Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Kadin Indonesia Carmelita Hartoto, WKUK Bidang Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana Kadin Indonesia M. Azis Syamsuddin dan WKUK Bidang Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia Juan Permata Adoe.
Hadir pula Ketua Umum (Ketum) Kadin Provinsi Aceh Muhammad Iqbal Piyeung, Ketum Kadin Provinsi Sumatra Utara Firsal Ferial Mutyara, Ketum Kadin Provinsi Sumatra Barat Buchari Bachter, Ketum Kadin Provinsi Sumatra Selatan Affandi Udji, Ketum Kadin Provinsi Nusa Tenggara Barat Faurani, Ketum Kadin Provinsi Kalimantan Selatan Shinta Laksmi Dewi dan Ketum Kadin Provinsi Sulawesi Barat Zaneth Raodathul.