Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimis pemerintah dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi di tegah tantangan global. Dunia usaha berharap, Pemerintah dapat melakukan optimalisasi sektor-sektor strategis. Khususnya industri manufaktur yang berorientasi ekspor agar dapat memberikan nilai tambah dalam perekonomian nasional.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Koordinator Bidang Organisasi, Hukum dan Komunikasi, Yukki Nugrahawan mengatakan, tata regulasi perizinan yang sinergis antarpusat dan daerah juga penting sebagai upaya Pemerintah meningkatkan investasi.
Seperti diketahui, industri manufaktur Indonesia didominasi oleh subsektor yang berorientasi pasar dalam negeri. Hanya segelintir saja yang berorientasi ekspor.
Hal ini berbanding terbalik dengan industri manufaktur negara kelompok ASEAN-5, seperti Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura yang lebih berorientasi ekspor.
“Hal itu bisa mendorong pembukaan lapangan kerja dan ekspansi usaha,” kata Yukki.
Industri manufaktur diperkirakan akan menghadapi kondisi yang menantang sampai. Risiko inflasi biaya operasi usaha atau belanja modal akibat efek samping pelemahan nilai tukar diperkirakan akan tetap tinggi hingga akhir tahun.
Sementara, tantangan lain datang dari pasar. Ada potensi penurunan demand dari dalam maupun luar negeri. Faktor lainnya, yakni adanya potensi penurunan daya beli masyarakat di sisa tahun ini.
Oleh sebab itu, dunia usaha juga berharap Pemerintah terus memperkuat daya beli masyarakat kelas menengah bawah, melalui berbagai bauran kebijakan dan insentif.