Bandar Lampung – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kafin Provinsi Lampung bertajuk “Memperkuat Peran Dunia Usaha Dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Inklusif dan Berdaya Saing” yang digelar di Gedung Serbaguna Kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Sabtu (13/09/2025).
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dalam sambutannya menekankan pentingnya optimisme dalam menghadapi masa depan, khususnya menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Kita semua di sini mesti belajar yang baik, menatap masa depan dengan optimistis. Jangan terpengaruh dengan hal-hal yang kurang baik, apalagi yang kita lihat di media sosial yang belum tentu benar. Kita mesti fokus optimistis menatap masa depan Indonesia Emas 2045. Itu hanya 20 tahun dari sekarang,” ujar Anindya atau Anin sapaan akrabnya.
Anin menyampaikan bahwa dunia usaha harus bersiap menghadapi tiga transformasi besar yang akan menentukan arah pertumbuhan ekonomi nasional yaitu transisi energi, industri digital dan artificial intelligence (AI), serta ketahanan pangan.
Menurut Anin, transisi dari energi fosil menuju energi hijau akan menjadi perubahan paling besar dalam dua dekade mendatang. Indonesia memiliki potensi besar dalam sumber daya energi baru dan terbarukan.
“Energi hijau tidak akan pernah habis, berbeda dengan minyak dan batubara. Harganya juga semakin murah dan bisa bersumber dari matahari, air laut, angin, hingga panas bumi. Ini sejalan dengan fokus Presiden (Prabowo Subianto) terhadap ketahanan energi, bahkan sudah mulai ada upaya menuju energi nuklir,” jelasnya.
Selain energi, Anin juga menyoroti revolusi digital, khususnya perkembangan AI. Menurut Anin, AI akan mengubah banyak aspek kehidupan, namun manusia tetap berperan penting sebagai pengambil keputusan.
“Jangan takut tergantikan oleh AI, tapi takutlah pada orang yang pandai memakai AI. Mesin bukan ancamannya, yang penting adalah kemampuan kita memanfaatkannya,” tegas Anin.
Transformasi ketiga yang disoroti adalah ketahanan pangan. Anin mengungkapkan bahwa industri pangan dan pertanian justru semakin penting karena menyangkut kebutuhan dasar manusia dan ketahanan nasional.
“Pemerintahan sekarang memberikan kail, bukan ikan. Artinya, mendorong masyarakat menjadi pencipta pekerjaan, bukan hanya pencari kerja. Tidak salah menjadi karyawan atau PNS, tapi kita juga harus menciptakan lapangan pekerjaan,” pungkas Anin.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Provinsi Lampung, Muhammad Kadafi, mengajak generasi muda untuk mengubah pola pikir dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
“Hari ini harus mulai mempersiapkan diri, bagaimana mengubah mindset. Jangan hanya bercita-cita menjadi karyawan. Kita harus bertransformasi dari karyawan menjadi juragan,” ujar Kadafi.
Kadafi juga menyampaikan bahwa Rapimprov kali ini melibatkan anak-anak muda dengan semangat tinggi untuk berkontribusi kepada bangsa dan negara.
“Ini kesempatan luar biasa, karena kalian (anak-anak muda) dibekali langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia (Anindya Novyan Bakrie). Semoga dari Lampung lahir banyak Anindya-Anindya lainnya, membawa nama Lampung untuk Indonesia,” tandasnya.
Dalam acara pembukaan ini hadir jajaran pengurus Kadin Indonesia di antaranya Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Sosial Nita Yudi, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Keanggotaan Widiyanto Saputro, WKU Bidang Kewirausahaan UMKM Kadin Indonesia R.M Tedy Aliudin, WKU Bidang Industri Pers dan Media Massa Ardiansyah, WKU Bidang Transformasi Teknologi UMKM dan Digital Teguh Anantawikrama, Ketua Umum Kadin Provinsi Sumatera Barat Buchari Bachter, dan Direktur Eksekutif Kadin Indonesia Pipin Moh. Saiful Arifin. Juga hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung Evie Fatmawaty yang mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.